Uji Kekerasan Logam

Proses pengujian logam adalah proses pemeriksaan bahan-bahan untuk diketahui sifat dan karakteristiknya yang meliputi sifat mekanik, sifat fisik, bentuk struktur, dan komposisi unsur-unsur yang terdapat di dalamnya. Proses pengujian logam dikelompokkan ke dalam tiga kelompok metoda pengujian, yaitu :

  1. Destructive Test (DT), yaitu proses pengujian logam yang bisa menimbulkan kerusakan logam yang di uji.
  2. Non Destructive Test (NDT), yaitu proses pengujian logam yang tidak bisa menimbulkan kerusakan logam atau benda yang di uji.
  3. Metallography , yaitu proses pemeriksaan logam tentang komposisi kimianya, unsur-unsur yang terdapat didalamnya, dan bentuk strukturnya.

Sumber : https://fariedpradhana.wordpress.com/tag/alumunium/

pada pengujian logam, apa yang dapat disimpulkan dari uji kekerasan logam? logam apa saja yang dapat dilakukan pengujian? adakah kriteria khusus?

1 Like

Izin untuk menjawab ya kak , Pada hasil uji kekerasan maka akan didapatkan kesimpulan terkait ketahanan logam terhadap deformasi dan untuk mengukur ketahanan logam terhadap deformasi plastik atau permanen ,serta
mengetahui kekuatan logam tersebut.

Untuk semua logam bisa dilakukan uji kekerasan. Namun dalam pengujian nya mempertimbangkan antara kondisi logam dan metode mana yang cocok dipakai dalam pengujian .

Ada beberapa metode untuk melakukan pengujian pada logam di antara nya :

  1. metode Brinell , pada pengujian ini menggunakan identor berupa bola baja yang dikeraskan yg ditekan dg beban tertentu. Biasanya pengujian ini dilakukan untuk pengujian kekerasan material Al ,paduan tembaga ,baja dan cast iron ,untuk pengujian dg nilai kekerasan yg tidak terlalu tinggi maksimal 650 BHN , kurang cocok untuk mengukur kekerasan spesimen yang tipis,keterbatasan untuk mengukur material yg dikeraskan permukaan, tidak digunakan untuk finished product.
  2. Pengujian rockwel menggunakan identor kerucut intan ,biasanya banyak digunakan pada industri karena prosedur yg cepat. (untuk menguji kekerasan logam medium -tinggi),tidak digunakan pada bahan yang tidak homogen misal besi cor kelabu karena ada bagian yg lunak dan keras.
  3. Pengujian vickers menggunakan identor Piramida intan beralas bujur sangkar dan sudut puncak antara 2 sisi yg berhadapan 136 derajat. Pengujian ini dapat dilakukan untuk spesimen yg tipis, dapat digunakan untuk pengujian material lunak hingga keras.

Sumber : https:/www.detech.co.id

1 Like