Supaya Mimpimu Berbunga

Mimpi hanya sebatas bunga tidur yang tidak akan berbunga, hingga kamu bangun dan mewujudkannya.

Saya tahu, semua orang pernah, masih, dan akan terus bermimpi. Baik tua maupun muda, lelaki ataupun perempuan, semuanya memiliki mimpi. Kalau pun ada orang yang sudah menyerah terhadap mimpinya, saya yakin masih ada sisa dari harapan yang lainnya. Saya adalah orang dengan sejuta mimpi, mulai dari mimpi yang amat sederhana seperti ingin membeli suatu barang, hingga mimpi yang sangat tinggi yang saya pikir kecil kemungkinannya untuk saya raih.

Tak apa, semua orang berhak bermimpi, meski mungkin ada saja orang - orang yang menertawakannya. Saya juga pernah (atau bahkan sudah lebih dari beberapa kali) ditertawakan karena mimpi-mimpi saya. Hal-hal seperti itu memang membuat kita sedih dan ciut, tetapi kita seharusnya menyadari bahwa tawa dan cemoohan mereka akan semakin deras jika kita berani bermimpi tetapi terlalu takut untuk meraihnya. Namun sebaliknya, tawa ejekan dari orang-orang tersebut akan berganti menjadi tawa bahagia sekaligus bangga jika kita berhasil meraih mimpi tersebut. Mari jangan biarkan ejekan membuatmu takut, sebaliknya jadikan itu sebagai pecut.

Sekali lagi saya katakan, semua orang berhak bermimpi, dan sangat tak apa untuk punya banyak mimpi. Yang menjadi persoalan, banyak dari kita yang punya suatu cita-cita yang luar biasa, punya puluhan mimpi yang begitu hebatnya, punya ribuan harapan yang indah, bahkan sejuta keinginan kecil yang terlintas di kepala, tapi terlalu malas untuk meraihnya. Kemalasan merupakan musuh utama bagi para sang pemimpi, terutama anak muda zaman sekarang, yang sudah terlalu dimanjakan dengan teknologi yang mempermudah segalanya, sehingga membuat kita terlalu malas untuk melakukan suatu hal yang membutuhkan usaha lebih sulit. Kita sudah terbiasa melakukan segala hal dengan serba instan, sehingga terlalu jenuh ketika harus menempuh suatu proses yang membutuhkan kesabaran dan memakan waktu lebih banyak.

Jika kita lihat fenomena - fenomena yang terjadi sekarang ini, kebanyakan anak muda lebih menyukai berkutat dengan ponsel pintarnya, bermain sosial media, dan bahkan hanya bermalas-malasan di kamarnya, atau yang sekarang ini anak muda biasa menyebutnya dengan istilah “rebahan”.

Nah, quotes yang saya buat ini berkaitan dengan istilah “rebahan”. Maksud dari quotes saya; mimpi, cita- cita, harapan, impian, dan keinginan selamanya hanya akan tetap menjadi angan-angan, tidak akan pernah menjadi nyata selama pekerjaanmu hanya “rebahan” dan bermalas-malasan! Ingat, suatu tumbuhan tidak berbunga setiap waktu, ia akan berbunga pada musimnya, pada saat yang tepat! Bahkan untuk dapat memiliki suatu bunga yang indah pun perlu adanya proses yang dilakukan oleh suatu tumbuhan.

Begitu pun dengan segala mimpi kita! Penting sekali untuk kita ingat, sekecil apapun mimpi yang kita harapkan, tetap diperlukan usaha untuk meraihnya. Tidak ada suatu hal pun yang instan di dunia ini, bahkan mie instan pun perlu kita masak dan beri bumbu terlebih dahulu untuk dapat dimakan. Jika untuk mewujudkan keinginan-keinginan kecil saja kita sudah terlalu malas, bagaimana kita dapat meraih impian yang lebih besar? Semua hal-hal yang besar selalu dimulai dari hal yang terkecil. Tidak pernah ada semesta jika tidak terlebih dahulu Tuhan ciptakan atom untuk menyusunnya.

Mari, belajar untuk berjuang mulai dari hal yang kecil saja terlebih dahulu, seperti contohnya, jika kamu bercita-cita untuk menjadi penulis novel, mulailah membaca novel-novel yang dapat membantumu dalam berimajinasi dan dituangkan dengan bahasa, bukan hanya terus membaca caption dari postingan foto temanmu yang kamu temui di setiap menggulir beranda instagram.

Yap, untuk menjadikan mimpimu berbunga, kamu harus bangkit dari “rebahan”-mu, kamu harus bangun dari tidurmu! Untuk apa kita tahu arti dari kata “berjuang” tanpa kita pernah melaksanakannya?

Tapi saya lelah, saya lelah karena saya terus gagal. Ah, kamu tidak akan paham! Saya sudah berusaha semaksimal mungkin, saya sudah lakukan semua yang saya bisa. Saya rasa saya tidak akan pernah berhasil mewujudkannya!” Mungkin sebagian orang akan berkata seperti itu. Tepatnya, orang-orang yang sudah terlalu lelah untuk meraih mimpinya.

Saya tahu, tidak ada manusia yang lebih paham rasa sakit, air mata, dan lelahmu selain dirimu sendiri. Tapi, bolehkah saya mengingatkanmu suatu hal? Tidak ada proses yang mudah. Bahkan alam pun mengajari kita tentang hal ini. Tidak akan ada hujan tanpa air harus menerima panas dan menguap terlebih dahulu, tidak ada pisau yang tajam jika tidak diasah, tidak ada embun tanpa dinginnya udara menjelang pagi, tidak ada emas sebelum ditempa dan lebur terlebih dahulu. Semua ini hanya tentang proses.

Sekarang, giliranmu mengingat-ingat. Apakah usaha yang katamu “maksimal” sudah benar-benar maksimal? Apakah semua yang sudah kamu lakukan memang benar-benar “semua yang kamu bisa”? Tentu kita sudah mendengar banyak kisah tentang tokoh-tokoh hebat di dunia yang berhasil setelah berteman dengan banyak kegagalan, salah satunya adalah Thomas Alva Edison yang telah gagal sebanyak 9.955 kali hingga akhirnya berhasil menemukan lampu pijar. Bayangkan jika saat itu beliau menyerah, mungkin penemuannya yang luar biasa itu tidak akan bisa kita (dan bahkan seluruh dunia) gunakan hingga saat ini. Oleh sebab itu, jangan menyerah dan takut pada kegagalan sampai kegagalan yang menyerah padamu!

Tidak ada usaha sekecil apapun yang sia-sia, bahkan jika kamu harus mengalami kegagalan. Karena kegagalan itu tidak pernah datang sendirian, ia selalu membawa serta pelajaran untuk ikut bersamanya. Ketika kita gagal maka kita juga belajar, belajar menemukan kesalahan dan memperbaikinya. Sehingga, semakin banyak kita gagal, semakin banyak pula kita bangkit untuk belajar dan memperbaiki. Kita jadi kenal siapa diri kita dan bagaimana menangani diri kita. Kita juga jadi sadar, bahwa kita sebagai manusia banyak kekurangan dan kelemahannya. Oleh karena itu, disamping berjuang, kita juga perlu berdoa dan bersandar pada Yang Maha Kuasa.

Jadi, berhasil itu bukan perihal kuantitas kegagalan, tetapi tentang kualitas perjuangan. Bagaimana kita terus meningkatkan diri kita, tak peduli seberapa banyak pun jumlah kegagalan kita. Ini juga berarti bahwa percuma saja jika kita terus gagal dan mencoba kembali ribuan kali, tetapi tanpa belajar dari kegagalan itu dan terus mengabaikan kesalahan kecil sekalipun. Ya, jika seperti itu kapan mau berhasil?

Sekarang, yang perlu kita cek adalah kualitas perjuangan kita. Sudahkah kita terus memperbaiki apa yang perlu kita perbaiki dan meningkatkan apa yang perlu kita tingkatkan? Jangan khawatir, perubahan sekecil apapun tetaplah baik selama kita melakukannya. Ingat perkataan saya di awal tadi? Semua hal-hal besar selalu dimulai dengan hal-hal yang lebih kecil.

Akhirnya, saya ingin menyimpulkan semua yang telah saya paparkan; jangan pernah malu untuk bermimpi, jangan pernah menyepelekan hal-hal yang kecil dan sederhana, teruslah berjuang melawan kemalasan dan kegagalanmu, dan tetaplah berdoa! Saya percaya jika kita semua melakukan hal-hal ini, bunga-bunga mimpi kita akan bermekaran. Terima kasih, dan salam semangat! :blush:

Mari, dengarkan audio penjelasan dari quotes ini!


https://drive.google.com/file/d/1-AMZLrygCzEunE7OkhR0AYMWmq6DM-Do/view?usp=sharing

#BerjuangMeraihMimpi

#LombaCiptaQuotes2.0

#dictiocommunity

1 Like