Apa ciri-ciri ideologi Pancasila di Indonesia?

ideologi Pancasila

Ciri-ciri adalah tanda khas yang membedakan sesuatu dari yang lain, dimana ciri-ciri ideologi Pancasila tersebutlah yang membedakan dengan ideologi-ideologi lainnya. Apa saja ciri-ciri ideologi Pancasila di Indonesia ?

Adanya nilai dan dimensi Pancasila mengkerucutkan ciri-ciri ideologi Pancasila sebagai ideologi terbuka. Oleh karena itu, kita bisa menyimpulkan bahwa ciri dari ideologi Pancasila adalah antara lain:

Berasal dari falsafah masyarakat

Pancasila adalah ideologi yang mempunyai pandangan hidup atau idealisme, tujuan, dan cita-cita masyarakat Indonesia yang berasal dari kekayaan rohani, moral, dan budaya masyarakat sendiri. Bukan konsep yang dibuat buat untuk masyarakat.

Berdasar Ketuhanan Yang Maha Esa

Meskipun mengakui beberapa agama, ideologi Pancasila percaya pada konsep Tuhan Yang Maha Esa. Dengan mempercayai ketuhanan yang maha esa, negara Indonesia yang berpegang pada ideologi Pancasila melarang adanya paham atheis di Indonesia.

Demokratis

Pemerintahan yang berdasar ideologi Pancasila adalah pemerintahan yang berdasar persetujuan rakyat. Demokratis sendiri berarti bahwa pemerintahan indonesia memiliki sifat demokrasi. Dilihat dari asal katanya, demokrasi berasal dari bahasa Latin demo yang berarti rakyat dan kratos yang berarti pemerintahan. Dengan begitu sudah jelas bahwa negara yang demokratis harus tetap meletakkan kekuasaan tertinggi di tangan rakyat. Pendapat rakyat sangat penting, dan pemimpin hanya memberikan keputusan.

Berdasar hukum

Negara yang berdasar ideologi Pancasila adalah negara yang berdasar hukum. Negara hukum bisa diartikan sebagai negara yang penyelenggaraan kekuasaan pemerintahannya berdasar pada hukum. Kekuasaan pemerintahan berdasar pada kedaulatan atau supremasi hukum dan bertujuan untuk menjalankan ketertiban hukum. Negara hukum mempunyai konstitusi yang jelas. Berbeda dengan ideologi komunis, mereka mempunyai konstitusi, tapi kekuasaan tertinggi di tangan pemimpin otoriter. Negara dengan ideologi komunis tidak bisa dikatakan negara hukum.

Kreatif dan dinamis

Ideologi ini mempunyai tekad untuk secara kreatif dan dinamis mencapai tujuan nasional. Oleh karena itu, bangsa Indonesia menggunakan Pancasila sebagai pedoman untuk mencapai tujuan nasional. Dengan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek kehidupan, masyarakat akan bisa ikut serta dalam usaha mencapai tujuan nasional. Salah satu nilai dalam ideologi Pancasila yang harus dijunjung tinggi demi tercapainya tujuan nasional adalah nilai persatuan dan kesatuan.

Berdasar pegalaman sejarah bangsa

Bangsa Indonesia mempunyai sejarah yang panjang untuk menjadi sebuah bangsa yang diakui dunia. Berdasarkan pengalaman sejarah itulah Pancasila dijadikan ideologi yang akan mendasari berdirinya sebuah bangsa yang kokoh. Dan terbukti, dengan menjunjung tinggi nilai persatuan dalam ideologi Pancasila, Indonesia berhasil mengusir penjajah dan menyatukan rakyat yang berbeda wilayah, suku, dan budaya menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Nilai-nilai tersebut juga berhasil membersihkan Indonesia dari sistem politik komunis. Itulah mengapa ada hari yang memperingati kesaktian Pancasila.

Terbentuk dari pikiran rakyat

Pancasila terbentuk atas dasar keinginan bangsa Indonesia, tanpa campur tangan atau paksaan dari sekelompok orang atau pihak yang berkuasa. Konsep pancasila berasal dari hasil pemikiran rakyat. Kesamaan pemikiran individu rakyat yang ingin hidup lebih baik lagi membentuk konsep cita-cita hidup manusia, dan itulah yang menjadi hakikat ideologi. Sebelum menjadi Pancasila, bangsa Indonesia telah menjunjung tinggi lima nilai dalam kehidupan berbangsa negara. Kelima nilai tersebut adalah: kebangsaan, kemanusiaan, ketuhanan, kerakyatan, dan kesejahteraan. Nilai-nilai itulah yang kemudian disempurnakan dalam Pancasila dan dijadikan ideologi.

Isinya tidak operasional.

Nilai pancasila yang tidak operasional bukan berarti bahwa nilai-nilai tersebut tidak bisa diterapkan. Sifatnya yang tidak operasional justru memungkinkan Pancasila untuk bisa diuraikan secara lebih eksplisit sesuai dengan kebutuhan. Sifat ideologi yang operasional memang mudah diterapkan. Akan tetapi itu akan menjadikannya menjadi sangat terbatas dan tidak memenuhi kebutuhan yang ada.

Menginspirasi rakyat

Pancasila sebagai ideologi mempunyai ciri yang membuat Pancasila dapat menginspirasi masyarakat untuk bertanggungjawab sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Rakyat akan terus terinspirasi dan terdorong untuk mengamalkan nilai praktis Pancasila di semua aspek kehidupan. Dengan begitu nilai Pancasila sebagai ideologi Indonesia akan terjaga. Hal itu karena sekuat dan sesempurna apapun suatu ideologi, hanya akan menjadi suatu semboyan apabila tidak diamalkan. selain itu, nilai idealisme Pancasila yang tersebut diatas membuat Pancasila sangat mengispirasi rakyat untuk mencapai tujuan-tujuan dalam hidup.

Menghargai keberagaman

Dalam sila ketiga Pancasila, disebutkan dengan jelas bahwa Indonesia menjunjung tinggi nilai persatuan. Hal ini membuat ideologi Pancasila bisa diterima oleh semua kalangan. Seperti yang kita tahu, Indonesia terdiri dari beberapa komponen yang berbeda-beda. Indonesia memiliki suku, agama, dan budaya yang berbeda. Dari segi wilayah pun Indonesia sebagai negara kepulauan terpisah oleh perairan antar pulau di Indonesia. Tidak sedikit pula wilayah yang justru lebih dekat dengan negara tetangga daripada dengan pusat pemerintahan Indonesia. Dengan begitu, nilai persatuan dalam keberagaman ini harus terus ditekankan dalam tahap-tahap pembinaan persatuan dan kesatuan untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Sumber

Sebagai ideologi bangsa Indonesia, Pancasila berfungsi sebagai ikatan budaya (cultural bond) yang berkembang secara alami dalam kehidupan masyarakat Indonesia, bukan secara paksaan.

Secara umum, ciri-ciri Pancasila sebagai suatu sistem yang utuh adalah sebagai berikut :

  1. Pancasila merupakan satu Kesatuan yang terdiri dari bagian-bagian, atau dengan kata lain, walaupun Pancasila terdiri dari beberapa sila, tetapi ke-lima sila tersebut merupakan satu kesatuan yang utuh

  2. Tiap-tiap sila mempunyai fungsinya masing-masing

  3. Antar sila saling berhubungan dan mempunyai ketergantungan satu dengan lainnya

  4. Implementasi Pancasila terjadi didalam lingkungan yang kompleks dan beragam.

Untuk menjelaskan hubungan dan ketergantungan antar sila didalam Pancasila, berikut adalah ciri-ciri Pancasila diliat dari sisi Filsafat Pancasila adalah sebagai berikut :

  • Sila 1, meliputi, mendasari dan menjiwai sila 2,3,4 dan 5;

  • Sila 2, diliputi, didasari, dijiwai oleh sila 1, serta mendasari dan menjiwai sila 3, 4 dan 5;

  • Sila 3, diliputi, didasari, dijiwai oleh sila 1, 2, serta mendasari dan menjiwai sila 4, 5;

  • Sila 4, diliputi, didasari, dijiwai oleh sila 1,2,3, serta mendasari dan menjiwai sila 5;

  • Sila 5, diliputi, didasari, dijiwai oleh sila 1,2,3,4.

Selain itu, sebagai sebuah ideologi yang terbuka, Pancasila juga memiliki ciri-ciri kusus, yaitu :

  • Pancasila mempunyai pandangan hidup tujuan dan cita cita masyarakat Indonesia yang berasal dari kepribadian masyarakat Indonesia sendiri

  • Pancasila memiliki tekat dalam mengembangkan kreatifitas dan dinamis untuk mencapai tujuan nasioanal.

  • Isinya bukan merupakan sebuah panduan operasioanal

  • Menghargai pluralitas, sehingga diterima oleh semua masyarakat yang berlatar belakang dan budaya yang berbeda.

PENGERTIAN IDEOLOGI

Secara etimologi istilah ideologi berasal dari kata idea yang berarti gagasan, konsep,pengertian dasar, cita-cita, dan logos yang berarti Ilmu dan kata idea berasal dari bahasa yunani eidos yang artinya bentuk. Di samping itu ada kata idein yang artinya melihat. Maka secara harfiah, ideologi adalah ilmu atau pengertian-pengertian dasar.Dalam pengertian sehari-hari, ide disamakan artinya dengan cita-cita. Cita-cita yangdimaksud adalah cita-cita yang bersifat tetap yang harus dicapai, sehingga cita-cita yangbersifat tetap itu sekaligus merupakan dasar, pandangan atau faham. Memang padahakikatnya, antara dasar dan cita-cita itu sebenarnya dapat merupakan satu kesatuan. Dasarditetapkan karena atas dasar landasan, asas atau dasar yang telah ditetapkan pula. Dengandemikian ideologi mencakup pengertian tentang idea-idea, pengertian dasar, gagasan-gagasandan cita-cita.Apabila ditelusuri secara historis istilah ideologi pertama kali dipakai dandikemukakan oleh seorang perancis, Destutt de Tracy, pada tahun 1976.

Seperti halnya Leibniz, de Tracy mempunyai cita-cita untuk membanggun suatu sistem pengetahuan.Apabila Leibniz menyebutkan impiannya sebagai one great system of truth dimanatergabung segala cabang ilmu dan segala kebenaran ilmiah, De Tracy menyebutkan ideologiyaitu science of ideas, suatu program yang diharapkan dapat membawa perubahan Internasional dalam masyarakat perancis. Namun Napoleon mencemoohkannya sebagai khayalan belaka, yang tidak mempunyai arti praktis. Hal semacam itu hanya impian belaka yang tidak akan menemukan kenyataan.Sedangkan secara terminologi, menurut Soerjanto Poespowardjojo, ideologi adalah suatu pilihan yang jelas dan membawa komitmen untuk mewujudkannya.

Sejalan dengan itu,Sastrapratedja mengemukakan bahwa ideologi memuat orientasi pada tindakan. Ia merupakan pedoman kegiatan untuk mewujudkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.Persepsi yang menyertai orientasi, pedoman dan komitmen berperan penting sekalidalam mewarnai sikap dan tingkah laku ketika melakukan tindakan, kegiatan atau perbuatandalam rangka mewujudkan atau merealisasikan nilai-nilai yang terkandung di dalam ideologitersebut. Logikanya, suatu ideologi menuntut kepada mereka yang meyakini kebenarannya untuk memiliki persepsi, sikap dan tingkah laku yang sesuai, wajar dan sehat tentang dirinya,tidak lebih dan tidak kurang. Karena, melalui itulah dapat diharapkan akan lahir dan berkembang sikap dan tingkah laku yang pas dan tepat dalam proses perwujudannya dalamberbagai bidang kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

MAKNA IDEOLOGI BAGI SUATU NEGARA

Pada hakikatnya ideologi adalah merupakan hasil reflesi manusia berkatkemampuannya mengadakan distansi terhadap dunia kehidupannya. Maka terdapat suatuyang bersifat dialektis antara ideologi dengan masyarat negara. Di suatu pihak membuat ideologi semakin realistis dan pihak yang lain mendorong masyarakat mendekati bentuk yangideal. Idologi mencerminkan cara berpikir masyarakat, bangsa maupun negara, namun jugamembentuk masyarakat menuju cita-citanya.Dengan demikian ideologi sangat menentukan eksestensi suatu bangsa dan negarauntuk mencapai tujuannya melalui berbagai realisasi pembanggunan. Hal ini disebabkan dalam ideologi terkandung suatu oreantasi praktis.

Ideologi Terbuka Ideologi terbuka adalah sitem pemikiran yang memiliki ciri-ciri, sebagai berikut:

  1. Merupakan kekayaan rohani, moral, dan kebudayaan masyarakat (falsafah). Jadi, bukankeyakinan ideologissekelompok orang, melainkan kesepakatan masyarakat.
  2. Tidak diciptakan oleh negara, tetapi ditemukan dalam masyarakat sendiri. Ia adalahmilik seluruh rakyat dan bisa digali dan ditemuksn dalam kehidupan mereka.
  3. Isinya tidak langsung operasional. Sehingga setiap generasi baru dapat dan perlumenggali kembali falsafah tersebut dan mencari implikasinya dalam situasi ke-kini-anmereka.
  4. Tidak pernah memaksa kebebasan dan tanggung jawab masyarakat, melainkanmenginspirasi masyarakat untuk berusaha hidup bertanggung jawab sesuai denganfalsadah itu.
  5. Menghargai pluralitas, sehingga dapat diterima warga masyarakat yang berasal dariberbagai latar belakang budaya dan agama.

Ideologi Pancasila

Faktor yang Mendorong Keterbukaan Ideologi Pancasila:

  1. Kenyataan dalam proses pembangunan nasional dan dinamika masyarakat yangberkembang secara cepat.
  2. Kenyataan menunjukkan bahwa bangkrutnya ideologi yang tertutup dan bekucenderung meredupkan perkembangan dirinya.
  3. Pengalaman sejarah politik masa lampau.
  4. Tekad untuk memperkokoh kesadaran akan nilai-nilai dasar Pancasila yang bersifat abadi dan hasrat mengembangkan secara kreatif dan dinamis dalam rangka mencapai tujuan nasional.

Sekalipun Pancasila sebagai ideologi bersifat terbuka, namun ada batas-batas keterbukaan yang tidak boleh dilanggar, yaitu :

  1. Stabilitas nasional yang dinamis.
  2. Larangan terhadap ideologi Marxisme, Leninnisme dan Komunisme.
  3. Mencegah berkembangnya paham Liberalisme.
  4. Larangan terhadap pandangan ekstrim yang menggelisahkan kehidupanbermasyarakat.
  5. Penciptaan norma-norma baru harus melalui konsensus.