5 Teknologi Baru untuk Perawatan Gigi dan Mulut

Apa yang biasanya jadi alasan untuk Anda datang ke dokter gigi? Apakah karena sakit gigi? Atau masalah gigi lain? Atau hanya sekedar check-up?

  1. High-tech X-ray
    Bagi Anda yang membayangkan X-ray atau rontgen adalah model tulang di atas lembaran hitam putih, sekarang bayangkan model gigi Anda yang berada di atas lembaran tersebut. Banyak dokter gigi yang sudah mulai memakai X-ray digital untuk menggantikan penggunaan radiografi tradisional. X-ray digital lebih cepat dan lebih efisien dibandingkan dengan radiografi tradisional.
    Bagaimana cara kerja x-ray digital?
    Pertama-tama, x-ray digital menggunakan sensor elektronik atau piring fosfor yang diletakkan di mulut pasien untuk mengambil gambar. Gambar digital ini nantinya dipindai ke komputer. Para dokter gigi nantinya bisa menyimpan gambar digital ini di komputer untuk dibandingkan dengan gambar sebelumnya, atau gambar yang akan diambil di masa datang untuk melihat kesehatan gigi Anda dari masa ke masa. Dan karena bantuan sensor dan piring fosfor yang sensitif terhadap X-ray, dosis radiasi dapat berkurang banyak.
    Apa kegunaan X-ray digital?
    X-ray digital dapat digunakan untuk mencari apakah ada gigi yang berlubang, selain itu, X-ray digital ini dapat melihat kekuatan tulang di bawah gigi yang menyokong gigi. Para dokter gigi juga bisa menggunakan teknologi ini untuk melihat tempat peletakkan implan. Implan gigi adalah memasukkan gigi artifisial ke dalam implant (yang terbuat dari titanium) yang diletakkan di rahang. X-ray digital juga dapat digunakan untuk membantu dokter gigi ahli saluran akar gigi untuk melihat apakah si dokter gigi ini sudah membersihkan saluran tersebut secara bersih seluruhnya selama prosedur berlangsung.
  2. Laser untuk mendeteksi gigi berlubang
    Biasanya, dokter gigi menggunakan alat yang disebut “explorer” untuk melihat apakah ada gigi berlubang di gigi pasien. Alat tersebut digunakan dengan cara diletakkan secara bergantian di gigi Anda selama check up. Bila alat tersebut menyangkut di salah satu gigi Anda, dokter gigi akan melihat lebih teliti dibagian gigi tersebut untuk melihat apakah ada tanda-tanda gigi berlubang.
    Saat ini, banyak dokter gigi yang meninggalkan alat “explorer” ini dan beralih ke diode laser, teknologi canggih yang dapat mendeteksi dan menghilangkan gigi berlubang. Laser ini dapat digunakan untuk melihat apakah ada kerusakan di gigi Anda. Setelah itu, dokter gigi dapat memilih, apakah si dokter gigi akan mengontrol gigi tersebut, atau membandingkan level kerusakan gigi tersebut dengan pemeriksaan-pemeriksaan berikutnya, atau menganjurkan untuk menambal gigi berlubang tersebut.
    Bagaimana cara laser ini bekerja?
    Ketika gigi yang sehat terekspos dengan gelombang pada diode laser, gelombang tersebut tidak menampilkan warna pada monitor, sehingga di monitor terlihat gelombang yang rendah. Akan tetapi, bila ada gigi berlubang, maka gelombang akan menampilkan warna pada monitor sesuai dengan tingkat kerusakan gigi Anda. Semakin rusak gigi Anda, semakin tinggi gelombang yang terlihat di monitor.
    Diode laser ini tidak selalu hanya mendeteksi gigi yang sudah terlihat jelas berlubang, bisa juga laser ini mendeteksi kerusakan gigi terlebih dahulu sebelum terlihat. Perlu diingat bahwa alat ini tidak bisa menggantikan X-rays. Laser ini hanya dapat mendeteksi kerusakan gigi pada permukaan gigi. Sedangkan untuk mendeteksi kerusakan di bagian tengah atau dalam gigi, maka harus menggunakan X-rays.
  3. Teknologi computer-assisted design (CAD)/computer-assisted manufacture (CAM)
    Alat ini berfungsi untuk mempercepat proses pembuatan dan pemasangan gigi palsu. Biasanya, kalau pasien butuh gigi palsu, maka dokter gigi harus membuat cetakan gigi Anda lalu memberikan gigi palsu sementara. Setelah menunggu beberapa waktu, baru Anda dapat mendapatkan gigi palsu yang permanen. Dengan teknologi CAD/CAM ini, gigi Anda dapat diberi lubang untuk memberi tempat untuk gigi palsu dan langsung difoto oleh komputer. Gambar yang diambil tersebut lalu dipindai oleh mesin yang langsung membuat gigi palsu saat itu juga. Jadi, Anda dapat menghemat waktu untuk memasang gigi palsu tanpa perlu bolak-balik beberapa kali ke dokter gigi.
  4. Perawatan untuk gigi patah
    Kalau gigi Anda patah, saat ini teknologi dapat membuat gigi Anda diperbaiki dengan tetap terlihat natural dibanding dengan teknologi-teknologi sebelumnya. Saat ini, bagian gigi yang patah akan dilapis dengan resin, yang terlihat lebih berkilau dan lebih tahan lama dibanding dengan bahan yang digunakan untuk perbaikan gigi patah sebelumnya. Biasanya, dokter gigi akan melapiskan resin di gigi yang patah untuk merekatkan dan memperbaiki gigi yang patah. Karena warna resin memiliki range yang cukup banyak, resin ini dapat menyatu dan terlihat mirip dengan warna asli gigi.
  5. Pasta gigi yang dapat mengembalikan mineral yang hilang
    Pasta gigi yang bisa berfungsi untuk mengembalikan mineral yang hilang, membantu menanggulangi gigi berlubang, dan mengobati sensitivitas gigi Anda ketika tidur ini sudah dapat dibeli secara online atau dari distributor di dokter gigi spesialis. Produk ini diprediksi akan dijual di supermarket akhir tahun ini.
    Apa bedanya pasta gigi ini dengan pasta gigi biasa?
    Pasta gigi ini mengandung BioMInF. BioMInF ini sendiri berfungsi untuk mengeluarkan kalsium, fosfat, dan fluoride secara bertahap selama 8-12 jam untuk membentuk mineral fluorapatite. Fluorapatite ini berfungsi untuk membangun, menguatkan, dan melindungi struktur gigi. Fluoride yang dikeluarkan secara bertahap juga bermanfaat untuk menanggulangi gigi berlubang. Berbeda dengan pasta gigi biasa yang kandungan fluoride-nya tidak lagi bekerja secara efektif setelah 2 jam gosok gigi. Professor Robert Hill dari Queen Mary, University of London yang memimpin penemuan BioMInF ini menyatakan bahwa pasta gigi ini dapat membantu gigi Anda untuk lebih kuat ketika “bertemu” dengan minuman seperti jus buah dan soda, atau memakan atau meminum produk yang dingin.