Would the life be better without love?

  Malam semakin larut,pukul 2 dini hari gedung 5 ruangan itu telah sunyi,penghuninya lelap dalam mimpi masing masing,tersisa 2 remaja putri yang masih terjaga di salah satu ruangan di bagian belakang gedung,dua remaja putri itu masih komat kamit dengan gerakan tangan yang anggun.Mereka berdua sedang menghafalkan puisi yang akan ditampilkan di acara isra' mikraj besok pagi."udh deh Ri sampai disini aja,sudah terlalu larut,ayo kita tidur" ucap salah satu dari mereka."iya kal" jawab seseorang yang dipanggil Ri itu sambil mengetuk notifikasi pesan yang muncul di layar ponselnya.
 Ri lalu membaca pesan yang hanya berisikan satu huruf "P" saja. siapa sih,gumamnya lirih.spontan ia mengecek profil si pengirim pesan,Ri terkejut melihat nama yang tertera di pojok profil,"ya ampun jadi si ammad benar benar memberikan nomor wa ku ke temannya" gumamnya lirih.jantungnya berdebar,ia baca berulang ulang huruf itu sebelum kemudian dengan tangan bergetar ia memutuskan untuk membalas pesan itu,"P" kirimnya kembali 8 menit kemudian.
  (srakkkkkkkkkkk) buku buku dan beberapa barang lain berjatuhan dari atas meja."Argghhhh..kenapa sih aku harus mengingat hal itu" Ri setengah berteriak,nafasnya tersengal.ingatan itu muncul begitu saja setelah ia membaca notifikasi pesan dari ibunya.ia melirik jam dinding,pukul 11 malam,ia harus tidur,Ri kemudian beranjak tidur

“bepp bepp”…pukul 4.00 ponsel Ri bergetar,Ri terbangun dari tidur lelapnya.pukul 4 pagi,mungkin memang terlalu dini untuk mengawali hari,tapi sepertinya sekolah berasrama dulu membuatnya terbiasa memulai kegiatan sepagi ini.ia lalu beranjak ke kamar mandi menghidupkan keran air dan membasahi tangan,berkumur,membasahi hidung,wajah,rambut dan kakinya.setelah itu ia menggelar kain persegi panjang berwarna biru tua,mengenakan kain penutup seluruh tubuh kecuali wajahnya,dan berdiri diatas bentangan kain persegi sambil mulutnya berkomat kamit,ia berdiri,tersungkur,duduk,lalu berdiri lagi.setelah melakukan semua itu ,kemudian ia membaca sebuah kitab berbahasa arab sampai menjelang fajar.
Pagi ini mentari sempurna bertengger diufuk timur,“mbak Ri ya?” seorang berjaket hijau menyapa seorang gadis dari atas motornya "iyaa pak,ayo berangkat pak"jawab Ri sambil bersiap menaiki motor.Ri akan pergi bekerja,ia menaiki sebuah ojek online yang telah ia pesan sebelumnya.Ri bekerja sebagai seorang guru di sebuah sekolah yang terletak di pinggiran kota,Ri baru mulai Mengajar hari ini,ia belum tau bagaimana keadaan di sekolah tempat ia mengajar,akses menuju ke sekolah itu sedikit sulit,Ri harus berjalan kaki melewati sebuah perkampungan yang begitu padat,disepanjang jalan terdapat banyak pengemis ,banyak anak anak yang tidak bersekolah,tapi entahlah Ri begitu santai melewati mereka semua,tak terbersit sedikitpun rasa iba di dalam hatinya.ia bahkan mengutuk dalam hati,bagaimana bisa ia di tugaskan di tempat seperti ini.
Setelah berjalan agak lama akhirnya Ri sampai di sekolah tempatnya mengajar, Ri setengah hati mengajar di tempat ini,tak ada senyum tulus yang terpancar dari wajahnya.Ri langsung mengajar setelah sedikit perkenalan,Ri mengajar di kelas 3,Ri sangat tidak suka mengajar disini,ia ketus menjawab pertanyaan anak anak yg antusias ingin belajar,bahkan ia sempat membentak anak anak itu ketika mereka ribut.yang tambah membuatnya kesal adalah saat pulang mengajar ia harus melewati perkampungan padat itu lagi.

"Argghhh buruk sekali nasibku"keluh Ri sambil menghempaskan badannya ke kasur.pukul 8 malam,Ri baru bisa merebahkan badan setelah sibuk seharian.“beeep beppp” ponselnya bergetar,kali ini bukan alarm,melainkan sebuah pesan masuk ke ponselnya,Ri membuka pesan itu,pesan itu dari ibunya,pesan yang sama seperti yang membuatnya kesal kemarin malam…“apalagi ini”.
sebuah mobil sedan mendarat di rumah yang berhiaskan tenda putih, dibawah tenda itu terdapat beberapa meja dan kursi yang tertata rapi,dari dalam mobil keluarlah seorang pria paruh baya beserta istri dan kedua anak perempuannya.

"Eehh Agus sudah sampai,ayoo masuk masuk,Ami sama anak anak uwak jugaa ayo silahkan masuk"seorang perempuan berusia sekitar 55 tahun berjalan menghampiri orang orang yang baru keluar dari dalam mobil.

“iyaa mbak yu,” jawab seseorang yang dipanggil Agus itu.Mereka berjalan masuk ke rumah sambik sedikit berbincang bincang,sepertinya mereka semua sudah lama tidak bertemu.semuanya berjalan masuk kerumah dan akhirnya berhenti di depan pintu sebuah kamar"ini kamar kalian yaa,ini untuk Ami dan anak anak,Agus kalau mau tidur diluar saja,bareng bareng sama kakang mu".Jelas wanita 55 tahun itu.“iya mbak yu,yaudah aku tak istirahat sebentar,nanti baru bantu bantu”.
“iyaaa,mbak tinggal ke dapur dulu yaaa”.
“nggih mbak yu”.
“Ri,tolong bantu ibu bereskan ini”.
" iya bu"
“bep bepp” ponsel Ri berbunyi,sebuah pesan masuk ke ponselnya,ia membuka dan membacanya
“Ri,abang lagi dijalan mau ke tempat Ri,tunggu abang disitu ya Ri”

 Wajah Ri bersemu membaca pesan itu,Ri tak membalas,Ri melanjutkan pekerjaannya membereskan barang barang."Ri ada yang mencari,uwak suruh dia tunggu di depan"."iyaaa uwak,Ri keluar".Ri keluar dengan hati riang,ia tak langsung menemui orang yang menunggunya,ia bersembunyi di sebalik dinding terlebih dahulu,saat orang yang akan ia temui itu lengah baru kemudian ia keluar dan mengetuk pelan meja yang ada di depan orang itu,demi melihat orang yg ia temui itu terkejut Ri terkekeh meledek.

"Ya ampuunn…huhhh huhhh… “Ri terbangun dari tidurnya,ia berkeringat,nafasnya tersengal"kenapa sih harus mimpiin itu,gumam Ri” ia kesal,seakan akan mimpi yang baru saja dialaminya itu adalah mimpi buruk,“bep bepp” beruntung alarmnya ponselnya berbunyi,pukul 4 dini hari,Ri kemudian bangun dan melakukan aktivitasnya seperti biasa.
Pagi ini Ri berangkat kesekolah lebih pagi,berharap perkampungan padat yang ia lewati akan lebih lengang,Tapi sepertinya semua tak seperti yang Ri harapkan,bahkan sepagi ini perkampungan itu tetap ramai,Anak anak berlarian pulang dari mushola,entah apa yang membuat mereka terburu buru seperti itu,karena takut terlambat kesekolah,atau karena takut dimarahi orang tua mereka jika terlambat bekerja,tapi Ri tak memikirkan hal itu sedikitpun,yang ia tau ia membenci tempat ini,membenci orang orang yang ada disini,ia membenci semuanya,tak ada terbersit sedikitpun rasa iba didalam hatinya,tak ada rasa kasihan,sayang,apalagi cinta,rasa itu seakan menguap dari dalam hidupnya bertahun tahun lalu.Ri tak lagi mau berkenalan dengan cinta.Baginya hidup akan lebih indah tanpa adanya cinta.
Ri terus berjalan tanpa mempedulikan sekitarnya.akhirnya Ri sampai di sekolah,masih terlalu pagi,anak anak belum banyak yang hadir,Ri duduk menunggu sambil memainkan gawainya,akhirnya semua siswa telah hadir,proses belajar mengajar segera dimulai,sama seperti kemarin Ri mengajar dengan wajah masam dan ketus,ketika ada anak yang bertanya “bu ini bagaimana caranya” Ri hanya menjawab “baca sendiri di buku” dengan nada sedikit membentak.Hari ini Ri pulang terlambat,ia memeriksa buku murid muridnya sampai menjelang magrib,nilai murid murid itu harus di serahkan hari ini,sementara tidak mungkin baginya untuk membawa buku buku itu pulang,akhirnya iya pulang terlambat untuk memeriksa.
Menjelang magrib pekerjaannya selesai,Ri mebereskan barangnya dan baru pulang setelah maghrib,ia berjalan keluar dari sekolah melewati sebuah mushola di sudut desa,“Assalamualaikum Ri” saat sedang berjalan tiba tiba sebuah suara mengejutkannya,"Waalaikumusalam"jawab Ri sambil mencari arah datangnya suara,Betapa terkejut Ri mengetahui sosok yang memanggilnya,Seorang pria mengenakan baju koko berwarna putih berdiri di belakangnya,demi melihat Ri terkejut,pria itu tersenyum ramah,"kenapa abang ada disini?"tanya Ri ketus,“Abang mengajar di mushola ini sehari dalam seminggu Ri,abang tau Ri pasti mengajar disini kan?” jawab pria itu masih dengan senyum hangatnya,“nggak usah basa basi,Kenapa abang datang kerumah orang tua Ri?”

“abang hanya ingin mewujudkan niat baik abang Ri”

"niat baik abang bilang?setelah semua yang abang lakukan ke Ri,abang bilang itu niat baik?"tanya Ri lagi dengan nada sedikit membentak,matanya berkaca kaca.

“Suatu hari benih rumput bermimpi,ia ingin dirawat dan dibesarkan seperti tanaman bunga,disiram saat kemarau,di beri pupuk,meski ia tau bahwa sampai kapanpun rumput tak akan pernah mendapat perhatian yang sama seperti bunga,tapi ia tak pernah berhenti bermimpi,pikirnya tak ada salahnya bermimpi,semuanya berhak bermimpi,lalu kemudian Abang datang mewujudkan mimpi konyol rumput itu,Abang sirami rumput itu saat kemarau,abang rawat hingga tumbuh dengan baik,Rumput itu senang ia merasa menjadi bunga,sampai ia lupa bahwa ia hanya rumput,ia hanya gulma,tanaman pengganggu yang kelak pasti akan dicabut.Dan benar,Rumput itu kemudian dicabut karena dianggap mengganggu”

“Abang yang sudah menjadikan subur kekaguman di hati Ri,Awalnya hanya setetes air kemudian abang datangkan hujan,awalnya hanya satu huruf “P” kemudian abang rangkaikan kalimat kalimat indah,membuat terasa nyaman,memperlakukan rumput sebagai bunga,hingga Ri tak sanggup mencabut rumput kekaguman yang telah mengakar dan tertancap begitu dalam,lalu abang dengan tangan kosong,tanpa belas kasih mencabut rumput itu,abang sibuk merawat bunga,abang pikir rumput itu hanya mengganggu tumbuhnya bunga”
dan setelah semua itu abang bilang niat baik?"tanya Ri berteriak sambil menangis tersedu sedu

"tapi Ri…"pria itu mencoba menjelaskan

"Ri gak mau mendengar penjelaskan apapun lagi,Ri permisi"Lalu Ri berlari meninggalkan pria itu,Ri kemudian mengeluarkan ponselnya ia memesan ojek online,Saat sedang mengetuk ngetuk layar ponsel, tiba tiba seorang anak berlari dan tak sengaja menabrak Ri,ponsel Ri terjatuh di sebuah kubangan lumpur,ponsel itu pun mati dan tidak dapat digunakan lagi,Ri marah sekali melihat ponselnya jatuh,ia memarahi anak yang menabraknya,tapi demi melihat mata Ri melotot seperti akan keluar,anak itu berlari sekencang kencangnya meninggalkan Ri,Ri tak tertarik mengejar anak itu,ia masih meratapi ponselnya yang berlumpur.
Akhirnya Ri memutuskan untuk berjalan melewati perkampungan padat,berharap ia bisa menemukan kendaraan umum saat tiba di jalan raya.tapi sial,bahkan di jam segini perkampungan itu tidak lebih lengang,malainkan lebih padat dari biasanya,orang orang berteriak di setiap sudut jalan,pengemis,pengamen dimana mana,anak anak berlarian kesana kemari.
Ri memaksakan diri melewatinya,ia berjalan sambil bersungut sungut,“jebrettttttt” saat sedang berjalan tiba tiba ada yang merampas tas dari tanganya,Ri di jambrett,Ri mengejar penjambrett itu sambil berteriak minta tolong,tapi lagi lagi tempat ini terlalu berisik untuk sekedar mendengarkan teriaknannya,Ri memutuskan mengejarnya sendiri,langkahnya terbatas,rok nya sempit,ia terus berlari,masuk ke satu gang lalu keluar di gang lainnya,"Arggh sial,gang ini buntu"Ri terjebak di salah satu jalan buntu,Sekarang Ri tidak tau akan melangkah kemana,ia berjalan dengan sisa sisa tenaganya mencoba mencari jalan keluar,tapi kesialannya tak hanya berhenti disitu,cuaca kemudian tidak bersahabat,hujan turun,awalnya hanya rintikan gerimis,namun lama kelamaan hujan turun deras,kondisi jalanan semakin buruk,lumpur dimana mana,Ri menyandarkan tubuhnya ke dinding,berteduh,Ri kehabisan tenga,ia terduduk,kemudian menangis meratapi betapa sial nasibnya,

“Ri” seseorang memanggilnya lembut,Ri mengangkat wajah,melihat orang yang memanggilnya,ri tidak menjawab,ia hanya menangis,"Ayo Ri"orang itu membujuk,kali ini tidak ada pilihan lain bagi Ri,Ri menurut pada orang itu,Ri mengikutinya menuju sebuah rumah,orang itu mengetuk pintu,dari dalam rumah keluar seorang wanita paruh baya dan seorang anak lelaki,Ri sangat mengenal anak itu,anak itu yang menjatuhkan ponselnya tadi,demi melihat Ri,anak itu bersembunyi di belakang ibunya,tapi Ri tak tertarik membahas apapun,ia hanya diam,Ri kemudian di persilahkan masuk,ibu itu meminjamkannya pakaian,Ri berganti pakaian dan sedikit menghangatkan diri,ia melirik jam dinding pukul 10 malam,ternyata sudah berjam jam ia terlunta lunta di jalanan,Ri kemudian membuka suara,ia meminjam kain persegi panjang,dan kain penutup tubuh kepada sang ibu,ia lalu melakukan kebiasaanya,setelah selesai ibu itu menyuruh Ri tidur,Ri hanya menurut,ia dengan mudah lelap tertidur setelah banyak kejadian menimpanya.
pukul 4 pagi,Ri terbangun walau tanpa alarm,sepertinya Ri sudah terbiasa,Ri lalu melakukan kebiasannya,sholat,yaa sholat adalah nama kebiasaan yang sering Ri lakukan,tapi kali ini ia tak sendiri,ibu dan anak itu ternyata juga bangun,pukul 5 pagi,ibu itu mengajak Ri ke mushola,Ri masih menurut,untuk pertama kalinya Ri melakukan sholat subuh berjamaah setelah bertahun tahun,terakhir ia melakukannya sewaktu masih bersekolah di sekolah berasrama,setelah lulus dan setelah ia memutuskan untuk membenci cinta, Ri tak pernah lagi sholat berjamaah ke mushola,seusai sholat Ri tak langsung pergi,ia melihat orang yang menolongnya tadi malam berada di hadapan seluruh jamaah orang itu memberikan sedikit ceramah,setelah berceramah jamaah pulang,menyisakan anak anak yang akan belajar mengaji,“Ri…jangan pergi ya,tolong bantu abang mengajar mengaji anak anak perempuan”.orang itu meminta Ri tinggal,Ri menurut,ia juga sudah lamaa tidak membaca kitab berbahasa arab yang tak lain adalah al-qur’an pedoman seluruh umat manusia itu secara bersama sama,biasanya ia membacanya sendirian di pojok kamar,tanpa sadar ada perasaan aneh menyeruak ke hati Ri,ia mengajar dengan tulus,hatinya menjadi lembut,Pagi ini Ri kembali mengajar,entahlah sepertinya tak ada lagi wajah masamnya,kini ia ternsenyum tulus,tanpa ia sadari ia menjadi seorang yang Ramah.
saat sekolah usai Ri kembali kerumahnya ia berpamitan dengan ibu yang telah sudi memberinya tumpangan menginap tadi malam,“Abang antar pulang ya Ri” orang itu datang lagi.kali ini Ri hanya mengangguk mengiyakan,perasaan kesalnya kemarin seakan telah menguap pergi,sama seperti perasaan cinta yang pergi darinya bertahun tahun lalu,

“Ri…Abang minta maaf untuk kesalahana abang bertahun tahun lalu,tak ada yang bisa abang jelaskan karena semua itu murni kesalahan abang,tapi bertahun tahun kemudian abang belajar memperbaiki diri”

“maafkan abang juga sudah membuat Ri jadi melupakan hakikat cinta,Cinta tak melulu tentang sepasang kekasih Ri,cinta begitu luas,seperti cinta ri kepada rabb Ri karena Ri masih sholat,cinta kepada rasul karena masih membaca sholawat nabi,cinta kepada orang tua dan keluarga karena Ri tak pernah ingin membuat mereka kecewa,Ri mungkin tak pernah menyadari semua rasa cinta itu,karena semuanya telah tertutup oleh rasa cinta Ri pada manusia yang hilang dan memudar bertahun tahun lalu”

“abang datang ke orang tua Ri dengan niat baik,untuk mengembalikan semua yang telah hilang dari Ri,dan selain ingin memperbaiki kesalah,abang juga sadar bahwa yang abang cabut bertahun tahun lalu itu ternyata bukan rumput,melainkan bunga yang sedang mekar,abang ingin menanam dan merawatnya lagi Ri”

“Ri,Jika memang benar memulai kembali tidak harus dari awalan baru,mengapa tak kita lanjutkan saja jalan cerita yang telah ada,dengan kembali menjalani hidup sebaik baiknya dan menerima setiap retak yang tak lagi bisa sempurna”

Jika terputus saat menarik ulur,mari kita untai lagi Ri,

karena Tak ada hal yang tak memiliki kekurangan Ri,pun sama,manusia tak ada yang sempurna"

“maafkana abang atas kesalahan abang bertahun tahun lalu,sekarang abang datang untuk memperbaiki kesalahan abang,abang akan datang lagi ke rumah Ri,meminta Ri menjadi istri abang,apakah Ri bersedia menjadi istri abang?”

  Ri terdiam mendengarkan penjelasan pria yang ada di hadapannya,ia mengangguk,matanya berkaca,ia tak sanggup membendung air matanya,Ri menangis sejadi jadinya,ia menyadari semua kesalahannya selama ini,orang itu benar,kehidupan manusia tak akan lebih baik tanpa cinta,Ri melanjutkan perjalanannya,ia berjalan melewati perkampungan padat itu,tapi kali ini dengan perasaan berbeda,tak ada lagi perasaan kesal,kini ia tersenyum tulus,membantu orang orang yang kesusahan,menjadikan sholat sebagai tempat berkeluh kesah,bukan lagi sebuah kebiasaan,mengajar dengan tulus,mengaji dan mengajarkannya.ia sadar bahwa tak akan ada manusia yang hidup tanpa rasa cinta.