Tidakkah Kamu Lelah, Karena Terus Menyimpan Amarah?

Berhentilah marah dan maafkan dirimu sendiri
Kemarahanmu yang menahun akan membuat kamu melewatkan mimpi-mimpimu dan membuat kamu semakin jauh dari semua itu. Berhentilah marah pada dirimu sendiri, sebab tak seorangpun dapat melakukan hal itu untuk dirimu.

Sesekali, hidup ini tidak akan selalu seperti yang kita mau, bahkan meski kita telah begitu dekat dengan keinginan kita itu. Sadarilah hal itu. Jangan hidup dalam kemarahan, agar kamu bisa mengerjakan hal lainnya yang lebih berguna selain dari marah saja. Jika dulu kamu bisa memiliki gairah yang besar untuk berhasil, lalu kenapa dengan sekarang?

Kamu masih orang yang sama, yang memiliki mimpi dan banyak harapan indah lainnya di dalam hatimu, dan yang kini menutupi semua itu dengan kemarahanmu yang entah sampai kapan. Sungguh, kamu telah rugi besar atas sikapmu saat ini.

Lepaskanlah kemarahanmu dan jangan menyimpan amarah dengan cara memaafkan dirimu sendiri. Berdamailah dengan dirimu sendiri, agar kamu bisa kembali kepada dirimu yang dulu, yang bermimpi dan memiliki keinginan besar untuk berhasil.

Hidup tak menjanjikan jalan searah tanpa persimpangan, dimana jalan ini pasti menuntunmu pada satu titik keberhasilan. Namun, hidup akan membawamu pada jalan dengan banyak persimpangan yang akan mengajarimu menemukan satu jalan untuk menuju keberhasilan.

Jadi, pastikan kamu siap untuk mengahadapi banyak persimpangan itu, sebelum akhirnya menemukan keberhasilanmu!

Apa pesan moral dari kisah tersebut?

SUMBER :

Ketika kamu telah ikhlas memaafkan berarti saat itu pula kamu telah melepas rasa sakit hati dan dendam yang membuat pikiranmu tidak tenang. Kamu telah melakuka tindakan tepat. Tak ada gunanya memang menyimpan amarah dalam hati. Tidak hanya hati kamu yang akan merasa lelah, tubuh kamu juga turut merasakan imbasnya. Bukankah tak ada gunanya mengingat-ingat hal yang telah berlalu? Apalagi bila hal itu hanya membuatmu tak nyaman.