© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Waspada dengan kopi luwak palsu


Pamor kopi luwak yang naik daun membuat produk-produk kopi luwak palsu dan oplosan bermunculan. Paling gampang mengidentifikasinya adalah tetntu saja lewat harga. Harga kopi luwak asli bisa mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah per cangkirnya. Sementara yang palsu anda bisa memperolehnya hanya dengan modal kurang dari 5ribu saja.

Anda pecinta kopi luwak di kota Jember sudah terdapat biji kopi luwak Jember, jika anda ingin memproduksinya sendiri kami juga menyediakan mesin kopi murah Jember lho.

Tahukah anda kenapa rasanya bisa seenak itu? Dibawah ini lah daftar penyebabnya:

Kopi luwak lahir dari biji berkualitas

Manusia memang makhluk yang paling cerdas, namun rupanya dalam soal menyelisik kualitas biji kopi, agaknya kemampuan kita ini masih kalah dengan luwak. Ketika luwak hendak memakan kopi, dia lebih dulu mengendus dan memilih mana yang sekiranya sudah benar-benar matang. Dalam waktu semalam kopi tersebut harus mengalami proses fermentasi terlebih dahulu didalam perut luwak. Berkat biji pilihan itulah yang bikin rasanya jadi enak.

Fermentasi kopi luwak setara dengan fermentasi buatan

Sebetulnya untuk menghasilkan biji kopi berkualitas, manusia juga bisa melakukan fermentasi. Hanya saja diperlukan alat-alat tertentu untuk menjaga kualitas kopi dalam waktu lama. Dalam fermentasi buatan, setidaknya diperlukan waktu puluhan tahun agar bisa menghasilkan biji kopi yang berkualitas. Waktu yang lama ini bisa dipangkas oleh luwak hanya dengan waktu semalam saja inilah bedanya fermentasi buatan. Meskipun jenis kopinya sama, kopi hasil fermentasi dalam tubuh luwak rasanya pasti lebih enak.

Proses pembuatan kopi yang lebih lengkap

Pembuatan kopi bisa dilakukan oleh semua orang. Hnaya dengan memetik biji kopi, kemudian menjemur, sangria, tumbuk, lalu hidangkan. Aroma dan cita rasanya terasa nanggung. Padahal kopi jenis apa pun itu bisa dipertajam lagi rasa dan aromnya, sebagaimana yang terjadi pada kopi hasil fermentasi dari dalam tubuh luwak.

Kopi luwak berasal dari kopi Arabica

Luwak ini tidak sembarangan memiliki varietas kopi. Sejauh ini dia lebih suka kopi Arabica daripada lainnya. Kenapa? Kopi Arabica diketahui memiliki ukuran biji yang lebih besar, teksturnya pun juga lebih halus. Kopi Arabica juga terkenal dnegan kadar kafein yang rendah.

Prestise kopi luwak sangat tinggi

Bukan tidak mungkin, bahwa prestise juga mampu mempengaruhi rasa minuman kopi. Rata-rata orang masih berpikran kalau benda yang lebih mahal pasti lebih bagus dan lebih enak, seperti kopi luwak. Begitu kopi disajikan, pembelinya pasti tidak lantas meminumnya dengan tergessah-gesah, tapi sedikit demi sedikit baru terasa nikmatnya.

Minat? Langsung saja hubungi 085784510337 (Rodiatul) Terima Kasih.