Tips untuk kita sebelum melatih anjing boxer

Perlu ada cara khusus agar kita bisa melatih anjing boxer dengan benar
image

  1. Lakukan riset tentang metode-metode latihan yang tepat. Sebelum Anda mulai melatih anak anjing Boxer—atau, lebih baik lagi sebelum Anda membelinya—bacalah petunjuk tentang jenis latihan yang ideal untuk ras tersebut. Periksa secara daring, atau dari organisasi serta perpustakaan lokal. Anda juga bisa bertanya kepada dokter hewan untuk mendapatkan sarannya. Ingat, semakin Anda mendapatkan pengetahuan, Anda juga akan semakin tahu cara bereaksi dalam berbagai situasi yang berbeda.

  2. Latih anjing dalam waktu dan tempat yang tepat. Latihan paling efektif saat dilakukan dalam beberapa sesi pendek (10 hingga 15 menit) sebanyak dua kali sehari. Cobalah melatih saat anjing tidak lelah, tetapi juga tidak memiliki terlalu banyak tenaga.

  3. Bersikaplah spesifik. Perintah Anda harus simpel, singkat, jelas, dan konsisten, misalnya “tidak”, “lepas”, “tunggu”, “berhenti”, dan “tangkap” – semua kata-kata ini simpel, kuat, dan bersifat langsung. Jangan ceramahi anjing; ia bukan manusia sehingga ia tidak mampu memproses bahasa dalam cara yang sama. Frasa-frasa seperti “Sudah dibilang nggak boleh” atau “Berhenti mengunyah meja!” tidak akan berhasil karena frasa-frasa seperti ini terlalu rumit.

  4. Tetaplah tegas dan memimpin anjing. Secara umum, berteriak pada anjing adalah hal yang tidak efektif, terutama untuk Boxer yang sifat alaminya sangat aktif. Gunakan nada suara yang keras tetapi menenangkan saat memberikan instruksi bagi anjing; jangan berteriak atau kehilangan kontrol. Anjing sangat intuitif dan bisa merasakan frustrasi Anda sehingga ia meresponsnya. Nada suara adalah hal yang penting, terutama karena anjing tidak memproses bahasa dalam cara yang sama dengan manusia. Jadi, cara Anda mengatakan sesuatu adalah hal yang lebih penting daripada apa yang Anda katakan.

  5. Gunakan gerakan tangan. Cobalah menggunakan gerakan tangan di saat yang sama dengan perintah verbal. Sebagai contoh, naikkan tangan sembari mengucapkan kata “duduk”. Ahli perilaku anjing percaya bahwa anjing mencari berbagai petunjuk tentang apa yang diinginkan majikannya, termasuk dari kata perintah, nada suara, serta bahasa tubuh.

  6. Bersikaplah tepat waktu dan repetitif bila dalam melontarkan respons dan perintah. Menghukum Boxer dalam waktu yang terlalu lama setelah sebuah insiden adalah hal yang tidak efektif. Jika Anda perlu menghukum atau menata perilakunya, lakukan dalam beberapa detik setelah ia bertindak buruk. Anjing akan segera melupakan suatu kejadian, jadi Anda harus segera menghubungkannya untuk membantu fasilitas proses pelatihan.

  7. Tetaplah konsisten. Pastikan Anda selalu konsisten saat memberikan perintah dan memenuhi keinginan anjing. Dengan begini, ia paham akan apa yang Anda harapkan darinya. Jangan lupakan latihan saat Anda berada di luar rumah, sehingga anjing tahu ia tidak hanya akan “duduk” dan “diam” di halaman atau rumah. Mengatakan perintah di tempat-tempat umum membantu Boxer untuk paham bahwa ia harus mematuhi Anda dalam segala kondisi.