Tridaya dalam Cinta

TRIDAYA

Makna Quotes
TRIDAYA terdiri atas Cipta, Rasa dan Karsa. Cipta yang menghendaki seseorang untuk membuat sesuatu hal yang baru, Rasa yang mengendaki seseorang untuk memiliki kontak batin dan Karsa yang menghendaki seseorang untuk bersemangat dan memiliki daya atau tenaga. Dalam penerapan konsep Cinta, Tridaya merupakan Faktor penentu dan satu sama lain harus seimbang, sehingga konsep cinta dapat berjalan sesuai siklusnya. “Rasa karena Karsa sebagai jalan untuk berusaha” mengartikan seseorang yang memiliki Rasa yang dikarenakan oleh Karsa atau daya mengakibatkan seseorang ingin berusaha sebagai akibat ego dan keingginannya yang begitu besar akan sesuatu hal yang ingin dicapai. “Karsa karena Cipta sebagai jalan untuk menghadapi realita” mengartikan seseorang yang memiliki semangat yang mencetuskan sebuat karya atau produk (Menciptakan) adalah proses untuk membuat, menilai, dan mengimplementasikan Kembali karya yang ingin diciptakan berdasarkan realita atau kenyataan sekitar. “ Cipta karena Rasa sebagai jalan untuk bertaqwa” mengartikan bahwa seseorang yang memiliki tekad untuk menciptakan sesuatu hal yang diimbangi dengan rasa (kekuatan Batin) baik restu, bersyukur dan memohon kepada junjungannya maka jalan tersebut sebagai sarana bertaqwa baik pada tuhan, diri sendiri, orang tua dan masyarakat. Sehingga, pentingnya gabungan antara ketiga bagian ini dalam menyeimbangkan ego, fikiran dan perbuatan kita. Melalui penggabungan Cipta, Rasa dan Karsa akan melahirkan sebuah Cinta, karena kalau bukan karena Cinta, kita bukan siapa – siapa. Jika tidak tedapat Tridaya dalam tubuh kita maka cinta itu tidak ada. Karena, Cinta adalah sumber dari Rasa, Cipta dan Karsa

Makna Mendalam
Dalam keseharian kita sering menjumpai ada orang atau kelompok yang melakukan hal-hal berikut: a) ada yang “malas untuk berpikir” sehingga minim daya cipta; b) ada yang melakukan “unjuk rasa” tapi berujung pada kerusuhan atau terganggunya ketertiban umum; c) ada yang kesulitan mengontrol kehendak atau keinginannya hingga membuat orang lain mengalami kesulitan atau pun kerugian. Kebiasaan-kebiasaan di atas menunjukkan bahwa tak sedikit individu atau kelompok tengah mengalami semacam krisis. Satu di antaranya adalah krisis cipta, rasa, dan karsa.
Cipta
Proses penerapan cipta ini menggunakan kekuatan pikiran dan imajinasi. Pada saat berdoa atau memohon kepada Tuhan, maka kita harus mengetahui apa yang kita minta atau mohonkan itu.Sehingga kita harus memahami arti dan makna dari doa-doa yang kita panjatkan. Selain memanjatkan doa sebagaimana diatur dalam syariat agama, kita biasanya juga berdoa untuk hal-hal khusus yang diinginkan. Misalkan, keinginan memiliki pekerjaan, uang, rumah, pendamping hidup, dll. Umumnya doa itu diucapkan dalam bahasa ibu. Dengan kata lain, ketika kita menginginkan sesuatu dalam kehidupan, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah harus jelas apa yang sungguh-sungguh kita inginkan.Agar daya cipta terhadap apa yang kita inginkan menjadi jelas, tulislah apa yang diinginkan tersebut dengan jelas. Tidak ada batasan terhadap apapun yang diinginkan, sepanjang untuk kebaikan sendiri. Buatlah skala prioritas dalam catatan keinginan dan tumbuhkan hasrat terhadap keinginan. Kemudian lakukanlah visualisasi terhadap keinginan itu. Untuk mempermudah visualisasi, gunakanlah gambar atau foto. Katakanlah kita menginginkan rumah, maka ambillah gambar rumah, lalu letakkan di manapun kita dapat melihatnya setiap saat. Gambar tersebut akan membantu kekuatan daya cipta terhadap apa saja yang kita inginkan. Visualisasi adalah salah satu daya cipta yang sangat kuat dalam benak kita. Ketika memvisualisasikan sesuatu, seolah-olah kita sedang membentuknya.
Rasa
Cara menerapkannya menggunakan kekuatan perasaan batin atau emosi jiwa. Setelah kita menggunakan daya cipta terhadap keinginan, maka dilanjutkan dengan merasakan dalam batin bahwa keinginan tersebut telah hadir dan dirasakan.Inilah sebenarnya yang dimaksud agar dalam berdoa harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dan yakin doanya pasti dikabulkan. Apapun permohonan kita tidaklah sulit bagi Tuhan untuk mengabulkannya. Kita harus selalu berprasangka baik kepada Tuhan, karena Tuhan mengikuti persangkaan hamba-. hambaNyaSehingga kita harus percaya apa yang kita minta sudah menjadi milik kita dan telah menerimanya. Seseorang yang berdoa dengan keyakinan penuh seperti ini akan terlihat ekspresi wajahnya usai berdoa, yaitu diliputi perasaan bahagia, senang dan gembira. Meski saat berdoa tangan bergetar dan mata berlinang air mata. Sangatlah penting untuk merasa diri kita selalu dalam keadaan baik dan bahagia. Pada intinya tidak boleh ada keraguan sedikitpun. Keraguan dapat merusak daya cipta dan perasaan kita sendiri. Karena itu, rasakan seolah-olah kita telah menerima apa yang kita inginkan. Itulah sebabnya, kita harus benar-benar berhasrat terhadap apapun yang diinginkan. Seperti diuraikan sebelumnya, keinginan itu harus jelas dan jangan setengah-setengah. Misalkan, seseorang memiliki keinginan untuk bekerja di perusahaan pertambangan, tetapi dengan hasrat yang tidak terlalu menggebu-gebu atau sekadarnya saja. Ketika kemudian keinginan itu tercapai, biasanya tidak akan betah bekerja di perusahaan tambang tersebut. Hal ini terjadi karena hasratnya memang tidak ada. Tentu sia-sia saja keinginan itu. Bahkan terkesan menolak pemberian Tuhan, meski sebelumnya orang itu yang meminta. Jadi jangan main-main dengan doa. Harus sungguh-sungguh.
Karsa
Karsa bermakna keinginan atau kemauan yang kuat. Apabila dalam tahap cipta dan rasa, keinginan-keinginan itu masih tak kasat mata, maka dalam tahap selanjutnya keinginan itu harus diupayakan maujud sehingga dapat dilihat, disentuh dan dimanfaatkan sesuai kebutuhan. Karsa berarti kekuatan untuk mewujudkan keinginan tersebut menjadi nyata. Persoalannya adalah dengan cara bagaimana mewujudkannya? Tugas kita sebenarnya bukanlah menemukan bagaimana caranya. Sebab cara itu akan muncul dengan sendirinya dari komitmen dan keyakinan pada apa yang diinginkan. Cara adalah urusan Tuhan. Dengan kata lain, Tuhanlah yang selalu tahu cara tersingkat, tercepat dan terharmonis dalam mewujudkan keinginan kita. Jadi yang perlu dilakukan adalah bekerja (apapun pekerjaan itu) dengan perasaan sungguh-sungguh dan ikhlas dalam menjalaninya. Bersyukurlah dengan apa yang sudah dimiliki dan lakukan pekerjaan apa saja. Jangan diam atau duduk bermalas-malasan. Meskipun tampak yang dikerjakan saat ini tidak sesuai dengan keinginan-keinginan yang diharapkan, tetapi yakinlah keinginan itu akan terwujud. Kita bisa memulainya tanpa bekal apapun, serta tanpa tahu jalan mana yang harus dilalui. Tuhan yang akan membuatkan jalan untuk mencapai keinginan kita. Sebab Tuhan akan memberi rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.

Pesan Quotes
Seimbangkanlah semua Tridaya dalam tubuhmu niscaya semua cinta akan engkau raih dalam sendirinya. Karena dari Tridaya cinta akan berkembang menjadi bagian terpenting dari kehidupan. Tridaya tidak seimbang maka Cinta akan tergoyahkan, karena Cinta adalah sumber kehidupan. Kalau bukan karena cinta, kita semua bukan siapa- siapa.

2 Likes