Yuk mengenal tumbuhan mengkudu

Kawasan Asia Tenggara memang menjadi pusat dari beragamnya sumber daya flora. Karakteristik wilayah yang tropis dan subur menjadikan Asia Tenggara sebagai penghasil buah-buahan yang memiliki kandungan zat dan vitamin yang tinggi, salah satunya adalah mengkudu.

Mengkudu merupakan salah satu tanaman obat yang paling banyak peminatnya. Penamaan lokalnya pun bermacam-macam seperti eodu, lengkudu, bangkudu, bakudu, pamarai, mangkudu, beteu (Sumatera), kudu, cangkudu, pace, kemudu (Jawa), tibah, wungkudu, ai kombo, manakudu, bakudu (Nusa Tenggara), mangkudu, wangkudu, labanau (Kalimantan), baja, noni (Sulawesi).

Berdasarkan hasil penelitian ilmiah terbukti bahwa hampir di seluruh bagian tanaman mengkudu mengandung metabolik sekunder (senyawa bermolekul kecil) yang berguna untuk pengobatan dan kesehatan manusia. Senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam tanaman mengkudu diantaranya alkaloid dan antrakuinon yang berfungsi sebagai antibakteri dan anti kanker (Rukmana, 2002).

Tanaman mengkudu yang ada di Indonesia terbagi menjadi 6 jenis (Heyne, 1987) yaitu Morinda citrifolia L , Morinda eliptica , Morinda bracteaca , Morinda speciosa , Morinda linctoria , dan Morinda oleifera . Dari spesies-spesies tersebut, yang paling umum dimanfaatkan adalah M. citrifolia L atau yang dikenal sebagai mengkudu Bogor.

Menurut Buletin Plasma Nuftah (2006), sejak tahun 1998 di kawasan Jabotabek telah tumbuh sekitar 50 perusahaan pengolah buah mengkudu, baik perusahaan skala besar maupun skala rumah tangga. Bahkan di Bogor terdapat satu perusahaan pelopor produk sari buah mengkudu yang sudah sangat terkenal di seluruh Indonesia hingga di manca negara.

Mengkudu merupakan tanaman tropis dan liar. Secara morfologi dan fisiologi, mengkudu termasuk jenis tanaman yang rendah dan umumnya memiliki banyak cabang dengan ketinggian pohon sekitar 3-8 meter di atas permukaan tanah serta tumbuh secara liar di hutan-hutan, tegalan, pinggiran sungai, dan di pekarangan.

Mengkudu dapat tumbuh di berbagai tipe lahan dan iklim pada ketinggian tempat dataran rendah sampai 1.500 m diatas permukaan laut dengan curah hujan 1500– 3500 mm/tahun, pH tanah 5-7, suhu 22-30° C dan kelembaban 50-70% (Rukmana, 2002).

Buah mengkudu berbentuk bulat sampai lonjong, panjang 10 cm, berwarna kehijauan tetapi menjelang masak menjadi putih kekuningan (Djauhariya, 2003). Tipe mengkudu yang ukuran buahnya besar apabila sudah masak buah langsung jatuh. Sebaliknya, tipe yang buahnya berukuran kecil dan rasanya pahit setelah masak, buahnya tidak langsung jatuh masih kuat menempel di pohon.

Daun mengkudu merupakan daun tunggal berwarna hijau kekuningan, bersilang hadapan, ujung meruncing dan bertepi rata dengan ukuran panjang 10-40 cm dan lebar 15-17 cm (Heyne,1987). Bunga mengkudu berwarna putih, berbau harum dan mempunyai mahkota yang menyerupai bentuk terompet.

Mengkudu memiliki nilai jual yang tinggi. Seiring berkembangnya jaman maka pengolahan tanaman mengkudu pun menjadi lebih inovatif atau ‘kekinian’. Bahan baku tanaman mengkudu diolah agar dapat dikonsumsi secara praktis oleh masyarakat luas, misal dari hasil fermentasinya dimasukkan ke dalam botol kemasan (jus dan sirup mengkudu), ada lagi yang dijadikan permen herbal, lalu dijadikan sebagai ‘kopi mengkudu’ yang terbuat dari campuran bubuk mengkudu, teh celup mengkudu, kemudian ada juga yang dijadikan sebagai selai mengkudu.

Dari kalian mau menambahkan???

Izin menambahkan, menurut saya buah mengkudu memiliki banyak khasiat bagi kesehatan. Namun dalam pemanfaatannya buah mengkudu juga tidak baik bila dikonsumsi jangka panjang akibat kandungan kalium yang tinggi dapat merusak kerja fungsi organ hati.

Menurut penelitian, Otoritas Keamanan Makanan Eropa (EFSA) tahun 2009, menegaskan bahwa mengonsumsi jus buah mengkudu yang berlebihan dapat meningkatkan sensitivitas tertentu untuk efek hati.

Lalu untuk mengatasinya, kita dianjurkan untuk berkonsultasi kepada dokter terlebih dahulu dan dijadikan sebagai obat alternatif pengganti obat-obatan kimia namun masih dalam dosis tertentu.

Sumber : https://www.google.com/amp/s/www.sehatq.com/artikel/adakah-bahaya-buah-mengkudu-untuk-kesehatan/amp

1 Like

Mau menambahkan nih, ternyata buah mengkudu juga bisa diolah menjadi makanan yg lezat & bergizi, misalnya dijadikan kerupuk, es krim, bolu, rujak dan cicah (makanan khas Aceh) mengkudu.

Sumber: https://www.idntimes.com/food/dining-guide/fransisca-12/6-olahan-mengkudu-ini-lezat-dan-penuh-gizi-c1c2

1 Like