Yang Kekal Kenangan, bukan Luka


Sumber Gambar: saatchiart.com

Di sepanjang jalan menuju entah
aku diusik berbagai kenang atasmu
tentang malam saat kita menangkap kunang-kunang
juga sore ketika kuning-kuning daun mendarat manis di keningmu.

Tetapi, begitu sadar kini aku sendiri
ingatan itu memudar
berganti dengan memori pahit pada suatu pagi yang nelangsa
ketika kau pergi tanpa mengucap sepatah pun selamat tinggal.
Sekuat tenaga aku berlari dan memanggil
setega itu kau tak berpaling
menyisakan tanda tanya besar di kepalaku yang seketika dipenuhi abu-abu.

Andai bisa
ingin kuhapus rekaman kisah kita di kepala
yang bahagia, pun yang menyedihkan.
Namun, sekalipun otakku berhasil
tampaknya hatiku tetap akan menyimpan sakit
sebab telanjur berharap banyak pada janji-janjimu yang nihil.

Mungkin, upayaku gagal
kenangan tentangmu akan kekal.
Tetapi paling tidak
aku masih punya harap untuk berdamai dengan waktu
membiarkan detik, menit, jam, hari, bulan, pun tahun sebagaimana mestinya berlalu.
Aku percaya
meski bekasnya tak bisa musnah
setiap luka
sekalipun nganga
pasti menutup tanpa kita pernah sadar.