Ambivert: Bagaimana Cirinya?

image

Ciri kepribadian Anda menentukan bagaimana Anda berinteraksi dan bereaksi terhadap dunia di sekitar Anda. Mengetahui lebih banyak tentang mereka dapat membantu Anda belajar di mana Anda merasa paling nyaman, baik secara sosial maupun profesional.

Ide introversi dan ekstroversi pertama kali datang dari psikiater Swiss Carl G. Jung pada awal 1900-an. Dia percaya beberapa orang diberi energi oleh dunia luar (ekstrovert) dan yang lain diberi energi oleh dunia internal (introvert).

Seorang ekstrovert adalah seseorang yang menarik energi dari berada di sekitar orang-orang. Mereka suka keluar dan berkeliling, menghadiri acara sosial dan terlibat dengan orang lain. Seorang ekstrovert dapat disebut sebagai “orang yang berjiwa sosial”.

Seorang introvert adalah seseorang yang menarik energi dari refleksi yang tenang. Mereka senang menghabiskan waktu sendirian atau dengan satu atau dua orang yang mereka rasa dekat. Seringkali, mereka membutuhkan “waktu sendiri” untuk mengisi ulang setelah berada dalam lingkungan sosial kelompok.

Lalu bagaimana dengan Ambivert? Bagaimana kepribadiannya?

1 Like

Kepribadian ambivert adalah seseorang yang memiliki keseimbangan dalam dimensi introvert dan ekstrovert. Orang dengan tipe kepribadian ambivert pada keadaan tertentu cenderung ekstrovert dan pada keadaan yang lain cenderung introvert, tergantung kebutuhan dan kondisi. Tipe kepribadian ambivert merupakan bentuk kepribadian yang kompleks. Kepribadian ambivert juga memiliki sifat khas dimana minat yang dimilikinya sering berubah, tindakan atau keputusan berubah-ubah, kadang berkepribadian ekstrovert dan kadang berkepribadian introvert

Referensi
Sylene, H. P. S. dan M. A. (2018). Hubungan antara kepribadian introvert dan ekstrovert dengan speaking skill mahasiswa prodi D III Keperawatan Tahun Akademik 2017/2018. Akademi Kesehatan Rustida.

Kepribadian setiap orang tentu berbeda-beda, ada yang memiliki kepribadian yang tertutup atau introvert dan ada yang memiliki kepribadian terbuka atau ekstrovert. Namun ternyata ada juga yang memiliki kombinasi kepribadian antara introvert dan ekstrovert, biasanya disebut dengan ambivert.

Orang-orang dengan kepribadian ambivert dikatakan memiliki kepribadian yang seimbang, karena dia dapat menyesuaikan dirinya. Meskipun kadang orang ambivert cenderung sensitif dan moody namun ternyata ada banyak keuntungan yang dimiliki oleh orang-orang dengan kepribadian ini, apa sajakah itu?

7 Keuntungan Jadi Ambivert

Semoga bermanfaat!

Ambivert adalah tipe kepribadian yang merupakan gabungan dari kepribadian introvert dan ekstrovert. Orang dengan kepribadian ambivert cenderung lebih fleksibel dalam menghadapi berbagai situasi.
Seorang ambivert umumnya akan menikmati saat dirinya sedang berada pada situasi sosial, layaknya orang dengan kepribadian ekstrovert. Namun, di sisi lain, orang dengan kepribadian ambivert juga membutuhkan waktu untuk dirinya sendiri, layaknya seorang introvert.

Ciri-Ciri Ambivert
Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri ambivert yang perlu Anda ketahui:

  1. Merupakan pendengar dan komunikator yang baik
    Orang-orang dengan kepribadian ambivert umumnya merupakan pendengar sekaligus komunikator yang baik. Mereka tahu kapan waktu yang tepat untuk mendengarkan, dan tahu pula kapan waktu yang tepat untuk berbicara atau mengutarakan pendapat.
    Selain itu, dalam berinteraksi, orang-orang dengan kepribadian ambivert umumnya memiliki kemampuan yang cepat dalam menyesuaikan diri dengan orang atau situasi yang sedang dihadapinya. Hal-hal ini pada akhirnya yang membuat seorang ambivert mudah diterima di segala tempat dan situasi.

  2. Memiliki rasa empati yang tingi
    Memiliki rasa empati yang tinggi juga merupakan salah satu ciri-ciri ambivert. Karena sifat empatinya yang tinggi ini, seorang ambivert kerap dijadikan tempat bercerita oleh orang-orang terdekatnya.
    Biasanya, seorang ambivert akan cenderung mendengarkan masalah yang ada terlebih dahulu, baru, kemudian ia akan mencoba memberi solusi pada masalah tersebut.

  3. Dapat menjadi penyeimbang pada banyak situasi
    Berkat kepribadiannya yang fleksibel, seorang ambivert biasanya akan menjadi penyeimbang dalam banyak situasi dan komunikasi. Ia sering kali membantu memecah keheningan yang membuat situasi menjadi canggung, sekaligus bisa menjaga orang-orang dengan kepribadian introvert tetap nyaman berada di situ.

Ambivert adalah kepribadian yang berada di antara kepribadian introvert dan ekstrovert, jadi orang yang memiliki kepribadian ini biasanya jauh lebih fleksibel dan mudah beradaptasi di berbagai situasi. Ketika berada di keramaian, ia dapat menikmatinya seperti seorang ekstrovert. Namun, ia juga tetap membutuhkan waktu sendiri untuk me-recharge energinya seperti seorang introvert.

Sumber:

Mengenal Ciri-Ciri Ambivert dan Cara Mengembangkannya - Alodokter

Kebanyakan orang hanya mengenal kepribadian extrovert dan introvert, padahal ada juga kepribadian yang dikenal dengan sebutan ambivert. Kepribadian ambivert disebut-sebut adalah campuran dari intorvert dan ekstrovert. Namun, benarkah demikian?

Sesuai dengan penjelasan teman-teman di atas sudah dijelaskan pengertian apa itu ambivert, yaitu kepribadian yang sifatnya extrovert dan juga introvert. Selain ciri-ciri yang sudah disebutkan, ada juga beberapa kelebihan dan kekurangan seorang ambivert. Apa saja?

KELEBIHAN :

  • Memiliki hubungan yang lebih stabil dan sehat.
  • Mempunyai sistem manajemen yang baik.
  • Dapat membaca situasi yang dihadapi dengan baik.

KEKURANGAN :

  • Lebih berusaha unutk menjaga keseimbangand dalam menempatkan diri pada semua situasi, sehingga terkadang seorang ambivert juga bisa mengalami “lelah”.

idea mengenai introvert dan ekstovert mula muncul dari psikiter Swiss yaitu Carl G. Jung pada awal tahun 1900. Dia percaya bahwa beberapa orang ada yang mendapatkan semangat dari luar dan berinteraksi dengan orang lain (ekstrovert) dan beberapa orang lain lebih memilih mendapatkan semangat dari dunianya sendiri dan menghabiskan waktu dengan diri sendiri (introvert).

lalu bagaimana jika kita merasa bahwa kita tidak termasuk pada dua kategori tersebut? itu lah Ambiverts, ambiverts cenderung lebih merasa lebih “ekstrovert” atau “introvert” sesuai bagaimana situasi yang dihadapinya.

beberapa contoh bagaimana kepribadian ambivert:

  1. kamu seorang yang pendengar yang baik tapi juga seorang komunikator yang baik.

  2. kamu memiliki abilitas untuk menyesuaikan kepribadian kamu tergantung situasi yang kamu hadapi.

  3. kamu merasa nyaman berada di berinteraksi dengan orang banyak, namun kamu juga merasa nyaman jika memiliki waktu sendiri

  4. empati datang secara alami kepada kamu

Membaca diskusi teman-teman diatas membuat saya berpikir, sepertinya saya juga termasuk orang dengan kepribadian ambivert :sweat_smile:
Terkadang lebih suka berkumpul beramai-ramai bersama teman, mengobrol panjang lebar, dan berdiskusi banyak hal. Namun ada kalanya ingin menyendiri dan menarik diri dari kehidupan sosial, tidak ingin ditemui dan menemui siapapun, hanya ingin sendirian (meskipun sedang tidak mengalami permasalahan apapun).

Ambivert adalah tipe kepribadian yang merupakan gabungan dari kepribadian introvert dan ekstrovert. Orang dengan kepribadian ambivert cenderung lebih fleksibel dalam menghadapi berbagai situasi. Seorang ambivert umumnya akan menikmati saat dirinya sedang berada pada situasi sosial, layaknya orang dengan kepribadian ekstrovert. Namun, di sisi lain, orang dengan kepribadian ambivert juga membutuhkan waktu untuk dirinya sendiri, layaknya seorang introvert. Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri ambivert yang perlu kita ketahui:

1. Merupakan pendengar dan komunikator yang baik

Orang-orang dengan kepribadian ambivert umumnya merupakan pendengar sekaligus komunikator yang baik. Selain itu, dalam berinteraksi, orang-orang dengan kepribadian ambivert umumnya memiliki kemampuan yang cepat dalam menyesuaikan diri dengan orang atau situasi yang sedang dihadapinya.

2. Memiliki rasa empati yang tingi

Memiliki rasa empati yang tinggi juga merupakan salah satu ciri-ciri ambivert. Karena sifat empatinya yang tinggi ini, seorang ambivert kerap dijadikan tempat bercerita oleh orang-orang terdekatnya.

3. Dapat menjadi penyeimbang pada banyak situasi

Berkat kepribadiannya yang fleksibel, seorang ambivert biasanya akan menjadi penyeimbang dalam banyak situasi dan komunikasi. Ia sering kali membantu memecah keheningan yang membuat situasi menjadi canggung, sekaligus bisa menjaga orang-orang dengan kepribadian introvert tetap nyaman berada di situ.

Summary

Mengenal Ciri-Ciri Ambivert dan Cara Mengembangkannya - Alodokter

Dari situs yang saya baca, dilansir kalau ambivert adalah kepribadian yang bisa mengarah pada ekstrovert ataupun introvert. tergantung dengan situasi seperti apa yang sedang dihadapi. Seseorang yang ambivert biasanya mudah berbaur seperti orang yang ekstrovert, tetapi juga mudah juga untuk menyendiri dan tidak berbicara banyak seperti introvert.