Tingkat kesopanan Indonesia paling buruk se-Asia Tenggara?

image

Orang Indonesia dikenal dengan sifat ramah dan sopan, sehingga citra ramah dan sopan ini menjadi daya tarik bagi para wisatawan untuk datang berwisata ke Indonesia. Tapi baru- baru ini citra tersebut sedikit tergeser karena hasil survey yang dikeluarkan oleh Microsoft dalam Digital Civility Index (DCI), dengan hasil bahwa Indonesia berada di urutan ke-29 dari 32 negara yang di survei. Dengan hasil tersebut, Indonesia menjadi negara dengan tingkat kesopanan yang paling rendah di Asia Tenggara. Survey berjudul ‘Digital Civility Index (DCI)’ itu diikuti oleh 16.000 responden di 32 negara. Microsoft menyampaikan ada 503 responden remaja dan dewasa yang terlibat dalam survei tersebut. Penelitian dilakukan mulai April dan Mei 2020. Sistem penilaian laporan tersebut berkisar dari skala nol hingga 100, semakin tinggi skor maka semakin rendah kesopanan daring di negara tersebut. Hasilnya, skor kesopanan daring di Indonesia sendiri naik delapan poin, dari 67 pada tahun 2019 menjadi 76 pada tahun 2020.

Jadi, Youdics bagaimana tanggapan kalian tentang hasil survei tersebut? Benarkah orang Indonesia paling tidak sopan di dunia maya?

Referensi

CNN Indonesia
Gambar kompasiana

2 Likes

jika kita lihat dari sosmed aku rasa iya, karena masyarakat digital Indonsia sangat mudah menjudge orang lain tanpa tau sisi lainnya. ia hanya menilai dari satu sisi saja. seperti contoh Han Seo Hee yang mendapatkan komentar jahat di salah satu platfrom hanya karena peran yang ia jalani. bisa kita resapi bahwa peran bukanlah karakter asli seseorang, melainkan karakter yang harus dilakoni untuk suatu drama. begitu juga dengan Una, Reemar Martin, yang mendapatkan hujatan hanya karena konten yang mereka buat. sebagaimana kita ketahui konten yang dibuat merupakan ciri khas dari masing-masing individu dan tidak mencela siapapun. namun pada kenyataannya hujatan datang begitu banyak dari perempuan karena para pria mereka yang terpikat dengan konten yang telah dibuat oleh Una maupun Reemar Martin. menurutku ini bukanlah tindakan yang bijak dan bisa mencoreng rekam jejak digital kita.
ini terjadi karena kurang bijaknya seseorng menggunakan sosmed, kurangnya aktivitas fisik yang dilakukan sehingga menyebabkan rasa jenuh dan ingin menambah adrenalin dengan meluapkan emosi terhadap apa saja yang dilihat dan tidak disukai. coba deh secara langsung, aku yakin tidak semuanya berani mengucapkan kritik yang pedas itu dan itu juga dipengaruhi oleh identitas yang bisa disembunyikan sehingga bebas memberikan pendapat apa saja tanpa memikirkan orang lain.
ini bisa dibilang cyber bullying ya karena komentar yang disampaikan lebih banyak merendahkan orang lain. bisa kita lihat kasus yang terjadi di Korea Selatan sangat banyak korban tewas karena cyber bullying ini. ini membuktikan bahwa dampak dari komentar jahat itu sangat merugikan dan tidak ada keuntungan yang bisa diambil. kita seharusnya belajar dari kejadian yang pernah ada. atau kita juga bisa menempatkan diri jika kita yang mendapatkan komentar jahat tersebut sehingga kita bisa menahan jari ini untuk memberikan komentar yang tidak berbobot.

1 Like

Sangat sedih untuk mengakui ini, tapi sayangnya realita membuktikan kalau netizen Indonesia cukup tidak sopan saat memberikan pendapat atau kritik. Memang tidak semua, tapi sebagian besar, dan cukup mencolok. MENURUT data We Are Social, pengguna internet di Tanah Air mencapai 202 juta atau sekitar 89% dari total penduduk, saat memasuki 2021. Begitu juga dengan pemakai media sosial di bulan Januari 2021, sudah mencapai 170 juta orang. Aplikasi yang paling banyak diakses saat ini adalah YouTube, dengan total pemakai mencapai 93%. Lalu disusul Instagram 86% dan Facebook 85%. Sebagai negara dengan tarif internet termurah di dunia, pengguna internet di Indonesia sangat tinggi. Apalagi didukung dengan jumlah pengguna ponsel pintar sebanyak 89% dari total penduduk Indonesia. Bila dilhat berdasarkan usia, rata-rata jumlah pengguna media sosial di Indonesia berkisar antara usia 25 – 34 tahun. Akan tetapi, pandemi Covid-19 ternyata menyebabkan penurunan batas usia minimal pengguna media sosial di Indonesia.

Salah satu contoh aksi netizen Indonesia yaitu pada saat mengomentari salah satu pasangan gay Thailand. Mayoritas warganet menyebut pernikahan mereka “dilarang oleh Tuhan” hingga “bakal membuat dunia kiamat”. Tak berhenti sampai di situ, netizen Indonesia dilaporkan juga melontarkan hinaan mulai dari si*lan maupun orang g**a.

1 Like

Menjawab pernyataan diatas menurut saya iya. Indonesia memiliki tingkat kesopanan yang paling buruk. Platform sosial media apapun itu digunakan masyarakat secara bebas tanpa memfilter kata-kata atau konten yang mereka bagikan. Orang Indonesia tidak memiliki rasa segan ketika ingin mengkritik sesuatu, mereka dengan sangat mudah menghakimi orang lain tanpa tau fakta yang sebenarnya.

1 Like