Animal Testing Pada Industri Kosmetik: Setuju atau Tidak?

Sebagian orang dapat menerima penggunaan hewan dalam bidang industri kosmetik untuk keselamatan hidup manusia, tetapi kebanyakan orang (termasuk periset) menolak untuk menggunakan hewan dalam uji produk kosmetik dan kebutuhan rumah tangga lainnya.

Namun, di sisi lain pihak Industri mempunyai kewajiban untuk menguji semua produknya sebelum dipasarkan. Untuk meyakinkan produk tersebut aman dikonsumsi, maka pengujian pada hewan adalah salah satu prosedur yang tidak boleh diabaikan oleh pihak-pihak industri kosmetik.

Karena itu, penggunaan hewan eksperimen pada industri kosmetik telah menimbulkan persoalan yang sangat dilematis. Konsumer (manusia) menuntut tingkat keamanan yang tinggi dari produk yang digunakannya, tetapi haruskah hewan yang akan membayarnya? Bagaimana menurutmu?

Saya tidak setuju karena menurut saya, Animal testing merupakan tindakan yang sangat kejam, karena pada proses nya produk akan diteteskan ke mata atau dioleskan ke kulit hewan, mereka juga dipaksa makan & menghirup sample produk, lalu mereka akan dipantau selama 1-3 bulan untuk mengetahui reaksi iritasi. Selain harus menderita karena berbagai jenis zat yang diuji, ternyata para hewan juga diperlakukan tidak layak. Banyak dari hewan yang ditempatkan dalam kandang yang kotor, kekurangan nutrisi, diikat, dan ditempatkan dalam kandang yang sempit.