Thomas Siebel : Founder Siebel Systems, Pelopor CRM, Pendiri dan CEO C3 IoT(Internet of Things)

Biografi, Thomas Siebel


Pekerjaan
Software business

Tempat dan tanggal lahir
Illinois, Chicago, 20 November 1952

Kewarganegaraan
Amerika

Afiliasi lainnya
Siebel Systems Inc.
Sales.com, Inc.
Thomas Weisel Partners Group, Inc.
University of Illinois-Urbana-Champaign
Thomas and Stacey Siebel Foundation, The
DocuSign, Inc.

Publikasi
Virtual Selling: Going Beyond the Automated Sales Force to Achieve Total Sales Quality (with Michael S. Malone), 1996; Cyber Rules: Strategies for Excelling at E-Business (with Pat House), 1999; Taking Care of eBusiness: How Today’s Market Leaders are Increasing Revenue, Productivity, and Customer Satisfaction, 2001.

Pendidikan
Bachelor of Arts/Science, University of Illinois, Urbana-Champaign, 1975; Master of Science, University of Illinois, Urbana-Champaign, 1983; Master of Business Administration, University of Illinois, Urbana-Champaign College of Business, 1983

Kekayaan bersih
$2.3 milyar


Thomas M. Siebel adalah eksekutif bisnis Amerika. Dia adalah pendiri, Ketua Dewan,dan Chief Executive Officer dari C3 IoT(Internet of Things) platform dan perusahaan aplikasi. Selama awal 1990-an, Thomas Siebel menjadi pelopor dalam pengembangan CRM(Customer Relationship Management), sebuah pendekatan revolusioner penjualan yang melibatkan penggunaan perangkat lunak komputer untuk mengotomatisasi penjualan dan layanan pelanggan.

RIWAYAT HIDUP


Siebel dilahirkan dari sebuah keluarga kelas menengah atas di Chicago. Ia merupakan anak keenam dari tujuh bersaudara pasangan Arthur Francis Siebel, pengacara lulusan Harvard, dan Ruth A. Siebel, seorang ibu rumah tangga. Dia dibesarkan di Wilmette, Illinois, sebuah kota pinggiran yang eksklusif di pantai utara Chicago. Dia memiliki 5 saudara dan seorang adik perempuan: Frances Cihak; Richard (yang menjabat sebagai Komisaris Cook Country), James, William, Robert, dan Yohanes.

Siebel dikirim oleh ayahnya ke Akademi Militer Shattuck di Fairbaut, Minnesota ketika ia berusia 15. Siebel tidak menyukai ketatnya peraturan di sekolah tetapi tetap memilih bertahan untuk menenangkan ayahnya. Siebel melanjutkan pendidikannya di University of Illinois, Urbana-Champaign, tempat dia memperoleh gelar sarjana pada tahun 1975. Tidak yakin dengan karirnya setelah lulus, Siebel memutar kendali truck pick-up nya menuju Barat dan bekerja sebagai peternak di Idaho. Siebel akhirnya kembali ke Chicago dan bekerja untuk penerbit perdagangan buku sebelum mendaftarkan dirinya dalam program master administrasi bisnis di University of Illinois. Ketika menjalani pendidikan di program pasca sarjananya, Siebel tertarik dengan komputasi dan akhirnya ia berhasil menyandang dua gelar kelulusan sekaligus, yaitu master administrasi bisnis dan master ilmu komputer, pada tahun 1983. Ia menikah dengan Stacy, rekan kerjanya di Oracle dan dikaruniai 4 orang anak.

RIWAYAT KARIR


Pada tahun 1984 Siebel direkrut oleh Oracle Corporation, distributor pemula perangkat lunak database relasional yang memiliki 40 karyawan. Memulai karir sebagai sales di Kantor Oracle Chicago, Siebel bertanggung jawab untuk mengatur demonstrasi database untuk penjualan Oracle dan calon klien mereka. Siebel dikenal sebagai sales unggul dengan caranya sendiri. Dalam setahun Siebel mendapatkan posisi sebagai Top Salesman Oracle, mengalahkan sebagian besar rekan-rekan kerjanya berkat keunggulan pengetahuan teknisnya dan kemampuannya untuk menterjemahkan bahasa komputer yang rumit untuk klien nonspecialist.

Kesuksesan Siebel menarik perhatian mitra pendiri Oracle dan CEO Lawrence Ellison. Selama beberapa tahun berikutnya Siebel menjabat berbagai posisi pemasaran dan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan Oracle sebagai penyedia software manajemen. Pada tahun 1987, ketika mengepalai divisi pemasaran langsung Oracle, Siebel memperhatikan bahwa agen penjualannya membuang-buang waktu dan usaha karena informasi pelanggan terkoordinasi dengan buruk. Untuk menghilangkan inefisiensi tersebut, Siebel mengembangkan program yang mendukung efisieni komunikasi dalam sistem penjualan Oracle. Hasilnya sangat mengesankan. Pada tahun 1989 Ellison merayu Siebel bahwa program yang disebut Oasis (Oracle automated sales information system) tersebut bisa dipasarkan secara eksternal. Ellison, gagal memanfaatkan potensi komersial Oasis karena Siebel tidak tertarik. Siebel mengambil cuti dari Oracle pada tahun 1990 dan tidak pernah kembali. Dia menguangkan saham perusahaannya segera setelah itu, beruntung ia tidak terjaring skandal keuangan besar yang menyebabkan nilai pasar Oracle menurun.

Pada tahun 1991 Siebel direkrut sebagai CEO Cayenne Systems, perusahaan kecil software multimedia milik pribadi yang berganti nama menjadi Gain Technology dan dijual oleh Siebel untuk Sybase, seharga $110 juta pada tahun 1992. Dengan $10 juta yang ia terima sesuai kesepakatan, Siebel kembali mengembangkan ide pemasaran Oasis. Pada tahun 1993, ia mendirikan Siebel Systems dengan Patricia House, mantan bagian pemasaran Oracle. Siebel menerima start-up investasi dari beberapa mitra yang erat, termasuk brokerage mogul Charles Schwab, yang menerima kursi sebagai Dewan Direktur Siebel Systems sebagai imbalan.

Sejak awal, Seibel menunjukkan komitmen pribadi kepada kepuasan pelanggan yang akan menentukan perusahaan dan menjadi cikal CRM. Daripada bergegas mengembangkan produk, Siebel dan House lebih memilih menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk berkonsultasi tentang operasi bisnis dan kebutuhan perangkat lunak bahkan sebelum memulai tahap desain mereka. Produk dari perusahaan penjualan Siebel adalah program komputer yang bisa dikustomisasi untuk melakukan aktivitas penjualan, layanan pelanggan dan fungsi pemasaran secara otomatis.

Siebel mempublikasikan perusahaannya pada Juni 1996, suatu langkah yang meningkatkan kekayaannya senilai lebih dari $280 juta dan membuat 40 dari karyawannya menjadi jutawan instan. Dengan 15 persen saham di perusahaan, pada 1999 Siebel memiliki kekayaan bersih lebih dari $1 miliar. Antara tahun 1995 dan 2000 Siebel memimpin perusahaan yang paling menguntungkan dan berkembang pesat di Amerika Serikat, keuntungan tahunan berturut-turut lebih dari 100 persen dan mengendalikan sebanyak 70 persen pasar software CRM. Klien mereka termasuk Compaq, IBM dan Cisco Systems. Pada tahun 2001 Siebel Systems melaporkan penjualan tahunan sebesar $2 miliar dengan pendapatan bersih sebesar lebih dari $254 miliar.

Mewujudkan trendsetter penjualan yang berpengaruh, Siebel sering muncul sebagai juru bicara industri. Dia menerbitkan beberapa buku, di mana ia menganjurkan CRM dan penerapannya dalam perekonomian informasi. Menghadapi penurunan ekonomi pada tahun 2002 dan tumbuh dari tekanan pesaing seperti SAP, PeopleSoft, Salesforce.com, dan Oracle, Siebel terpaksa memangkas tenaga kerjanya dan mereposisi perusahaannya. Pada bulan Mei 2004, Siebel mengundurkan diri sebagai CEO Siebel Systems, meskipun ia tetap berada di perusahaan sebagai ketua. Pada Januari 2006, Siebel Systems diakusisi oleh Oracle. Siebel kemudian menjadi Ketua First Virtual Group dan pada tahun 2015, Siebel mendirikan Siebel Energy Institute untuk memenuhi kepentingan penelitian manajemen data monitoring infrastruktur energi. Saat ini, Siebel menjabat sebagai Ketua dan CEO C3 IoT(Internet of Things).

KONTRIBUSI


Melalui Thomas dan Stacey Siebel Foundation, Siebel berupaya menerapkan konsep yang sama yang membuatnya menjadi seorang pengusaha yang sangat sukses untuk berkontribusi dalam proyek-proyek yang dirancang untuk mengurangi kemiskinan, meningkatkan pendidikan dan program penelitian, menemukan solusi energi alternatif, dan menanggulangi penyalahgunaan obat terlarang. Sejak terbentuk pada tahun 2000, yayasannya telah memberikan total lebih dari $250 juta untuk organisasi nirlaba.

:books: Pendidikan
Siebel Scholars mempunyai program untuk menciptakan generasi pemimpin masa depan dengan memberi penghargaan kepada siswa lulusan terbaik dalam sekolah bisnis, ilmu komputer, dan Bioteknik sebanyak $35.000 pada akhir tahun studi mereka. Sebagai imbalannya, mereka bekerja sebagai penasihat di Siebel Foundation. Semua ini dirancang untuk menciptakan sebuah komunitas yang cemerlang untuk masa depan yang dibutuhkan untuk mengatasi masalah sosial yang cenderung menekan hidup masyarakat.

:seedling: Lingkungan
Pada tahun 2007, Siebel Foundation menciptakan inovasi Energy Free Home Foundation, dan menawarkan hadiah $20 juta kepada siapa pun yang dapat merancang dan membangun rumah 2.000 kaki persegi, 3 kamar tidur dan dua kamar mandi konvensional yang menarik dan berdaya saing tinggi.

:pill: Kesehatan
Pada tahun 2008, Siebel mendirikan Siebel Stem Cell Institute sebagai sebuah inisiatif kerjasama antara University of California, Berkeley Stem Cell Center dan Stanford Institute. Siebel Stem Cell Institute melakukan pendekatan kolaboratif untuk mengambangkan teknik-teknik baru yang memungkinkan untuk pengobatan khusus beberapa jenis kanker.

:smoking: Penyalahgunaan Narkoba
Siebel memulai program untuk menanggulangi penyalahgunaan narkoba pada tahun 2005 ketika sabu-sabu dianggap sebagai sumber utama kejahatan di Amerika Serikat. Siebel menuai pujian dari pemerintah dan meraih beberapa penghargaan atas proyeknya ini.

:skull_crossbones: Kemiskinan
Siebel Foundation memberikan ratusan hibah dari $1,000 sampai $10,000 untuk organisasi nirlaba yang membantu para tunawisma di seluruh negeri, selain itu ia juga memberi hibah dari $200.000 sampai $1 juta untuk mengisi ketel Salvation Army di Bay Area, Montana, dan New York City setiap Natal.

:zap: Energi
Pada tahun 2015, Siebels memberikan $10 juta kepada Siebel Energy Institute untuk penelitian infrastruktur energi.

FAKTANYA :mag:


  1. Dari 2009 sampai 2014, Siebel menghabiskan total $335,300 dalam kontribusi politik. Sekitar 90% independen dan 10% untuk calon Partai Republik.

  2. Siebel menjabat sebagai Dewan Penasehat Stanford University College of Engineering, University of Illinois College of Engineering, dan University of California di Berkeley College of Engineering.

  3. Thomas Siebel adalah Direktur Hoover Institution di Stanford University.

  4. Thomas Siebel adalah Ketua Dewan Amerika Agora Foundation.

  5. Siebel adalah anggota dari Trustees of Princeton University dari tahun 2008 sampai 2011.

  6. Thomas Siebel adalah pendiri dan Ketua dari Meth Project dan Siebel Scholars Foundation.

  7. Di tahun 1999, 2000 dan 2001, majalah Fortune mengakui Siebel Systems sebagai perusahaan berkembang tercepat, ketiga tercepat, dan kedua paling cepat di Amerika Serikat. Berikut penghargaan lain yang diraih perusahaan di bawah kepemimpinan Siebel:
    :pushpin: One of the 50 best companies to work for in Silicon Valley by San Jose magazine in 2004
    :pushpin: The Entrepreneurial Company of the Year, Harvard Business School, 2003
    :pushpin: Among IT 100 List of Top-Performing Companies in High Tech - BusinessWeek, 2001
    :pushpin: The World’s Most Influential Software Company – BusinessWeek, 2000
    :pushpin: The Most Influential Company in IT, Intelligent Enterprise, 2000
    :pushpin: Fasting Growing Technology Company, Deloitte & Touche, 1999

  8. Call Center Magazine melantik Siebel ke dalam Hall of Fame pada tahun 2000 atas kontribusinya untuk bisnis dan teknologi berbasis layanan pelanggan. CRM Magazine memasukan dirinya ke CRM Hall of Fame perdana pada tahun 2003 atas visi, kepemimpinan, dan komitmennya terhadap inovasi yang kuat. Siebel juga meraih penghargaan lain sebagai berikut:
    :star: Top 10 CEOs - Investor’s Business Daily, 2000
    :star: University of Illinois Presidential Award and Medallion, 2001
    :star: One of Top 25 Managers in Global Business – BusinessWeek, 1999 to 2001
    :star: One of the Top 25 Executives - Computer Reseller News, 2001 and 2002 (Readers Choice in 2002)
    :star: CEO of the Year – Industry Week, 2002
    :star: David Packard Award – Business Executives for National Security, 2002
    :star: Thomas M. Siebel, Master Entrepreneur of the Year – Ernst & Young, 2003
    :star: Lewis & Clark Pioneers in Industry Award - University of Montana, 2006
    :star: The 50 Most Generous Philanthropists – BusinessWeek, 2007, 2008
    :star: Lincoln Academy Laureate – The Lincoln Academy of Illinois (Illinois’ Highest Honor) 2008
    :star: Engineering at Illinois Hall of Fame - University of Illinois at Urbana-Champaign, 2010
    :star: Woodrow Wilson Award for Corporate Citizenship – The Woodrow Wilson International Center for Scholars of the Smithsonian Institution, 2010
    :star: Menduduki peringkat 5 the World’s Top 25 Philanthropists – Barron’s Magazine, 2009
    :star: Menduduki peringkat 3 the World’s Top 25 Philanthropists – Barron’s Magazine, 2010
    :star: Alumni Achievement Awards - University of Illinois at Urbana-Champaign, 2013
    :star: One of the World’s Top 25 Eco-Innovators - FORTUNE magazine, 2014
    :star: Menduduki peringkat 92 Richest in Tech – Forbes Magazine, 2016

QUOTES


“The combination of Siebel applications with the development capacity of Oracle to enhance our CRM product set assures our customers continuing success. This is a very beneficial business combination that will allow us to be even more effective in delivering high quality, leading edge solutions into the hands of satisfied customers.” - Thomas Siebel

"Today is a great day for Siebel Systems’ customers, partners, shareholders, and employees,” - Thomas Siebel

“Some $5 million deals in Siebel’s pipelines.” - Thomas Siebel

“There’s a human tragedy of magnificent proportion taking place here. I don’t think putting everyone in jail is contributing to a solution.” - Thomas Siebel

"What really brought this together is a shift in market dynamics we’ve seen occur over past three, four or five years… They had wanted best in class applications. Now the customer and partner community is communicating quite clearly and voting with dollars that what they want are integrated applications.” - Thomas Siebel

REFERENSI


http://www.referenceforbusiness.com/biography/S-Z/Siebel-Thomas-1952.html



Thomas M. Siebel atau yang biasa kita kenal dengan Thomas Siebel, lahir pada tanggal 20 November 1952 di kota terbesar di negara bagian Illinois, Amerika Serikat yaitu Chicago. Beliau dilahirkan di sebuah keluarga kelas menengah atas, dan merupakan anak keenam dari tujuh bersaudara dari pasangan Arthur Francis Siebel dan Ruth A. Siebel. Dia dibesarkan di Wilmette, sebuah kota di pinggiran pantai utara Chicago.

Ayahnya, yang merupakan seorang pengacara lulusan Harvard, mengirim Siebel ke Shattuck Military Academy di Firbaut, Minnesotta pada usia 15. Akan tetapi, Siebel tidak menyukai regulasi yang ketat yang diterapkan sekolahnya, namun tetap memilih tinggal agar tidak mengecewakan ayahnya. Pada tahun 1971, Siebel bergabung dengan University of Illinois, yang dimana merupakan tempat Siebel mendapatkan gelar sarjananya pada tahun 1973. Dan pada tahun yang sama, ia melanjutkan pendidikannya di Universitas yang sama dan berhasil mendapatkan gelar MBA ( Master of Business Administration), dan PhD di bidang Teknik Studi Ilmu Komputer pada tahun 1983.

Pada tahun 1984, Siebel direkrut oleh Oracle Corp., sebuah perusahaan distributor yang saat itu masih baru dan hanya memiliki 40 karyawan. Siebel memulai karir sebagai sales mewakili kantor Oracle Chicago, yang dimana ia bertanggungjawab untuk mengatur demonstrasi database Oracle kepada calon klien mereka. Dan, dengan cepat Siebel telah diakui sebagai seorang sales yang unggul. Setahun kemudian, Siebel mendapatkan posisi sebagai Top Salesman Oracle, mengalahkan rekan rekannya berkat kemampuannya menerjemahkan bahasa komputer yang kompleks kepada calon klien yang tidak memiliki spesialisasi di bidang komputer.

Suksesnya Siebel menarik perhatian mitra pendiri Oracle dan juga CEO Lawrence Johnson, karena telah membawa Oracle yang sebelumnya merupakan perusahaan baru menjadi perusahaan papan atas. Selang beberapa tahun, Siebel telah menduduki berbagai posisi pemasaran dan berkontribusi atas berkembangnya Oracle sebagai penyedia perangkat lunak manajemen yang terkemuka.

Pada tahun 1987, saat menjabat sebagai kepala divisi pemasaran langsung Oracle, Siebel menyadari bahwa tenaga salesnya membuang-buang waktu dan tenaga dikarenakan informasi pelanggan yang kurang terkoordinasi. Dan untuk mengefisiensikan waktu dan tenaga, Siebel mengembangkan sebuah program yang dapat mempercepat komunikasi dalam penjualan Oracle yang kemudian memperoleh hasil yang sangat mengesankan. Pada tahun 1989, Siebel menyarankan kepada Ellison bahwa program yang disebut Oasis (Oracle Automated Sales Information System), bisa dipasarkan secara luas. Namun, Ellison gagal melihat potensi komersial program dan menyatakan bahwa ia tidak tertarik dengan program tesebut. Kemudian, Siebel mengambil cuti dari Oracle pada tahun 1990 dan tidak pernah kembali. Sesaat setelah itu, Siebel menguangkan saham perusahaannya. Merupakan sebuah langkah yang tepat sekaligus beruntung Siebel menguangkan saham perusahaannya dikarenakan terjadi skandal akuntansi utama yang menyebabkan nilai pasar Oracle menurun.

Pada tahun 1991, Siebel direkrut sebagai CEO Cayyene Systems, sebuah perusahaan software dan multimedia kecil yang kemudian berganti nama menjadi Gain Technology setelah dijual oleh Siebel senilai 110 juta US Dollar pada tahun 1992 yang dimana sesuai kesepakatan, Siebel menerima 10 juta USD yang akan dipakainya untuk kembali mengembangkan ide pemasaran dari Oasis. Pada tahun 1993, bersama dengan Patricia House, mantan divisi pemasaran Oracle, Siebel mendirikan Siebel Systems. Siebel secara pribadi merupakan investor terbesar bagi perusahaan tersebut, namun Siebel System juga menerima investasi dari beberapa mitra, salah satunya dari seorang Makelar Dagang Charles Schwabb, yang kemudian mendapatkan kursi sebagai Dewan Direktur Siebel Systems.

Sejak awal, Siebel menunjukkan komitmen terhadap kepuasan pelanggan yang akan menentukan nasib perusahaannya dan juga menjadi ciri khas CRM. Daripada terburu-buru mengembangkan produk, Siebel and House lebiih memilih untuk menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk berkonsultasi dengan perusahaan tentang operasi bisnis dan kebutuhan perangkat lunak mereka. Produk yang dihasilkan, Siebel Sales Enterprise, adalah program komputer yang dapat disesuaikan untuk mengotomatisasi aktivitas penjualan dan, pada versi berikutnya, dapat mengotomatisasi aktivitas penjualan terpadu, layanan pelanggan, dan fungsi pemasaran. Intinya, perangkat lunak Siebel yang canggih ini berfungsi sebagai basis data sentral yang mampu menyalurkan informasi pelanggan di antara perwakilan penjualan dan call centernya. Penggunaan perangkat lunak ini dapat mencegah upaya duplikasi dan juga berperan untuk menyediakan alat yang ampuh untuk memantau akun, melacak pembelian, dan mengukur preferensi pelanggan untuk pengembangan pemasaran yang disesuaikan dengan kebutuhan klien.

Siebel mempublikasikan perusahaannya pada Juni 1996, suatu langkah yang meningkatkan kekayaannya senilai lebih dari 280 juta USD dan membuat 40 dari karyawannya menjadi jutawan dadakan. Dengan 15 persen saham di perusahaan, pada 1999 Siebel mengantongi kekayaan bersih lebih dari 1 miliar USD. Antara tahun 1995 dan 2000 Siebel memimpin perusahaan yang paling menguntungkan dan berkembang pesat di Amerika Serikat, keuntungan tahunan berturut-turut lebih dari 100 persen dan mengendalikan sebanyak 70 persen pasar software CRM. Compaq, IBM dan Cisco Systems merupakan klien mereka . Pada tahun 2001 Siebel Systems melaporkan penjualan tahunan sebesar 2 miliar USD dengan pendapatan bersih sebesar lebih dari 254 miliar USD.

Demi menjadi trendsetter penjualan yang berpengaruh, Siebel sering muncul sebagai juru bicara industri. Dia menerbitkan beberapa buku, di mana ia menganjurkan CRM dan penerapannya dalam perekonomian informasi. Menghadapi krisis ekonomi pada tahun 2002 dan tumbuh dari tekanan pesaing seperti SAP, PeopleSoft, Salesforce.com, dan Oracle, Siebel terpaksa memangkas tenaga kerjanya dan mereposisi perusahaannya. Pada bulan Mei 2004, Siebel mengundurkan diri sebagai CEO Siebel Systems, meskipun ia tetap berada di perusahaan sebagai ketua. Pada Januari 2006, Siebel Systems diakusisi oleh Oracle. Siebel kemudian menjadi Ketua First Virtual Group dan pada tahun 2015, Siebel mendirikan Siebel Energy Institute untuk memenuhi kepentingan penelitian manajemen data monitoring infrastruktur energi. Dan sejak Juli 2011 hingga sekarang, Siebel menjabat sebagai Ketua dan CEO dari C3 IoT(Internet of Things).

Sumber :
https://www.linkedin.com/in/thomassiebel/?trk=public-profile-join-page
http://www.referenceforbusiness.com/biography/S-Z/Siebel-Thomas-1952.html


Thomas M. Siebel (lahir 20 November 1952) adalah seorang eksekutif bisnis Amerika. Dia adalah Pendiri, Chairman, dan Chief Executive Officer C3 IoT, sebuah platform dan perusahaan aplikasi IoT (Internet of Things). Dia adalah Chairman First Virtual Group, perusahaan induk yang terdiversifikasi dengan minat manajemen investasi, real estat komersial, agribisnis, dan filantropi.

Siebel lahir di Chicago, satu dari tujuh anak Arthur Francis Siebel, seorang pengacara berpendidikan Harvard, dan Ruth A. (née Schmid) Siebel, seorang ibu rumah tangga. Dia memiliki lima saudara laki-laki dan satu saudara perempuan: Frances Cihak; Richard (yang menjabat sebagai Cook County Commissioner), James, William, Robert, dan John. Keluarganya adalah orang Lutheran. Siebel adalah lulusan University of Illinois di Urbana-Champaign, di mana dia menerima gelar B.A. dalam sejarah, M.B.A., M.S. dalam ilmu komputer, dan gelar doktor kehormatan teknik.

Dari tahun 1984 sampai 1990, Siebel adalah seorang eksekutif di Oracle Corporation, di mana dia memegang sejumlah posisi manajemen. Siebel menjabat sebagai CEO Gain Technology, perusahaan perangkat lunak multimedia yang bergabung dengan Sybase pada bulan Desember 1992. Siebel adalah pendiri, chairman, dan chief executive officer Siebel Systems, yang diakuisisi oleh Oracle pada bulan Januari 2006. Siebel adalah ketua First Virtual Group, perusahaan induk yang terdiversifikasi. Siebel pernah menjadi salesman top di Oracle. Dia meninggalkan pada tahun 1990, menciptakan perusahaan perangkat lunak Siebel Systems dan menjualnya ke Oracle seharga $ 5,8 miliar pada tahun 2006.
Siebel telah sering menjadi juru bicara industri. Buku-bukunya meliputi: Aturan Cyber (1999), dan Taking Care of eBusiness (2001) yang diterbitkan oleh Doubleday, dan Virtual Selling (2002), diterbitkan oleh Free Press.

Pada tahun 2015, Siebel mendirikan Siebel Energy Institute untuk meneliti pengelolaan data pemantauan infrastruktur energi. Dia saat ini adalah Chairman dan CEO C3 IoT.
Pada tahun 2013, American Academy of Arts and Sciences memilih Tom Siebel sebagai anggota bersama beberapa ilmuwan, penulis, seniman, pemimpin sipil, korporasi, dan filantropi yang paling berpengalaman di dunia.

Siebel bertugas di Dewan Penasehat Universitas Stanford College of Engineering, University of Illinois College of Engineering, dan University of California di Berkeley College of Engineering. Dia adalah seorang Direktur Hoover Institution di Stanford University, dan merupakan Ketua Dewan Yayasan Agora Amerika. Dia adalah anggota Trustees of Princeton University dari tahun 2008 sampai 2011. Dia adalah Pendiri dan Ketua Proyek [Montana Meth] dan Yayasan Siebel Scholars, dan Ketua Yayasan Siebel. Dia menduduki peringkat # 5 dan # 3 dari 25 filantropis terbaik di dunia oleh Majalah Barron pada tahun 2009 dan 2010. Pada tahun 2007 dan 2008, ia dinobatkan sebagai salah satu dari 50 orang paling dermawan oleh BusinessWeek.

Pada tahun 1999, 2000, dan 2001, majalah Fortune mengakui Siebel Systems sebagai perusahaan dengan pertumbuhan tercepat di Amerika Serikat.

Penghargaan lain yang diperoleh perusahaan di bawah kepemimpinan Siebel antara lain :

  • Salah satu dari 50 perusahaan terbaik yang bekerja di Silicon Valley oleh majalah San Jose pada tahun 2004.
  • Perusahaan Wirausaha Tahun Ini, Harvard Business School, 2003.
  • 100 Daftar Perusahaan Berkinerja Tinggi di High Tech - BusinessWeek, 2001.
  • Perusahaan Perangkat Lunak Paling Berpengaruh di Dunia - BusinessWeek, 2000.
  • Perusahaan Paling Berpengaruh di IT, Intelligent Enterprise, 2000.
  • Perusahaan Teknologi Tumbuh Cepat, Deloitte & Touche, 1999.
  • 10 CEO teratas - Harian Bisnis Investor, 2000.
  • Penghargaan Presiden dan Medali Universitas Illinois, 2001.
  • Salah satu dari 25 Manajer Terbaik dalam Bisnis Global - BusinessWeek, 1999 sampai 2001.
  • Salah satu dari 25 Eksekutif Top - Computer Reseller News, 2001 dan 2002.
  • CEO The Year - Industry Week, 2002.
  • David Packard Award - Eksekutif Bisnis untuk Keamanan Nasional, 2002.
  • Thomas M. Siebel, Pengusaha Terbaik Tahun Ini - Ernst & Young, 2003.
  • Perintis Lewis & Clark dalam Penghargaan Industri - University of Montana, 2006.
  • 50 dermawan paling dermawan - BusinessWeek, 2007, 2008.
  • Lincoln Academy Laureate - Akademi Lincoln Illinois (Kehormatan Tertinggi Illinois) 2008.
  • Peringkat # 5 dari 25 Filantropis Dunia - Barron’s, 2009.
  • Peringkat # 3 dari 25 Filantropis Dunia - Barron’s, 2010.
  • Alumni Achievement Awards - Universitas Illinois di Urbana-Champaign, 2013.
  • Salah satu dari 25 Eco-Innovator Dunia - majalah FORTUNE, 2014.

The Siebel Foundation (didirikan tahun 1996) aktif mendukung program tunawisma dan pendidikan kurang mampu, pencegahan penyalahgunaan methamphetamine, dan solusi energi alternatif. The Siebel Foundation menciptakan Siebel Scholars Foundation, Siebel Energy Institute, the Dearborn Scholars Fund di Montana, dan Proyek Meth Montana.

Pada tahun 2001, Siebel menyumbang $ 32 juta untuk almamaternya, Departemen Ilmu Komputer di University of Illinois di Urbana-Champaign, untuk membangun Siebel Center for Computer Science, dibuka pada musim semi 2004. Pada tahun 2006, Siebel menyumbangkan 4 juta kepada University of Illinois di Urbana-Champaign. Siebel menjanjikan hadiah tambahan senilai 100 juta kepada University of Illinois di Urbana-Champaign pada tahun 2007.

Setelah meraih banyak penghargaan dan berada di puncak kesuksesan ia tak lupa diri dan sombong. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, Siebel menjadi orang yang sangat dermawan, mengingat kesuksesannya yang ia miliki sekarang tak terlepas dari dukungan dan campur tangan orang lain. Kita tidak bisa meraih kesuksesan murni dengan usaha dari diri kita sendiri, karena kita semua adalah makhluk sosial yang pada dasarnya membutuhkan bantuan orang lain.

sumber :


“Information technology is not going to be about computers. It’s more fundamental than that. It’s going to be about food, it’s going to be about water, it’s going to be about healthcare and it’s going to be about energy.” – Thomas siebel

Thomas Siebel dikenal sebagai salah satu software developer dan investor yang saat ini menjabat sebagai Ketua dan CEO C3 IoT(Internet of Things). Saat ini kekayaan Thomas Siebel senilai $2,3 miliar. Keberhasilannya ini tentu saja tidak ia dapatkan secara instan, melainkan dengan berbagai usaha dan kegigihan yang mengantarkannya hingga dapat menjadi seperti saat ini. sejak awal Thomas siebel sudah menunjukkan komitmennya yang begitu besar dan mengerjakan sesuatu dengan sepenuh hati membuat usahanya dapat berkembang dengan pesat.

Thomas Siebel berasal dari keluarga kelas menengah atas dan lahir dari pasangan seorang pengacara yang bernama Arthur Francis Siebel dan istrinya Ruth A. Siebel pada tanggal 20 november 1952 di Illinois, Chicago dan dibesarkan bersama keenam saudaranya di Wilmette, Illinois.

Thomas Siebel memulai pendidikannya ke Akademi Militer Shattuck di Fairbaut. Kemudian setelah lulus dari Akademi Militer Shattuck, Siebel melanjutkan pendidikannya ke Bachelor of Arts/Science di University of Illinois, Urbana-Champaign dan lulus pada tahun 1975. Thomas Siebel sempat menjadi seorang peternak di Idaho sebelum kembali melanjutkan study pascasarjana-nya dalam program master administrasi bisnis dan master ilmu computer di University of Chicago dan lulus pada tahun 1983.

Pada tahun 1984 sampai 1990 Siebel memulai karirnya dengan bekerja di Oracle Corporation. Berawal sebagai seorang saler Oracle, di tahun pertamanya berkerja Siebel berhasil meraih posisi sebagai Top Salesman Oracle karena keberhasilannya dalam mendemonstrasikan database dan menerjemahkan Bahasa program yang rumit kepada para calon kliennya. Pada tahun 1987 ketika siebel menempati posisi sebagai kepala divisi pemasaran Oracle, ia mengembangkan program untuk meningkatkan efisiensi komunikasi yang bernama Oasis (Oracle automated sales information system). Kemudian siebel mengambil cuti pada tahun 1990 dan tidak pernah kembali lagi.

Pada tahun 1991 Siebel direkrut sebagai CEO Cayenne Systems, perusahaan kecil software multimedia yang berganti nama menjadi Gain Technology dan dijual oleh Siebel untuk Sybase, seharga $110 juta pada tahun 1992. Kemudian Siebel kembali mengembangkan ide pemasaran Oasis dengan uang yang sudah ia terima. Pada tahun 1993, ia mendirikan Siebel Systems dengan Patricia House. Siebel menerima start-up investasi dari beberapa mitra yang erat. Siebel mempublikasikan perusahaannya pada Juni 1996. Antara tahun 1995 dan 2000 Siebel memimpin perusahaan yang paling menguntungkan dan berkembang pesat di Amerika Serikat.

Pada bulan Mei 2004, Siebel mengundurkan diri sebagai CEO Siebel Systems, meskipun ia tetap berada di perusahaan sebagai ketua. Pada Januari 2006, Siebel Systems diakusisi oleh Oracle. Siebel kemudian menjadi Ketua First Virtual Group dan pada tahun 2015, Siebel mendirikan Siebel Energy Institute untuk memenuhi kepentingan penelitian manajemen data monitoring infrastruktur energy.

Thomas siebel juga memberikan pendaan di bidang Kemiskinan, Pendidikan, Kesehatan, Energi, Penggunaan Obat-Obatan Curbing yang bertujuan untuk berusaha menerapkan sifat-sifat yang sama yang membuatnya menjadi pengusaha sukses bagi proyek yang dirancang untuk mengurangi kemiskinan, meningkatkan program pendidikan dan penelitian, mencari solusi energi alternatif, dan menghentikan penyalahgunaan metamfetamin melalui yayasan Thomas dan Stacey Siebel.

Thomas Siebel memiliki beberapa keahlian yang dapat mengantarnya untuk mencapai kesuksesannya seperti sekarang. Beberapa contoh keahlian yang dimiliki Thomas Siebel yaitu Kepemimpinan, CRM, Kewiraswastaan, Corporate developer, Enterprise software, Venture capital, Executive management,dsb.
Selama Thomas siebel merintis karirnya, ia belum pernah menemukan kegagalan yang berarti untuknya. Hanya pada saat setelah Thomas siebel lulus dari Bachelor of Arts/Science di University of Illinois, Urbana-Champaign, ia merasa tidak yakin dengan karirnya sendiri dan memutuskan untuk menjadi seorang peternak di Indaho.

Referensi :


https://www.linkedin.com/in/thomassiebel
http://www.referenceforbusiness.com/biography/S-Z/Siebel-Thomas-1952.html#ixzz4sQz3rbPM