Tupai "Dihidupkan" Kembali dengan Prosedur CPR

Cardiopulmonary Resusication ( CPR) adalah salah satu prosedur untuk mengembalikan fungsi pernapasan dan sirkulasi akibat terhentinya denyut jantung. CPR adalah salah satu prosedur biasanya untuk menangani orang yang denyut jantungnya berhenti mendadak. Namun, bagaimana jika CPR tidak dilakukan pada manusia melainkan pada tupai?

Setelah satu menit CPR, tupai tersebut mulai bernapas lagi dan bisa berlari dengan cepat. Seorang mahasiswa di Central Michigan University melakukan hal yang sama. Adalah Natalie Belsito menyadarkan seekor tupai abu-abu yang tenggelam di kolam kampusnya. Belsito kemudian menggendong hewan kecil itu dengan handuk dan menekan dadanya selama lima hingga 10 menit. Setelah prosedur itu, tupai tersebut mulai batuk mengeluarkan air. Belsito kemudian mengeringkan binatang itu dan meletakkannya di atas kantong berisi air hangat untuk menaikkan suhunya. Ketika hewan itu pulih, Belsito melepaskannya di luar dan tupai tersebut segera berlari ke atas pohon.

Untuk diketahui, CPR memang bisa dilakukan pada manusia maupun hewan. Tujuan CPR adalah mendenyutkan jantung cukup lama agar darah bergerak dan menjaga oksigen mengalir ke paru-paru. “Tantangannya adalah, tidak seperti manusia yang punya bentuk sama, CPR pada anjing dan kucing bisa memiliki banyak variasi dalam cara menekan dada mereka.” Kata Daniel J. Fletcher, profesor penanganan kritis dan darurat di Kedokteran Hewan Cornell University.

Fletcher yang juga mengajar kelas online CPR pada hewan menyebut bahwa cara terbaik prosedur ini pada tupai adalah menekan dada dari samping daripada langsung ke tulang dada. Selain itu, CPR yang juga sering disebut napas buatan tidak perlu dilakukan dari mulut ke mulut pada tupai. Sedangkan pada anjing dan kucing, hal ini masih direkomendasikan.

Sumber: