Terdiri dari apa saja Project Management Plan yang berperan sebagai input pada Plan Quality Management ?

Plan Quality Management memiliki 6 input, salah satunya adalah Project Management Plan. Lalu terdiri dari apa saja Project Management Plan yang berperan sebagai input pada Plan Quality Management ?

Plan Quality Management adalah proses untuk mengidentifikasi quality requirements dan atau standar untuk project dan deliverablesnya, mendokumentasikan bagaimana project menunjukkan kepatuhan dengan quality requirements yang relevan. Manfaat utama dari proses ini adalah menyediakan panduan dan arahan tentang bagaimana kualitas akan dikelola dan divalidasi di seluruh project. Banyak input yang digunakan untuk merencanakan project quality , salah satunya adalah Project Management Plan.

Menurut PMBOK Project management plan adalah dokumen yang menjelaskan bagaimana proyek akan dilaksanakan, dimonitor, dan dikendalikan. Dokumen ini mengintegrasikan dan mengkonsolidasikan keseluruhan rencana tambahan dan baseline dari proses perencanaan.
Project baseline dapat berupa :

  • Scope baseline
  • Schedule baseline
  • Cost baseline

Dasar dalam membuat Project Management Plan adalah :

  • Project Charter : Mendefinisikan high-level boundaries proyek. Project Manager menggunakan project charter sebagai titik mula untuk perencanaan awal dalam Initiating Process Group.
  • Output from other processes : Output dari banyak proses ari 9 knowledge areas lainnya yang terintegrasi untuk membuat project management plan. Baseline dan subsidiary plan menjadi output pada proses perencanaan lain, namun menjadi input pada proses ini
  • Enterprise enviromental factors : Faktor ini adalah standart industri atau pemerintah, sistem informasi manajemen proyek, struktur organisasi, budaya, management practices, infastruktur, administrasi personil
  • Organizational process assets : Berupa guideline yang telah terstandarkan, Work Instruction (WI), kriteria evaluasi proposal, kriteria pengukuran kinerja, template project management plan, konfigurasi management knowledge base.

Sumber :
http://www.dummies.com/careers/project-management/pmp-certification/plan-quality-management-inputs-and-outputs-on-the-pmp-certification-exam/
http://manajemenproyekindonesia.com/?p=2716

Project Quality Management (Manajemen Mutu Proyek) meliputi proses-proses yang diperlukan untuk memastikan bahwa proyek memenuhi kebutuhan sebagaimana dia ditujukan. Hal ini termasuk semua aktivitas dari keseluruhan fungsi manajemen yang menetapkan kebijakan mutu, sasaran, dan tanggung jawab serta mengimplementasikannya dengan menggunakan seperti, perencanaan mutu (quality planning), jaminan mutu (quality assurance), dan peningkatan mutu (quality improvement), di dalam sistem mutu (quality system).

fix

  • Perencanaan Kualitas (Quality Planning) – identifikasi standar mutu atau kualitas apa yang relevan dengan proyek dan menentukan bagaimana untuk memenuhinya.

  • Penjaminan Kualitas (Quality Assurance) – menghitung dan mengevaluasi keseluruhan kinerja proyek dengan dasar yang biasa untuk memberikan kepercayaan diri bahwa proyek akan memenuhi standar mutu/kualitas yang sesuai.

  • Quality Control – monitoring hasil proyek tertentu untuk menentukan jika dia memenuhi standar mutu/kualitas yang relevan dan identifikasi cara untuk mengeliminasi penyebab kinerja yang tidak memuaskan.

Perubahan dalam produk proyek diharuskan memenuhi identifikasi standar kualitas dapat memerlukan penyesuaian biaya atau waktu, atau kualitas produk yang diinginkan memerlukan rincian analisis resiko dari masalah yang diidentifikasi.

Bahwa memenuhi persyaratan mutu merupakan sasaran pengelolaan proyek di samping biaya dan waktu. Dalam hubungan ini, suatu peralatan, material, dan cara kerja di anggap memenuhi persyaratan mutu apabila terpenuhi semua persyaratan yang ditentukan dalam kriteria maupun spesifikasi. Dengan demikian, instalasi atau bangunan yang dibangun atau produk yang dihasilkan dari komponen peralatan dan material yang memenuhi persyaratan mutu, diharapkan dapat berfungsi secara memuaskan selama kurun waktu tertentu atau dengan kata lain siap untuk dipakai ( fitness for use ). Untuk mencapai tujuan tersebut secara efektif dan ekonomis tidak hanya diperlukan pemeriksaan di tahap akhir sebelum diserah terimakan kepada pemilik proyek, tetapi juga diperlukan serangkaian tindakan sepanjang siklus proyek mulai dari penyusunan program, perencanaan, pengawasan, pemeriksaan, dan pengendalian mutu. Kegiatan tersebut dikenal dengan penjaminan mutu ( quality assurance-QA )(Soeharto, 2001).