Tony Fernandes : Strategi Bisnis CEO maskapai Air Asia Dalam Menuju Kesuksesan

Image_Person_Fernandes_Tony_500x333_PNG
Salah satu CEO terkenal dalam dunia maskapai penerbangan Air Asia yang bernama Tony Fernandes merupakan seorang pemimpin asal Malaysia yang mengambil langkah berani dan mengambil alih Air Asia. Sebagai seorang pemimpin Tony fernandes mengadopsi gaya “Walk-aroud” agar mendekatkan diri kepada karyawan dan saling bekerja sama.Hampir setiap hari Tony Fernandes menggabungkan dirinya untuk bekerja sama dengan karyawan atau staffnya.

Dengan meluangkan waktunya untuk bekerja secara langsung dengan staffnya membuktikan bahwa Tony fernandes adalah salah satu pemimpin terbaik. Untuk menjadi pemimpin yang baik, seseorang setidaknya memiliki pengalaman tentang bagaimana pekerjaan berjalan dengan dan tanpa karyawan. Jika Tony tidak melakukan ini, maka dia akan memiliki pemimpin yang lebih baik daripada dia sekarang.

Air asia bisa berdiri sampai pada saat ini karena Tony fernandes menggunakan strategy bisnis yang sederhana dan rendah hati serta tidak ada batasan antara pekerja dan dirinya. Dengan tidak adanya batasan membantu para staff untuk dapat bertanya atau berinteraksi langsung dengan Tony Fernandes kapan pun.

Tony Fernandes juga memberikan motivasi kepada karyawannya agar mereka termotivasi dan nyaman pada zona mereka masing-masing. Ia percaya bahwa karyawan selalu menjadi prioritas utama.

Kalimat yang sering di lontarkan Tony Fernandes adalah "Karyawan datang nomor satu, pelanggan datang nomor dua. Jika Anda memiliki tenaga kerja yang bahagia, mereka akan merawat pelanggan Anda. " Ini akurat, karena bila karyawan Anda tidak bahagia atau kecewa, maka hal itu akan mempengaruhi mereka dalam memberikan pelayanan kepada penerima layanan. Namun, jika para staf merasa puas dengan pekerjaan, maka mereka akan memperlakukan pelanggan dengan lebih baik.

Air Asia merupakan salah satu maskapai dengan biaya yang terjangkau dan terbaik di Dunia dan merupakan salah satu peluang untuk bersaing dengan maskapai penerbangan lainnya.Awal mulanya Air Asia bangkit dari kebangkrutannya adalah dengan tekad dari seorang pemimpin Tony Fernandes yang membeli maskapai tersebut hingga mengorbankan rumah miliknya untuk digadaikan saat akan membeli Air Asia.Tony Fernandes tidak takut gagal jika belum pernah mencoba.

Tony Fernandes Memakai slogan “Now everyone can fly”

mendorong pelanggan agar berbondong- bondong ke Air Asia. Dengan beberapa strategi misalnya melayani rute penerbangan yang jarak tempuhnya pendek sehingga kru tidak perlu menginap di hotel dan tiap hari bisa pulang. Kemudian ia juga mencari bandara yang sewanya tidak terlalu mahal. Tiket pesawat dijual online sehingga menghemat biaya kertas dan tak perlu sewa counter.

Strategi yang dimiliki oleh Tony fernandes adalah:

  1. Merawat dan memelihara karyawannya dengan baik
  2. Memiliki kekuatan merk atau logo Air Asia yang berbeda dan dikenal secara Internasional
  3. Berinvestasi unggul dalam pemasaran
  4. Mendapat dukungan dari Pemerintah
  5. Menggunakan teknologi digital
  6. Memiliki kemurahan hati pada pribadi sendiri dan perusahaannya
  7. Mempekerjakan orang yang memiliki passion yang tinggi
  8. Memiliki visi berani,global dan jangka panjang untuk perusahaannya

Fernandes mengatakan: "Di AirAsia, kita menganggap diri kita sebagai pabrik impian. Kami dengan sengaja memutuskan bahwa kami menginginkan sebuah perusahaan di mana orang dapat mengejar gairah mereka dan kami ingin memanfaatkan semua bakat yang kami miliki di rumah. Budaya yang kita miliki berasal dari kenyataan bahwa kita menginginkan keterbukaan dan kita ingin orang menjadi kreatif dan bergairah dengan apa yang mereka lakukan. Untuk melakukan itu, kita harus menginspirasi mereka. "

Dalam membangun kembali Air Asia Tony fernandes hanya membutuhkan waktu 2 tahun dan Air Asia berekspansi ke Indonesi,Jepang,Filipina,Thailand dan menjadi maskpai termurah di Negara tersebut.

Referensi :

[1] http://www.philstar.com/business-life/2013/12/16/1268045/12-success-strategies-airasia-boss-tony-fernandes
[2] https://forbusinessblog.wordpress.com/
[3] http://www.banguninspirasi.com/2014/01/kisah-sukses-pemilik-air-asia-tony.html
[4] http://bisnis.liputan6.com/read/2153648/5-fakta-unik-tentang-tony-fernandes-bos-airasia

Tony_Fernandes

Siapa yang tak kenal dengan pengusaha maskapai penerbangan yang memiliki slogan “Now everyone can fly” asal Malaysia? Ya, dialah Tony Fernandes, pengusaha yang memiliki nama lengkap Anthony Francis Fernandes menjadi terkenal setelah ia berhasil memulihkan AirAsia menjadi perusahaan yang sukses, membangun AirAsia Group yang terdaftar sebagai maskapai penerbangan dengan biaya murah terbesar di Asia. Tony Fernandes bukanlah orang yang memiliki latar belakang kuat dalam bidang penerbangan. Saat ia masih kecil, ia memiliki impian untuk mempunyai maskapai penerbangan. Impiannya pun terwujud pada tahun 2001 ketika ia membeli AirAsia dari pemerintahan Malaysia dengan harga 1 ringgit. Dengan hanya mengeluarkan 1 ringgit, Tony Fernandes berhasil alih AirAsia dari Dr. Mahatir dan DRB-Hicom, selain itu ia harus menanggung hutang perusahaan sebesar 40 juta dari proses akuisisi.

Pada saat itu, banyak orang mengganggap Tony Fernandes gila karena ia membeli AirAsia setelah peristiwa serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat yang menyebabkan banyak orang pada saat itu tidak berani lagi naik pesawat. Pada kenyataannya, Tony Fernandes berhasil membawa AirAsia mampu melunasi keseluruhan hutangnya bahkan mampu mencetak laba yang menguntungkan dalam waktu setahun. Pada bulan November 2004, AirAsia mampu menerima kelebihan permintaan sebanyak 130% dari tawaran sahamnya (IPO).

Tony Fernandes telah berhasil mencapai mimpinya, berprestasi dan berhasil mencapai pencapaian terbesar seperti melunasi hutang, memperbaiki prestasi maskapai AirAsia menjadi maskapai penerbangan internasional, memperoleh laba, membuka rute penerbangan langit terbuka, merevolusikan perindustrian penerbangan tarif rendah. Kisah berhasilnya ini bukan secara tiba-tiba namun diperlukan tekad untuk mencapai impian,

seperti dikutip oleh Borneo Post saat Tony Fernandes berpidato di Sabah Internasional Business Luncheon Talk 2012 bahwa tidak ada yang tidak mungkin dicapai asalkan ada tekad.

Itu dibuktikan dengan ia membalikkan sebuah perusahaan penerbangan yang tidak menguntungkan dan kecil dengan hanya memiliki dua pesawat terbang menjadi 160 armada pesawat terbang hanya dalam 12 tahun.

Tony Fernandes telah berhasil menerapkan 2 strategi bersaing yaitu cost leadership atau product differentiation dalam mengembangkan bisnis AirAsia. Cost leadership adalah strategi yang diambil untuk menghasilkan barang atau jasa yang dapat diterima oleh pelanggan dengan biaya terendah dibanding kompetitornya. AirAsia menerapkan konsep low cost carrier yang memberikan tarif rendah dengan menghapus beberapa layanan pada pesawat umumnya seperti catering, minimalis reservasi untuk merebut pasar. Beberapa karakteristik bahwa sebuah maskapai menerapkan konsep low cost carrier diantaranya menawarkan rute jarak pendek, biasanya melayani kelas penumpang ekonomi, memiliki satu tipe pesawat, memiliki frekuensi penerbangan tinggi untuk memaksimalkan utilisasi pesawat dalam satu harinya, lebih mengutamakan sistem tiket elektronik daripada tiket konvensional, dan lain-lain. Sedangkan product differentiation adalah strategi bersaing dimana perusahaan berhasil mengembangkan dan memelihara keunikan nilai seperti meningkatkan kualitas keamanan dan kenyamanan bagi penumpang AirAsia.

Strategi bisnis AirAsia dalam merebut pasar seperti memperkuat armada, menambah rute penerbangan, melakukan promosi tiket, meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat strategi marketing, strategi penghematan dan service science. Strategi penghematan AirAsia seperti melayani rute penerbangan jarak pendek sehingga kru tidak perlu menginap di hotel, mencari bandara dengan biaya sewa tidak terlalu mahal sampai tiket pesawat hanya dijual online sehingga tidak perlu menyewa counter. Selain itu, perlu adanya strategi service science. Layanan tersebut memang tidak dapat diukur namun dirasakan oleh pelanggan karna sekarang pelanggan tidak hanya sekedar memerlukan barang atau jasa namun juga layanan yang menyertai produk. AirAsia menerapkan ini melalui sistem online pada pemesanan tiket pesawat. Nilai yang dapat dirasakan pelanggan misalnya pelanggan tidak perlu datang dan antri ke counter. Dengan strategi tersebut, Tony Fernandes hanya perlu waktu 2 tahun untuk membangun AirAsia.

Referensi :
[1] https://id.wikipedia.org/wiki/Tony_Fernandes
[2] https://www.maxmanroe.com/tony-fernandes-pengusaha-sukses-aktor-bangkitnya-kesuksesan-maskapai-airasia.html
[3] https://julrahmatiyalfajri.wordpress.com/2014/07/10/strategi-air-asia/
[4] https://doddyhw.wordpress.com/2012/05/20/melihat-strategi-bisnis-airasia-dari-perspektif-service-science/
[5] https://en.wikipedia.org/wiki/Low-cost_carrier

Tan Sri Dr. Tony Fernandes, seorang pemimpin lahir Pada tanggal 30 April 1964 untuk membangun dan memimpin maskapai murah Malaysia. Dia lahir di Kuala Lumpur pada tanggal 30 April 1964 dengan ayah dan ibu India dari keturunan Kerala yang juga bercampur Keturunan Portugis-Asia yang dibesarkan di Malaka. Dia dikirim untuk belajar di Inggris pada usia 12 tahun. Ketika industri musik gagal menyesuaikan diri dengan internet, Tony Fernandes memutuskan untuk mengambil langkah berani dan mengambil alih Air Asia. Visi dan Misi Tony Fernandes adalah memiliki perusahaan penerbangan dengan biaya rendah.

Tony Fernandes, adalah seorang pengusaha India Malaysia. Air Asia, mempunyai tagline “Sekarang semua orang bisa terbang”. Fernandes berhasil mengubah Air Asia, sebuah maskapai komersial yang terkait dengan pemerintah, menjadi perusahaan penerbangan terkemuka yang sangat sukses. Fakta bahwa Tony Fernandes meluangkan waktu untuk bekerja dengan staf tersebut telah menjadikannya salah satu pemimpin terbaik. Dia percaya bahwa seorang pemimpin yang baik setidaknya memiliki pengalaman tentang bagaimana pekerjaan berjalan dengan dan tanpa karyawan. Jika Tony tidak melakukan ini, maka dia akan memiliki pemimpin yang lebih baik daripada dia sekarang.

Beranilah bermimpi, Jika Anda tidak memiliki impian, Anda tidak akan sampai ke sana. - CEO AirAsia, Tony Fernandes.

Dia adalah Tony untuk semua orang dan dia mengenakan kaos polo dan dengan topi bisbolnya yang terkenal, dia melanggar formalitas formalitas yang ada di kalangan masyarakat. Dia menghentikan kebiasaan para petinggi, dia membagikan kontak pribadi dan ID email ke semua karyawan tingkat tinggi, mereka dapat menemuinya kapan saja. Fernandes mendorong orang untuk berbicara dan menjadikan sebagai otak dalam permainan. Dia menciptakan lingkungan di mana karyawan dapat belajar, tumbuh dan melakukan apa yang harus mereka lakukan di perusahaan. Dia juga mendorong karyawan untuk mengejar gairah hidup mereka, mencintai pekerjaan mereka di AirAsia.

Dia sangat mudah diakses oleh media sepenuhnya berkomitmen terhadap bisnisnya. Dia mencoba untuk mendapatkan kekuatan dan mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan yang menguntungkan tim atau organisasi. Dia akan melayani pelanggan di pesawat bersama dengan karyawannya. Dia melakukan ini untuk memotivasi karyawan untuk mencapai tujuan. Fernandes adalah orang yang suka bergaul, ramah dan banyak bicara.

Dia memberikan nomor teleponnya ke semua perwakilan media, dan merupakan iklan untuk perusahaannya. Meskipun dia adalah Group Chief Executive Officer AirAsia. Dia telah menjadi teladan yang baik dan pemimpin yang berpengaruh bagi karyawannya, karyawan yang bersedia mengikutinya untuk mencapai tujuan. Dia memiliki kemampuan superior untuk menganalisa berbagai jenis peluang dan alternatif. Dia memiliki visi yang baik dan menggali peluang pasar dengan baik. Dia percaya bahwa tim manajemennya dapat menganalisis dan mengelola peluang dan alternatif dengan kecerdasan mereka. Tony Fernandes telah menggunakan kecerdasannya dan akhirnya mengubah AirAsia dari anak perusahaan yang sangat berhutang menjadi pemain industri.

Dia juga meniru visi perusahaan yang membuktikan bahwa dia tidak hanya berbicara juga memberlakukannya untuk membiarkan semua orang terbang dengan menyediakan tiket pesawat murah. Dia membiarkan setiap orang memiliki kesempatan untuk menjadi pekerjanya dan membantu mereka mewujudkan impian mereka sendiri. Dia memberi kesempatan kepada seorang wanita yang menurutnya berkualitas untuk menjadi pilot, dia melakukannya dan menjadi perwira pertama dan kemudian sekarang dia seorang kapten dan terbang di pesawat. Dia membangun komitmen terhadap visi yang mengubah penglihatannya dalam kenyataan. Dia ingin memulai perusahaan penerbangan berbiaya rendah maka dia telah menciptakan visi perusahaan yang baik agar semua orang dapat terbang dalam kenyataan.
Tarif AirAsia buatannya secara signifikan lebih rendah daripada penyedia layanan penerbangan lainnya, tarif situs juga lebih murah daripada harga di garis depan dan memiliki promosi kursi gratis untuk memberi kesempatan kepada pelanggan untuk menikmati dan juga bagi mereka yang tidak mampu membayar harganya.

Upayanya tidak hanya terlihat pada saat yang tepat tapi juga pada masa buruk organisasinya Tony berdiri teguh Membangun komitmen terhadap visi yang mengubah penglihatannya pada kenyataan. Kehilangan AirAsia QZ8051. Orang-orang terkesan dengan komitmennya selama krisis. Segera setelah dia mendengar tentang kejadian tersebut, dia naik pesawat, dan terbang melalui jalur penerbangan yang sama agar dapat berada di sana bersama keluarga penumpangnya. Dia dikategorikan di bawah kepemimpinan 101. Jika terjadi krisis, dia tidak merekatkan dirinya ke tempat duduknya, dia mendapat tangannya kotor. Dia menghabiskan banyak waktu dengan keluarga penumpang dan staf, dan terus menjadi pendukung mereka. Dia selalu bertanggung jawab atas tindakan tim mereka. Dia mengutip dalam sebuah wawancara yang mengatakan, “Para penumpang berada di pesawat saya dan saya harus bertanggung jawab untuk itu.”

Tony Fernandes, dan timnya, membiarkan investigasi berjalan dengan sendirinya, dan tidak sampai pada kesimpulan apapun. Dia mendapatkan rasa hormat yang lebih besar dengan bersikap tegas dalam semua keputusan dan arahan yang diambil selama tragis ini dan menyimpan kata-katanya. Tony Fernandes, tahu betul bahwa bisnis di industri jasa tidak ada apa-apanya tanpa klien mereka. Ini adalah saat yang penting bagi AirAsia, mereka perlu mempertahankan basis klien mereka di saat banyak penumpang mungkin merasa gugup untuk terbang bersama mereka dalam waktu dekat. Tony tidak berusaha menjelaskan apa yang terjadi, perhatian utamanya adalah untuk pelanggannya. Ini membantu mempertahankan, dan meningkatkan kepercayaan yang telah dibangun selama 20 tahun terakhir.

Referensi :

[1]https://www.jawaban.com/read/article/id/2015/06/11/506/150611144041/tony_fernandesmemulai_airasia_hanya_dengan_1_ringgit
[2] http://www.webintravel.com/millennial-traveller-airasias-tony-fernandes-leadership-times-crisis/
[3] https://www.techinasia.com/internet-saved-airasia-tony-fernandes-shares-lessons-life-business
[4] http://time.com/3648012/tony-fernandes-airasia/

Mempunyai cita-cita untuk membuat sebuah industri penerbangan saat berusia 6 tahun, lalu berhasil mewujudkannya saat berusia 37 tahun. Dia adalah Tony Fernandes, CEO dari maskapai penerbangan yang sudah tidak asing bagi kita yaitu Air Asia. Tentu dalam meraih cita-citanya tersebut Tony melalui proses yang dibilang tidak mudah. Toni lahir pada 30 April 1964 di keluarga yang tidak berlatar belakang bisnis atau berpengalaman dalam entrepreneurship.

Tony mengenyam pendidikan di London ketika ia berusia 12 tahun. Tony mendapatkan gelar sarjana akuntansi setelah 11 tahun tinggal disana. Ketika memutuskan untuk kembali ke Malaysia, Tony belum berpikiran tentang bisnis di industri penerbangan. Bekerja sebagai seorang akuntan biasa. Saat menjadi akuntan ini Tony mendapat sebuah pengalaman berharga saat bekerja di Virgin Communication. Tony belajar mengenai bisnis internasional. Jiwa entrepreneurship mulai timbul dalam dirinya. Tercatat sebagai pegawai berprestasi, Tony membuat sebuah langkah mengejutkan pada tahun 2001 ketika ia mengundurkan diri dari Warner ASEAN regional ketika menjabat sebagai vice president.

Tony mulai memikirkan tentang bisnis penerbangan dengan biaya rendah. Tony melirik perusahaan Air Asia yang sebetulnya masih sedarah dengan Malaysian Airlines. Karena bagian dari negara membuat perusahaan mendapatkan dukungan mutlak dari pemerintah. Lalu Tony pun tertarik dan mendatangi kantor perdana menteri Malaysia dan berhasil meyakinkan perdana menteri Malaysia untuk mengambil alih Air Asia pada tahun 2001 dengan membayar hanya dengan harga sebesar 1 Ringgit Malaysia. Tapi Tony saat itu tidak tahu bahwa Air Asia sedang dalam keadaan terlilit hutang sebesar $32 juta. Langkah yang dilakukan Tony untuk membuka bisnis penerbangan pun dibilang cukup berani, karena pada tahun tersebut terjadi serangan 11 September yang membuat masyarakat menjadi takut menggunakan pesawat. Perhalan namun pasti, Air Asia dengan slogannya ‘Now Everyone Can Fly” memiliki target fokus kepada orang-orang Asia yang belum pernah terbang. Dengan cara itu banyak orang yang terdorong menggunakan Air Asia dan menjadikan Air Asia seperti sekarang. Tentunya ada strategi bisnis yang diterapkan Tony dalam menjalankan bisnis Air Asia.

Strategi low cost carrier(LCC) mungkin menjadi main dari strategi yang diterapkan Tony. LCC mempunyai target pasar dimana peminat harga tiket pesawat murah sangat tinggi. Walau dulunya hanya berhasil membidik orang-orang kalangan menengah keatas, kini kalangan menengah kebawah pun berhasil masuk ke dalam pasar LCC.

Strategi berikutnya adalah AirAsia menggunakan satu tipe pesawat sehingga biaya suku cadang, pelatihan dan pengoperasian menjadi lebih murah. Selain itu rute penerbangan point to point (tanpa transit) dan tidak diberlakukannya kelas non ekonomi ini lebih kepada customer service dan fokus Air Asia terhadap biaya yang rendah.

Lalu Service Science menjadi strategi Air Asia berikutnya. Service (layanan) itu tidak dapat diukur namun dapat dirasakan oleh konsumen/pelanggan. Setiap pelanggan yang membeli sebuah produk selalu berpikir tidak hanya membeli produk tersebut namun juga membeli layanan yang menyertai produk tersebut. Jika pelanggan puas dengan layanan yang disediakan, maka ia akan kembali membeli produk. Setelah beberapa pelanggan membeli produk tersebut, layanan yang menyertai produk ini akan menjadi suatu keharusan yang menyertai barang yang dibeli. Hal inilah yang menjadikan layanan di sini tidak dapat dipisahkan dari produk yang dibeli.

Itulah beberapa strategi bisnis dari Tony untuk menjalankan Air Asia. Hanya perlu 2 tahun untuk menjadikan Air Asia sebagai salah satu maskapai terbaik yang ada.

Referensi:
[1]www.pengusaha.us/2015/01/biografi-tony-fernandes-bisnis-genius.html
[2]economictimes.indiatimes.com/slideshows/people/the-story-of-tony-fernandes-and-airasia/tony-fernandes-turned-airasia-into-a-profitable-airline-within-2-years/slideshow/18609001.cms
[3]www.chinaabout.net/cvp-analysis-business-strategy-analysis-air-asia/