Tindakan-tindakan yang Termasuk Kejahatan terhadap Kemanusiaan

image
Beberapa hari yang lalu ramai diberitakan bahwa penduduk sipil di Suriah diserang dengan menggunakan senjata kimia hingga menewaskan puluhan orang.
Apakah tindakan tersebut dapat dikategorikan sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan?
Terimakasih.

Kejahatan terhadap Kemanusiaan (Crimes against Humanity)

Konsep CAH pertama kali diperkenalkan di era setelah berakhirnya Perang Dunia II. Dalam Pasal 6 huruf c Charter of the International Military Tribunal (“Nuremberg Charter”), tindakan CAH dijelaskan sebagai berikut:

Pembunuhan, pemusnahan, perbudakan, pemindahan secara paksa dan tindakan tidak manusiawi lainnya yang ditujukan pada masyarakat sipil, sebelum atau selama perang, atau penindasan berdasarkan politik, ras atau agama dalam pelaksanaan atau dalam ruang lingkup pengadilan ini, apakah perbuatan tersebut baik yang melanggar atau tidak hukum dimana perbuatan tersebut dilakukan.

Seiring dengan terjadinya perkembangan di bidang hukum pidana internasional, penjelasan terkait CAH tersebut kemudiaan diadaptasi dan digunakan di dalam beberapa statuta pengadilan internasional, antara lain:
a. International Military Tribunal for the Far East
b. International Criminal Tribunal for Former Yugoslavia (ICTY)
c. International Criminal Tribunal for Rwanda (ICTR)
d. International Criminal Court (ICC).

Saat ini dapat dikatakan bahwa pengaturan terkait CAH yang paling komprehensif terdapat pada The Rome Statute of the International Criminal Court (“Statuta Roma”) Tahun 1998, atau statuta pendirian dari ICC. Dalam Pasal 7 ayat (1) Statuta Roma diatur mengenai jenis-jenis perbuatan yang termasuk dalam kualifikasi CAH, yaitu:

“Kejahatan terhadap kemanusiaan” berarti salah satu dari perbuatan berikut ini apabila dilakukan sebagai bagian dari serangan meluas atau sistematik yang ditujukan kepada suatu kelompok penduduk sipil, dengan mengetahui adanya tindakan berikut ini:
a. Pembunuhan
b. Pemusnahan
c. Perbudakan
d. Deportasi atau pemindahan paksa penduduk
e. Pemenjaraan atau perampasan berat atas kebebasan fisik dengan melanggar aturan-aturan dasar hukum internasional
f. Penyiksaan
g. Perkosaan, perbudakan seksual, pemaksaan prostitusi, penghamilan paksa, pemaksaan sterilisasi, atau suatu bentuk kekerasan seksual lain yang cukup berat
h. Penganiayaan terhadap suatu kelompok yang dapat diidentifikasi atau kolektivitas atas dasar politik, ras, nasional, etnis, budaya, agama, gender sebagai didefinisikan dalam ayat 3, atau atas dasar lain yang secara universal diakui sebagai tidak diizinkan berdasarkan hukum internasional, yang berhubungan dengan setiap perbuatan yang dimaksud dalam ayat ini atau setiap kejahatan yang berada dalam jurisdiksi Mahkamah
i. Penghilangan paksa
j. Kejahatan apartheid
k. Perbuatan tak manusiawi lain dengan sifat sama yang secara sengaja menyebabkan penderitaan berat, atau luka serius terhadap badan atau mental atau kesehatan fisik.

Sumber

Kejahatan terhadap Kemanusiaan (Crimes against Humanity)

Konsep CAH pertama kali diperkenalkan di era setelah berakhirnya Perang Dunia II. Dalam Pasal 6 huruf c Charter of the International Military Tribunal (“Nuremberg Charter”), tindakan CAH dijelaskan sebagai berikut:

Pembunuhan, pemusnahan, perbudakan, pemindahan secara paksa dan tindakan tidak manusiawi lainnya yang ditujukan pada masyarakat sipil, sebelum atau selama perang, atau penindasan berdasarkan politik, ras atau agama dalam pelaksanaan atau dalam ruang lingkup pengadilan ini, apakah perbuatan tersebut baik yang melanggar atau tidak hukum dimana perbuatan tersebut dilakukan.

Seiring dengan terjadinya perkembangan di bidang hukum pidana internasional, penjelasan terkait CAH tersebut kemudiaan diadaptasi dan digunakan di dalam beberapa statuta pengadilan internasional, antara lain:
a. International Military Tribunal for the Far East
b. International Criminal Tribunal for Former Yugoslavia (ICTY)
c. International Criminal Tribunal for Rwanda (ICTR)
d. International Criminal Court (ICC).

Saat ini dapat dikatakan bahwa pengaturan terkait CAH yang paling komprehensif terdapat pada The Rome Statute of the International Criminal Court (“Statuta Roma”) Tahun 1998, atau statuta pendirian dari ICC. Dalam Pasal 7 ayat (1) Statuta Roma diatur mengenai jenis-jenis perbuatan yang termasuk dalam kualifikasi CAH, yaitu:

“Kejahatan terhadap kemanusiaan” berarti salah satu dari perbuatan berikut ini apabila dilakukan sebagai bagian dari serangan meluas atau sistematik yang ditujukan kepada suatu kelompok penduduk sipil, dengan mengetahui adanya tindakan berikut ini:
a. Pembunuhan
b. Pemusnahan
c. Perbudakan
d. Deportasi atau pemindahan paksa penduduk
e. Pemenjaraan atau perampasan berat atas kebebasan fisik dengan melanggar aturan-aturan dasar hukum internasional
f. Penyiksaan
g. Perkosaan, perbudakan seksual, pemaksaan prostitusi, penghamilan paksa, pemaksaan sterilisasi, atau suatu bentuk kekerasan seksual lain yang cukup berat
h. Penganiayaan terhadap suatu kelompok yang dapat diidentifikasi atau kolektivitas atas dasar politik, ras, nasional, etnis, budaya, agama, gender sebagai didefinisikan dalam ayat 3, atau atas dasar lain yang secara universal diakui sebagai tidak diizinkan berdasarkan hukum internasional, yang berhubungan dengan setiap perbuatan yang dimaksud dalam ayat ini atau setiap kejahatan yang berada dalam jurisdiksi Mahkamah
i. Penghilangan paksa
j. Kejahatan apartheid
k. Perbuatan tak manusiawi lain dengan sifat sama yang secara sengaja menyebabkan penderitaan berat, atau luka serius terhadap badan atau mental atau kesehatan fisik.

Sumber