Sudut Kenangan Manusia Malang

Kembali kujajaki luka-luka lama

Luka yang dulu menganga lebar harus kembali kuingat

Perih, saat tetesan air garam menambah rasa sakit

Saat air panas tanpa belas kasih mengguyur kulit

Wajah meringis , hati menangis

Tak terperi kata sudah, hanya tabah tanpa membantah

Jalan-jalan buntu menghalangi tujuan serdadu

Gonggongan anjing jalanan meraung di sebrang jalan

Mata mencari angin, hati mencari ingin

Kembali disudut kenestapaan, menyayat-nyayat mayat

Pikiran daku hening, menjelma frustasi menguasai diri

Kukira Pak kopral mengangkat senjata, tak taunya hanya tertawa

Sudut-sudut impian merajah setiap tujuan

Pangkat-pangkat merajai setiap martabat

Kopi-kopi berteman pasir, tak mau bepikir

Hilang rasa, hilang cinta

Tergadai pesona harta nan sirna

Menangis salah, melepas lelah

Guratan disebrang jalan, melukis kenangan

Tawa tangis merasuk jiwa pesimis

Tetesan hujan menambah kesedihan

Darah bersimbah, bercampur nanah

Mengalir deras membasahi mimpi

Sang putri terdiam, pangeran datang.