Tegar dalam Kehidupan

images.jpeg-10

Imajinasi menjelma menjadi musim,
Rasa empati menjadi bagian terpenting,
Bisa saling memahami dan melindungi,
Bagai udara yang menyatu dalam ruang napas,
Bertubi-tubi halangan dan rintangan memakai,
Telah keluar dari lembah gelap,
Merancang kaca yang hendak dibiaskan,
Keluar dari gua memantulkan sinar cahaya,
Ditempa pikiran dengan hati menciptakan jiwa berdikari,
Tirai-tirai terbuka semringah kirana yang masuk,
Membentuk insan yang dewasa penuh kegigihan,
Jiwa yang tegar menjadi toping dalam kopi empati,
Badai dan petir dengan beringasnya terlampir,
Menyeru pikiran egois dalam awan kelabu,
Membekas catu tak menjadi penghalang lesu yang menyerbu
Arungi kehidupan yang mencemari kilau bakti.