A - Line (Aplikasi Angkot Online )


(Prayogo pangestu) #1

Berangkat dari permasalahan ANGKUTAN KOTA KONVENSIONAL VS ANGKUTAN ONLINE pada akhir - akhir ini dikota Malang dan berakibat demo besar besaran beberapa waktu lalu. Lalu kami memiliki gagasan untuk ide Aplikasi yang menunjang angkutan kota berbasis online. mengapa aplikasi ini dibutuhkan? karena:

  • Angkot memiliki reputasi buruk di kalangan masyarakat
  • Angkutan kota tidak memiliki konsistensi waktu.

  • Suka ngetem sembarangan dan menyebabkan kemacetan

  • Tidak ada pembaruan untuk pelayanan yang mengakibatkan masyarakat kurang nyaman menggunakan angkot

  • Tidak flexible

Namun di samping banyak nya kekurangan dari angkot , angkot memiliki keunggulan dalam hal :

  • Harga lebih murah

  • Angkot Memiliki Harga Flat Price ( Jauh dekat harga sama )

  • Memiliki Jalur yang tetap

Dan dari situlah kita memiliki ide untuk membuat aplikasi untuk membantu angkutan online lebih baik.


(Prayogo pangestu) #2

UBER

Anda pasti tidak asing dengan startup yang satu ini , ya startup yang bergerak di bidang transportasi asal San Francisco, California ini yang menciptakan aplikasi layanan antar jemput yang menggunakan mobil/motor layaknya taksi/gojek dengan penjemputan dan pengantaran sesuai pemesanan.

Tapi apakah anda tahu kalau uber tidak sukses beroperasi di beberapa negara ?

  • Korea Selatan

Dibulan mei 2015 ,pemerintah korea selatan melarang supir mobil pribadi untuk beroperasi layaknya taxi, dan mengemukakan kekhawatiran akan Uber yang tidak memeriksa supir secara menyeluruh, gagal mendapatkan asuransi yang layak, dan memiliki nomor handphone dan kartu kredit yang bocor.
Yang akhirnya membuat CEO Uber Travis Kalanick urung masuk ke negara ini untuk bernegoisasi karena dia sendiri sudah dua kali didakwa oleh kepolisian Seoul atas tuduhan melakukan bisnis ilegal. Kepala Uber Korea berusia 32 tahun tersebut ditahan oleh polisi beserta 27 orang lainnya di bulan Maret lalu. Kejadian tersebut nyaris tidak terduga karena terjadi hampir setahun setelah pihak berwenang di Seoul menyatakan niatnya untuk menggusur layanan web yang melibatkan mobil pribadi, dan menggantinya dengan aplikasi dari mereka sendiri.

  • China

Uber tidak bisa mengimbangi ketika harus bersaing di pasar yang paling penting di luar Amerika Serikat: China. Perusahaan ini mendapat masalah di tengah malam di tanggal 30 April ketika polisi merazia kantor Uber di kota Guangzhou di bagian selatan China. Seorang fotografer dari Guangzhou Daily ikut bersama kepolisian dalam aksi penjarahan tersebut.

Perusahaan ini dituduh menjalankan layanan transportasi ilegal di kota tersebut dengan menjalankan UberBlack, UberX, dan UberXL. Kantor Uber di Chengdu, provinsi Sichuan, juga dirazia oleh polisi beberapa hari setelahnya.Meski begitu, sejauh ini, Uber belum menerima tuntutan apapun.
Razia di China tersebut kemudian diikuti oleh protes menentang Uber yang cukup besar dan kadang anarkis awal bulan ini. Protes ini dipimpin oleh supir taxi resmi di beberapa kota. Namun yang menjadi incaran bukan hanya Uber — mereka juga menyerang aplikasi taxi lokal China, Didi Dache dan Kuaidi Dache.

Protes yang cukup keras dan besar di Guangzhou pada pertengahan bulan Juni membuat Uber harus mengirimkan pesan ke semua supirnya untuk menahan diri dan tidak reaktif. Di negara lain, Uber menyampaikan kepada para supirnya untuk berusaha melakukan protes untuk mengubah hukum yang ada. Tapi di China, Uber lebih memilih untuk tidak melawan — mungkin karena hukum di China yang cukup ketat untuk urusan kenyamanan warga, yang membuat kegiatan seperti protes dilarang.

  • INDIA

Uber awalnya berjalan dengan segala kemudahan di India. Mereka hanya mendapat saingan dari operator sejenis, yaitu OLA. Bahkan berbeda dengan OLA, yang begitu cepat menguasai pasar hingga mencapai 100 wilayah cakupan, Uber hanya mampu menguasai 16 wilayah di India. Permasalahan Uber pertama kali muncul saat ada laporan terjadi pemerkosaan yang dilakukan oleh sopir taksi Uber. Sejak itu pemerintah membuat aturan, Uber harus mendapatkan lisensi radio-taksi dengan memenuhi kondisi seperti memiliki taksi sendiri, menyediakan slot parkir yang ditunjuk dan sebagainya. Namun saat Uber mengajukan lisensi, pemerintah menolaknya. Hingga saat ini, Uber masih beroperasi secara kucing-kucingan di Delhi. Sedangkan OLA semakin berkuasa.

  • JEPANG

Di negara ini, bisnis Uber tersendat. Meski beroperasi sejak tahun 2013, namun perusahaan ini mengalami kesulitan yang luar biasa untuk membuat terobosan ke pasar Jepang. Tokyo memiliki ketersediaan lebih dari 50.000 taksi, empat kali lebih banyak dari New York. Tahun ini, perusahaan taksi terbesar di negara itu, Nihon Kotsu, memukul kembali di Uber dengan meluncurkan kemitraan dengan perusahaan lokal. Layanan ride-Hailing baru, yang disebut Jalur Taxi, merupakan perluasan dari Nihon Kotsu aplikasi yang sudah ada.

Januari 2014, Tokyo Rental Taxi Association juga memperkenalkan layanan aplikasi mobile yang memungkinkan pengguna untuk terhubung dengan sekitar 6.500 taksi di daerah pusat Tokyo. Layanan e-commerce raksasa Jepang, Rakuten, juga memasuki industri dengan membeli saham 11,9 persen di Lyft. Tahun 2014, Kementerian Transportasi Jepang memerintahkan Uber untuk menghentikan proyek percontohan di kota Fukuoka karena melanggar undang-undang melarang layanan taksi tanpa izin.

  • BRASIL

Uber beroperasi di empat kota besar di Brasil sejak tahun lalu, yaitu di Sao Paulo, Rio de Janeiro, Belo Horizonte, dan Brasilia. Penggunaan Uber terus meningkat sepanjang 2015. Bagi konsumen, Uber menjadi preferensi bagi mereka yang menghargai keselamatan, keragaman pilihan pembayaran, dan berbagai promosi.

Sopir taksi di Brasil yang tak terima lalu mengorganisasi diri. Mereka memprotes layanan Uber karena tak membayar pajak, seperti yang mereka lakukan. Dalam beberapa kasus, protes tersebut berujung kekerasan pada sopir taksi Uber. Akhir Juli 2015, terjadi demo besar menentang Uber. Pemerintah kota menanggapi protes dengan berbeda. Di Sao Paulo dan Brasilia,anggota DPRD setuju untuk melarang Uber. Tapi Gubernur Brasilia malah memveto larangan tersebut.

  • PRANCIS

Di negara ini, perusahaan taksi utama di negara tersebut, G7, sudah mengadopsi Uber. Sejak tahun 2012, mereka mengembangkan aplikasi, meminta pengemudi mengenakan jas, dan menetapkan tarif yang sama untuk perjalanan ke bandara. Pemerintah mencoba memblokir layanan Uber. Mereka menerapkan standar ganda. Mengijinkan UberX,yang telah memiliki izin, namun menolak UberPop, layanan murah yang mempekerjakan supir yang tak memiliki lisensi komersial.

Pihak Uber menentang standar ganda pemerintah. Akibatnya, terjadi aksi penentangan besar-besaran dari sopir taksi dan pemerintah. Situasi memuncak pada akhir Juni tahun lalu, saat terjadi demo besar-besaran dan bentrokan antara sopir taksi konvensional dan Uber. Pemerintah Prancis juga tangkap dua Eksekutif Uber dan akan segera mengadili mereka dengan dakwaan melakukan “layanan taksi gelap.” Sementara itu, layanan taksi UberPop ditangguhkan.

  • JERMAN

Uber cenderung kesulitan menaklukkan pasar Jerman. Awal tahun ini, pengadilan daerah berpendapat UberPop telah melanggar hukum Jerman karena pengemudi yang tidak memiliki lisensi untuk transportasi. Pengadilan melarang Uber menjalankan layanan dengan pengemudi tanpa izin dan menetapkan denda untuk setiap pelanggaran peraturan transportasi lokal. Sopir taksi setempat juga melakukan protes. Namun pengelola Uber mengkritik pengadilan Jerman, dan membawa kasus ini ke Komisi Eropa. Saat ini, keluhan pengemudi sedang diselidiki oleh Komisi Eropa.

Sumber :
Viva
techinasia.com


(Tito Akbar Bagaskara) #3

Kegagalan Easy Taxi Menaklukkan Pasar Indonesia

Easy Taxi? tentu aplikasi online ini masih asing untuk beberapa orang, apalagi di Indonesia. aplikasi ini memang kalah pamor dari para pesaing nya. Easy Taxi memang lebih mencari pasar di negara berkembang, namun nampaknya Easy Taxi tidak bisa meneruskan bisnis nya di pasar Indonesia ada beberapa faktor mengenai kegalalan nya di bawah ini ada penjelesan mengapa Easy Taxi gagal menaklukan pasar Indonesia.

Kegagalan Easy Taxi Menaklukan Pasar Indonesia

Minggu lalu kami mendengar kabar bahwa Easy Taxi mengurangi skala operasinya di Indonesia dan sejumlah negara lain di Asia untuk fokus ke pasar-pasar yang lebih menjanjikan. Berita ini muncul hanya enam bulan setelah peluncuran resminya di Jakarta. Ada apa dengan bisnis Easy Taxi yang membuat persaingan aplikasi transportasi di Indonesia praktis menjadi arena duel GrabTaxi dan Uber?

Menurut informasi yang kami terima dari Global PR Manager Easy Taxi Thainá Protta, pihaknya mengkonfirmasi pengurangan skala operasi di Indonesia, Hong Kong, Pakistan, dan Taiwan untuk fokus ke pasar lainnya. Meskipun demikian, aplikasi Easy Taxi akan terus beroperasi, termasuk di Indonesia, sesuai dengan level servis yang diharapkan.

Penutupan bisnis startup, atau bagian startup, yang didukung oleh Rocket Internet bukanlah hal yang aneh. Di kawasan ini, mereka pernah melakukannya dengan OfficeFab dan Pinspire. Sudah menjadi pakem bahwa Rocket Internet mengharapkan setiap cabang bisnis yang dibukanya menjadi pemimpin dalam kategorinya, atau setidaknya menuju arah tersebut, dalam enam bulan setelah diluncurkan. Sudah jelas bahwa Easy Taxi di Indonesia tidak mencapai target tersebut atau tidak berpotensi untuk memberikan hasil sesuai dengan arahan awal.

Saat memasuki pasar Indonesia, Easy Taxi mencoba menggandeng sejumlah perusahaan taksi lokal. Mereka bahkan mengajak perwakilan TaxiCab saat acara peluncurannya. Dalam wawancara kami dengan Managing Director Easy Taxi Indonesia Usman Lodhi di artikel terdahulu, ia mengakui menaklukkan pasar Indonesia tidaklah mudah.

Indonesia dengan pasar yang luas dan sangat beragam diakui Usman memiliki tantangan memiliki tantangan sendiri. “Berbeda dengan Singapura, pengemudi taksi di sana memiliki smartphone bahkan bisa dua. Di Indonesia banyak pengemudi taksi yang belum menggunakan smartphone, tidak tahu caranya. Jadi kami harus memberikan pelatihan, termasuk menyediakan smartphone untuk mereka. Kami bantu menyediakan smartphones bagi pengemudi dengan harga yang terjangkau oleh mereka,” lanjutnya.

Usman pun masih mengakui bahwa untuk mengenalkan Easy Taxi, khususnya di Jakarta, media sosial menjadi alat yang sangat penting. Jadi ia masih mengandalkan media sosial untuk menarik banyak pengguna, mengadakan offline event, dan juga percaya akan kekuatan word of mouth. “Pengguna yang puas dengan layanan bagus pasti akan menyebarkan dengan teman-temannya,” lanjutnya.

Untuk segmen ini, ternyata strategi yang diterapkan Easy Taxi belum tepat. Easy Taxi tidak sejor-joran GrabTaxi dalam melakukan promosi ataupun memberikan insentif bagi pengemudi taksi. Satu-satunya promosi Easy Taxi yang saya tahu adalah promosi gratis naik taksi di bulan September. Dengan budget yang lebih terbatas, Easy Taxi pun kehabisan bahan bakar.

Menarik jika kita menilik perbincangan Pitra Satvika dengan seorang pengemudi taksi yang memanfaatkan GrabTaxi sebagai perangkatnya. Selain sering memberikan promosi untuk konsumen, GrabTaxi juga cukup royal memberi insentif bagi pengemudi taksi. GrabTaxi, seperti kita ketahui, baru saja memperoleh pendanaan raksasa senilai $250 juta dari Softbank.

“Pak, emang dapet bonus apa sih? Kok kayaknya niat banget minta saya registrasi?”

“Buat penumpang kan bonus Rp.15.000 dari voucher. Nah, buat saya dapet bonus Rp.20.000,” katanya.

Owalah, pantesan aja. Sambil jalan dia juga cerita kalau ada temannya yang bahkan punya tabungan komisi di Grab Taxi sampai 9 juta

Pada akhirnya, ini masalah strategi pemasaran dan kekuatan budget. Operasional Easy Taxi di Indonesia tidak seagresif GrabTaxi dan tidak memiliki budget yang cukup untuk bersaing dengan GrabTaxi yang memang memfokuskan operasionalnya di kawasan ini. Ketimbang membuang-membuang uang dan tidak bisa menang, Rocket Internet memilih untuk menutup atau mengerdilkan operasionalnya di suatu negara, termasuk di Indonesia.


(Rasyid Asis Perdana) #4

Kenapa kamu harus pakai GOJEK ?


jika kamu tinggal di Indonesia khususnya dikota Jakarta,kamu harus memiliki transportasi yang mudah,cepat dan tentunya aman. Nadiem Makarim pada saat itu memikirkan hal serupa transportasi apa yang dapat mendukung kriteria tersebut maka pria kelahiran 4 Juli 1984 membuatlah Startup Go-Jek. ya sebuah aplikasi berbasis mobile dipadukan dengan “tukang ojek”.

Nadiem Makarim


Lahir pada 4 Juli 1984. Menghabiskan waktu di luar Indonesia untuk belajar, Nadiem lulusan Harvard University memutuskan untuk pulang ke Jakarta dan bekerja dengan McKinsey & Company Consultant selama 3 tahun kemudian melanjutkan perjalanan karirnya menjadi Co-founder dan Managing Editor dari Zalora Indonesia dan juga sebagai Chief Innovation Officer di Kartuku secara bersamaan, sebelum akhirnya ia memutuskan untuk membuat StartUp, Go-Jek.

lalu, kenapa kamu harus beralih ke Go-Jek?

  • Tidak perlu harus kejalan, tunggu diruangan dan ojek siap menjemput.
    Yap, download aplikasi Go-Jek via smartphone kamu lalu login di aplikasi tersebut dan pesan Go-Ride dengan mengisi lokasi penjemputan dan arah tujuan. tunggu beberapa saat hingga Driver atau “tukang ojek” mengkonfirmasi kamu dan Go-jek siap mengantarkan kamu.

  • Transparansi harga.
    Jika kamu sudah mengisi lokasi penjemputan dan arah tujuan. harga langsung tertera didalam aplikasi, tidak perlu tawar menawar lagi bukan?

  • Save riding!
    setiap kamu menggunakan Go-jek, kamu akan dipinjamkan Helm dan diberikan masker & penutup kepala.

  • Butuh makan, tiket nonton, belanja kebutuhan rumah, atau titip barang? lewat Go-Jek juga bisa kok.
    selain kamu bisa minta antar layaknya “tukang ojek” didalam Go-jek, Go-Jek juga menawarkan beberapa akomodasi lain seperti

    • Go-Car: Sistemnya sama seperti Go-Ride, hanya saja Go-Car menggunakan mobil,lebih nyaman bukan?
    • Go-Food: Kamu bisa membeli makanan kesukaan kamu lewat fitur ini,Driver membelikan dan diantarkan langsung ke tempat kamu.
    • Go-Mart: Butuh barang di supermarket tetapi tidak sempat keluar? pesan via Go-Mart untuk barang barang diluar makanan.
    • Go-Send: ini merupakan fitur dimana kamu bisa menitipkan barang kamu via Driver Go-Jek menuju tempat tujan kamu.
    • Go-Tix: Tidak perlu antri lagi untuk membeli tiket bioskop atau konser,cukup pesan via Go-Tix dan tunggu beberapa saat hingga Driver mengkonfirmasi dan mengantarkannya ketempat kamu.

(Aldy Rakhman Kurniawan) #5

Grab

Grab adalah salah satu perusahaan angkutan online yang mulai beredar di berbagai belahan dunia. Grab awal mulannya mengembangkan plaform produknya pada tahun 2012. Anthony Tan adalah pendiri dari Grab, menyusun rencana bisnis serupa dengan Uber. Bermula ide dari temannya tentang susahnya mendapatkan taxi di negara Malaysia. Ia mulai berpikir apakah ada yang salah dengan sistem taksi. Hal tersebut yang mendorong Anthony membangun Grabtaxi(sebelum menjadi taxi).

Sumber : CNN

Beberapa tahun kemudian Grab mulai menguasai sebagian besar di Asia Tenggara. Kantornya berpusat di Singapura ini, mulai merubah namanya dari Grabtaxi menjadi Grab. Grab pun mendapatkan investasi dari peruhaan besar lainnya. Hal tersebut membuat Grab masuk ke Amerika untuk bersaing dengan Uber. Lalu di Indonesia sendiri, membuat layanan ojek bersaing dengan Gojek.

sumber: CNN

Makin lama perkembang ada beberapa kendala serangan dari berbagai pihak khususnya di Indonesia. Tetapi Grab di Indonesia tidak tinggal diam, Grab membela bahwa Grab beda dengan uber karena perusahaannya memiliki rekor kerja sama yang baik dengan pemerintah. Dia memastikan telah beroperasi secara legal di semua negara. Grab mulai menyesuaikan diri, buktinya di jakarta tedapat kebijakan ganjil genap tetapi Grab memiliki strategi menyesuaikan algoritma khusus. Master plan 2020 yaitu Grab 4 Indonesia akan memberikan kesempatan bagi masyarakat Indonesia untuk beralih ke ekonomi digital. Roadmap 2020 ‘Grab 4 Indonesia’ mencakup tiga pilar investasi utama – talenta di bidang teknologi, technopreneurship, dan pembayaran mobile. Komitmen investasi ini seiring pertumbuhan bisnis sebesar 600% di tahun 2016 untuk layanan GrabCar dan GrabBike di Indonesia.

Sumber :

  1. Website Grab

  2. Berita Grab di CNN

  3. Berita Grab di liputan6


(Prayogo pangestu) #7

Berarti di bisnis yang akan kita buat sebuah ide produk banyak pro kontranya ya ?
Yang aku lihat dari beberapa kegagalan mereka , ya mereka mengambil pasar usaha sebelumnya , yang sebelumnya pasar kendaraan umum konvesional , mereka ambil , dan menjadikan bisnis yang lebih modern , dan lebih banyak digemari kebanyakan orang. Ada usulan nggak buat A -Line kita bisa di sukai semua orang ?


(Aldy Rakhman Kurniawan) #8

agar di sukai orang mungkin dengan cara memberikan informasi kepada masyarakat kelebihan naik angkutan umum dengan angkutan online lainnya. misal mengurangi kemacetan, meningkatkan perekonomian supir angkutan umum, jauh dekat harga sama (asal sesuai jalur), dll. Lalu mulai promosikan ide kita “Aline” sebagai pendukung kemudahan naik angkutan umum


(Prayogo pangestu) #9

mantap boskuw , Great idea !
Berarti kita harus gencar dalam mempromosikan hal ini , ya bener ,padahal jika semua orang lebih memilih angkutan umum itu dapat mengurangi kemacetan dan pastinya lebih ekonomis


(Rasyid Asis Perdana) #10

Bagaimana kalau ditambahkan mode pembayaran E-Money yang langsung terintegrasi dengan Driver? karena menurut Bisnis Indonesia.com saat ini banyak masyarakat beramai - ramai beralih ke E-Money untuk sistem pembayaran mereka.


(Tito Akbar Bagaskara) #11

klo menurutku agar disukai kita harus bisa meyakinkan masyarakat dengan tepat, agar mereka bener-bener mau gitu naik angkot. kita bisa contoh cara nya gojek menarik para driver nya dengan turun langsung ke lapangan untuk meyakinkan para driver untuk join di gojek. nah klo kita bisa tanyain satu-satu ke masyarakat tapi difokuskan dulu mungkin pengguna angkot nya apakah itu pelajar atau orang tua, nah pas itu kita mulai deh jelasin kelebihan nya kayak yang aldy bilang.


(Aldy Rakhman Kurniawan) #12

Selain itu mungkin dibantu dengan fitu-fitur pendukung untuk menarik bahkan memudahkan pekerjaan manusia seperti yang sampaikan Rasyid.
Lalu fiturnya bisa di tambahkan live position dari angkutan umum itu sendiri. Jadi kita bisa tau angkutan umum pada jalur tertentu masih jauh dari kita atau tidak. Lalu diberikan reminder warning atau pemberitahuan jika sudah dekat


(Rasyid Asis Perdana) #13

Nah untuk fitur Live position kita bisa manfaatin API Google Maps. kan lumayan cukup lengkap tuh Maps dari Google


(Tito Akbar Bagaskara) #14

coba di bikin point ya berarti fitur kita :

  1. Live posistion
  2. emoney

selain itu menurutku bisa tambah kolom untuk komplain masalah, karena fasilitas publik ini suka ga jelas klo kita mau komplain . dan untuk e money klo bisa sih kita tentuin jg mau bank nya apa?


('') #15

pengalamanku naik angkot itu yang bikin kesal adalah angkot suka menunggu hingga angkot dia penuh. waktu aku pernah nunggu hampir 1/2 jam-an. waktu nunggu sempat ada angkot lain dengan sama jalur lewat, tapi karena sudah masuk angkot itu aku ngga enak sama bapaknya untuk ganti angkot.

jadi usulanku bikin angkot itu punya jadwal. mulai jadwal angkot datang ditempat tunggu, lama angkot itu nunggu disana dan kapan angkot itu mulai jalan. sehingga penumpang tau pasti kapan dia sampai ke tempat tujuan…


(Himawat Aryadita) #16

Kalau masalahnya ada pada sikap seseorang, maka solusinya adalah bagaimana orang-orang tersebut dapat berubah.

Di beberapa negara maju, transportasi umum dikelola oleh negara dan tenaga kerja (sopir) mendapatkan gaji dari negara.

Karena sopir mendapatkan gaji, maka mereka tidak terlalu memusingkan setoran yang harus dibayarkan kepada pemilik angkutan kota, sehingga mereka bisa tertib dalam meng-alokasikan waktu tempuh perjalanan.

Kalau di Indonesia, modelnya seperti Trans Jakarta.

Mengingat angkutan kota di negara maju dikelola oleh negara atau perusahaan besar,maka sistem informasi terkait angkutan kota tersebut dapat diintegrasikan dengan baik.

Sebagai contoh, sistem informasi angkutan umum di Jerman sudah menjangkau seluruh negara, dan semua angkutan umum (kereta cepat, kereta jarak jauh, kereta subway, kereta dalam kota, bis) sudah terintegrasi dengan baik.

Sebagai contoh, apabila anda dari Alun-alun kota Malang ingin ke alun-alun kota surabaya, maka sistem akan memberikan informasi moda transportasi apa saja yang harus anda ambil, termasuk kode dan jadwal moda transportasinya, hingga informasi estimasi waktu sampai di alun-alun surabaya.

Berikut gambar tampilan hasil pencarian transportasi dari satu tempat ke tempat lain,

Berikut website sistem angkutan umum di Jerman. Juga terdapat versi aplikasi native mobile (Android dan iOS)

Yang paling menarik dari sistem informasi tersebut adalah informasi jadwal kedatangan kita di suatu tempat (selalu tepat), sehingga kita bisa merencanakan perjalanan kita dengan tepat (apabila ada keperluan atau janjian)


(Prayogo pangestu) #17

Persis seperti yang kita harapkan pak , ternyata sudah ada hehe , A - line ini memiliki tujuan agar pendatang baru yang tidak mengenal malang atau pun masyarakat malang dapat terbantu dengan memberikan informasi terkait angkot apa saja yang bisa di gunakan ke tujuan dan dengan fitur live position kita bisa tahu posisi angkot yang terdekat


(Ryan Pranata Trido) #18

boleh tau perkembangan sampai mana projek ini ?? atau sudah stop di teori aja blum sampai praktek ?? saya mau mencoba ikutan projek ini