Virginia Marie “Ginni” Rometty sebagai CEO IBM Wanita Pertama

Source : http://www.forbes.com/profile/ginni-rometty/gallery/3.

Biografi, Virginia Marie “Ginni” Rometty


Pekerjaan

Eksekutif bisnis di Amerika, ketua, presiden, dan sekaligus menjabat sebagai CEO di IBM.

Tempat dan Tanggal Lahir
Chicago, Amerika 29 Juli 1957.

Kewarganegaraan
Amerika.

Pendidikan
Lulusan Robert R. McCormick School of Engineering and Applied Science pada jurusan System Engineering dan Electro Engineering di Northwestern University.

Total Kekayaan
US$ 19,3 Million Dollar - 25,467,000 Rupiah (2014).

Peringkat berdasarkan Forbes
#63 Powerful People (2015).
#61 Powerful People (2016).
#11 Power Woman (2011).

Riwayat Hidup


Virginia Marie “Ginni” Rometty lahir pada tanggal 29 Juli 1957. Rometty memenangkan beasiswa ke Northwestern University di Illinois pada tahun 1975. Dia berhasil lulus dari Robert R. McCormick School of Engineering and Applied Sciences, di jurusan Teknik Informatika dan Teknik Elektro.
Rometty adalah wanita pertama yang berhasil memimpin IBM, dan berhasil masuk di majalah ternama sebagai “50 Wanita yang Powerful di bidang bisnis”. Bagi Rometty menjadi wanita yang pertama memimpin di IBM jauh lebih mudah daripada menjadi anggota wanita pertama di Sebuah klub turnamen golf yang hanya terdiri dari laki-laki, Augusta Nasional. Walaupun IBM menjadi salah satu sponsor di acara turnamen tersebut, secara tradisional CEO dari IBM diundang untuk bergabung dengan klub tersebut, sementara Rometty tidak.
Sebelumnya ia menjabat sebagai wakil presiden di IBM Global Business Services, dimana dia memimpin keberhasilan IBM dalam integrasi dari konsultasi “PriceWaterHouseCoopers”. Akuisisi ini adalah yang akuisisi terbesar dalam sejarah Professional Services, dimana dia berhasil membuat tim berisikan lebih dari 100.000 bisnis konsultan dan ahli jasa.

Riwayat Karir


Setelah lulus pada tahun 1979, Rometty mulai bekerja untuk General Motors Institute. Di tahun 1981 dia mulai bekerja di Big Blue IBM sebagai System Engineer di IBM Detroit. Sejak itu dia telah menjalani serangkaian posisi kepemimpinan di IBM, terakhir kali sebagai Senior Vice President dan Grup Eksekutif, IBM Sales, Pemasaran dan Strategi. Saat itu Rometty memiliki tanggung jawab untuk hasil bisnis di 170 pasar global yang dioperasikan oleh IBM dan merintis perkembangan IBM yang cepat di negara berkembang seluruh dunia. Di tahun 2002, dia berhasil memenangkan 3,5 Milyar US Dollar pada ajang konsultasi bisnis besar, PriceWaterHouseCoopers.
Pada tanggal 25 Oktober 2011, IBM yang awalnya menolak mewawancarai Rometty pada saat pemilihan CEO selanjutnya, akhirnya menerima Rometty karena kata-kata dari Palmasino bahwa gender tidak ada hubungannya dalam peran ini “Ginni mendapatkannya karena dia pantas mendapatkannya”.

Fakta-fakta


  1. Rometty pada tahun 2014 menjadi topik di PBS documentary The Boomer List.
  2. Pada tahun 2014 dia menjadi anggota wanita yang ketiga di Augusta National Golf Club
  3. Dia pernah mendapatkan gelar kehormatan dari Renssalaer Polytechnic Institute(2014) dan Northwestern University(2015).
  4. Powerful Woman peringkat 3.
  5. Tidak mempunyai anak.
  6. Menikah dengan ketua investor di Bam Oil Company yaitu Mark Anthony Rometty.
  7. Dianugerahi dalam penghargaan Carl Sloane Award 2016 yang diberikan oleh Association of Management Consulting Firms.
  8. Rometty merupakan anggota dari perkumpulan wanita Kappa Kappa Gamma.

Quotes


  • Don’t let others define you. You define yourself. Ginni Rometty

  • Growth and comfort do not coexist. Ginni Rometty

  • Never love something so much that you can’t let go of it. Ginni Rometty

  • I ask everyone’s opinion when they don’t speak up. And then when they have an opinion, I’ll ask others to talk about it. Ginni Rometty

  • I learned to always take on things I’d never done before. Ginni Rometty

  • I think, given who the IBM target company is, I feel our purpose is to be essential to our clients. Ginni Rometty

  • You make the right decision for the long run. You manage for the long run, and you continue to move to higher value. That’s what I think my job is. Ginni Rometty

  • I think ‘Actions speak louder than words’ is one thing, I think, I always took from my mom. And to this day, I think about that in everything I do. Ginni Rometty

  • Whatever business you’re in - it doesn’t matter - it’s going to commoditize over time. It’s going to devalue. You’ve got to keep moving it to a higher value. Ginni Rometty

Referensi

Don’t let others define you. You define yourself

Masa Muda

Virginia Marie Nicosia yang lebih dikenal dengan sebutan Ginni Rometty, lahir dari keluarga menengah di Chicago pada 29 Juli 1957. Ketika dia menginjak umur 15 tahun, orangtuanya bercerai. Setelah itu, ibunya lah yang bekerja keras untuk menghidupi keluarga dan mengambil kuliah malam untuk mendapat gelar di universitas. Sosok ibu yang kuat dan selalu bekerja keras ini membuat Rometty kagum dan menjadikan ibunya sebagai panutannya.

Rometty memenangkan beasiswa ke Northwestern University di Illinois pada tahun 1975. Dia telah menyelesaikan studinya dan wisuda dari Robert R.McCormick School of Engineering and Applied Sciences, di bidang Ilmu Komputer dan Teknik Elektro.

Karir

Rometty memulai karirnya di General Motors Institute. Setelah beberapa tahun berkeja di GM, dia bergabung dengan IBM pada tahun 1981, sebagai System Engineer. Kemudian pada tahun 1991, dia dipindahkan ke Consulting Group of IBM.

Berkat komitmen, dan ketulusan yang ditunjukkannya, ia dipromosikan ke posisi Wakil Presiden Senior dan Group Executive untuk penjualan, pemasaran, dan strategi di tahun 2009. Melihat karirnya yang terus mananjak secara signifikan, IBM memilihnya untuk menjadi CEO berikutnya pada tanggal 25 Oktober 2011.

Selain itu, Rometty berperan penting dalam pembelian perusahaan PricewaterhouseCoopers Consulting oleh IBM, dialah yang meyakinkan agar pihak perusahan tersebut mau bergabung dengan IBM. Kemudian, merumuskan strategi pertumbuhannya, dan mengubahnya menjadi gerakan.

Sampai akhirnya, pada akhir tahun 2012 Ginni resmi menjadi ketua, presiden, dan CEO IBM. Pencapaiannya menjadi orang nomer satu di IBM itu tak lepas dari komitmen, loyalitas, kerja keras, dan kemauan untuk mempelajari hal-hal yang baru dalam pekerjaannya.

Ginni Rometty adalah wanita pertama yang memimpin IBM, prestasinya sangat luar biasa. Namanya tampil di majalah Fortune “50 Most Powerful Women in Business” selama 10 tahun berturut-turut, dan ia berada pada posisi nomor satu untuk tahun 2012, 2013, dan 2014. Dia juga disebut-sebut dalam daftar “World’s 100 Most Powerful People” di majalah Forbes pada tahun 2014.

Teladan

Meskipun dia hanya dibesarkan oleh seorang Ibu di masa remajanya, dia tetap bisa menjadi wanita karir yang sukses. Karena apa ? karena dia memiliki kepribadian yang positif. yaitu, keinginan yang kuat, semangat untuk bekerja keras, komitmen yang tulus, loyalitas, dan kemauan yang tinggi untuk mencoba hal-hal yang baru.


Growth and comfort do not coexist

Sumber : (https://successstory.com/people/virginia-marie-rometty)

Ginni Rometty

Ginni Rometty, seorang wanita asal Chicago yang saat ini menjabat sebagai kepala, preside, dan juga CEO dari perusahaan IBM. IBM (International Business Machine Corporation) merupakan sebuah perusahaan Amerika Serikat yang memproduksi dan menjual perangkat keras maupun lunak komputer. IBM saat ini merupakan salah astu perusahaan teknologi terbesar di dunia dan sudah berdiri sejak tahun 1911. Dengan lebih dari 330.000 pegawai dan pendapatan 96 milliar dollar perusahaan ini semakin melebarkan sayapnya.

Awal mula IBM

IBM memiliki markas utama di Armonk, New York, Amerika Serikat. Berdiri pada tahun 1911 di sebuah desa kecil Endicott, Amerika Serikat. Awalnya dikenal dengan nama CTR (Computing Tabulating Recording Company). Tahun 1924 CTR berganti nama menjadi IBM. Fortun merilis bahwa IBM masuk ke dalam perusahaan firma terbesar kedua di dunia. Beberapa temuan fantastis dari IBM seperti: automated teller machine (ATM), floppy disk, hard disk drive (HDD), universal product code (UPC), magnetic stripe card, SQL, dan kecerdasan buatan Watson. Tentu ditemukannya barang-barang fantastis yang sudah menyebar luas di dunia tersebut tidak dapat dipisahkan dari jasa salah seorang pegawai yang hebat di IBM yakni Ginni Rometty yang akan kita ulas sedikit setelah ini.

Masa muda

Ginni dilahirkan di Chicago pada 29 Juli 1957 dan dibesarkan oleh seorang ibu saja. Ginni mendapatkan beasiswa ke Universitas Northwestern di Illinois tahun 1975. Ia memahami bidang ilmu komputer dan teknik elektro selama perkuliahan. Di bangku perkuliahan juga dia bertemu dengan suaminya saat magang lalu 3 tahun kemudian mereka menikah.

Dengan berbekal gelar sarjananya, ia memulai karirnya di Institusi General Motors lalu melanjutkan karirnya di IBM pada tahun 1981 sebagai System Engineers. Lalu pada tahun 1991 ia dipindahkan ke bagian grup konsultas IBM. Prestasi fantastis yang diraih Ginni pada saat itu adalah ia berhasil melakukan kesepakatan senilai 3,5 juta dollar dalam mengkonsultasikan perusahaan PricewaterhouseCoopers. Karena pengorbanan dan keprofesionalitasnya, Ginni dipromosikan menjadi wakil presiden untuk bidang penjualan dan strategi pemasaran pada tahun 2009. Karirnya semakin melesat lagi ketika IBM memilih dia sebagai CEO selanjutnya pada 25 Oktober 2011. Ditambah lagi pada 1 Oktober 2012 Ginni Rometty ditunjuk sebagai kepala, presiden, dan CEO dari IBM. Karena karirnya yang luar biasa majalah Forbes pernah menobatkan Ginni sebagai 100 wanita paling berpengaruh di dunia tahun 2014 dan Fortune menobatkan dia sebagai wanita paling berpengaruh di dunia pada peringkat ke 3.

“I learned to always take on things i’d never done before. Growth and comfort do not coexist.”
Ginni Rometty

Pelajaran yang dapat diambil

Dari kutipan pernyataan diatas sudah terlihat kalau Ginni merupakan seorang perempuan yang tak kenal menyerah. Berkembang dan nyaman merupakan sesuatu yang tidak dapat berdampingan. Ia menekankan bahwa seseorang jika ingin berkembang harus keluar dari zona nyamannya karena dengan begitu seseorang akan ditempa dengan berbagai macam situasi di dunia nyata. Kesuksessan memang suatu hal yang nyaman, namun meraihnya bukan hal yang nyaman. Oleh karena itu mari kita membiasakan diri kita untuk keluar dari zona nyaman.

Merupakan hal yang susah untuk seorang wanita menjadi pemimpin suatu perusahaan. Karena dia juga menjadi figur ibu bagi anak-anak mereka. Mungkin sosok Ginni Rometty dapat dijadikan inspirasi bagi wanita-wanita lain bahwa seorang ibu pun dapat berkarir dengan gemilang di dunia pekerjaan.

Referensi
https://successstory.com/companies/ibm
https://successstory.com/people/virginia-marie-rometty
https://www-03.ibm.com/press/us/en/biography/10069.wss

Ginny rommety adalah seorang eksekutif bisnis asal Amerika yang menjabat sebagai ketua, presiden, dan CEO IBM ( International Business Machine Corporation) saat ini. Ginny menjadi wanita pertama yang memimpin perusahaan. Sebelum menjadi presiden dan CEO pada januari 2012 lalu, dia memegang posisi wakil presiden senior dan eksekutif grup untuk penjualan, pemasaran, dan strategi di IBM. Dia lalu bergabung dengan IBM sebagai insinyur di kator detroitnya di tahun 1981. Masa jabatan Ginny Rommety sebagai CEO telah ditandai dengan penghargaan bergengsi seperti oleh Bloomberg yang menamainya sebagai 50 orang paling berpengaruh di dunia, termasuk Tim Cook dan Mark Zukerberg. Fortune Magazine juga memasukkannya di antara 50 wanita paling kuat dalam bisnis untuk 10 tahun berturut-turut

Virgina Marie Rommey lahir pada tanggal 29 juli 1957 di Chicago. Ia lulus dari Robert R. McCormick School of Engginering and Applied Science di Northwestham University pada tahun 1979 dengan penghargaan tertinggi, serta menerima gelar sarjana teknik computer dan teknik electro. Ia juga termasuk dalam anggota mahasiswi Kappa Kappa Gamma, yang akhirnya menjabat sebagai presidennya. Di tahun 1981 ia bergabung dengan IBM sebagai insinyur system di kantor Detroit. Kemudian, ia bergabung dengan IBM Counsulting Group pada tahun 1991. Salah satu upaya berhasil adalah saat Ginny memperjuangkan pembelian perushaan konsultan bisnis yang sangat besar. PricewaterhouseCoppers Consulting, senilai $ 3,5 miliar.

Pada akhirnya Ginny Rommety menjadi wakil presiden senior dan eksekutif untuk penjualan, pemasaran, dan strategi dalam 2009 dan ditunjuk untuk mempelopori strategi pertumbuhan IBM dengan mengajakperusahaan ke dalam bisnis komputasi dan analisis. Dia juga memimpin Watson, computer bermain Jeopardy!, untuk penggunaan komersial. Pada tanggal 25 oktober 2011, IBM mengumumkan bahwa dia menjadi presiden dan CEO perusahaan berikutnya, karena Sam Palmisano mengundurkan diri dan mempertahankan posisinya sebagai ketua. Dengan ditunjuknya Ginny Rommety maka tercatatnya wanita pertama yang memimpin CEO IBM.
Pada tanggal 26 September 2012, IBM mengumumkan bahwa Rommety telah mengambil ahli peran ketua IBM, saat Samuel Palmasino bersiap untuk pension pada akhir tahun 2012

Sumber : https://www.bloomberg.com/research/stocks/private/person.asp?personId=23314014&privcapId=112350