Sudah sukseskah Grab?

Pada tahun 2011, Anthony Tan mulai membangun GrabTaxi yang kemudian berubah nama menjadi Grab. Hingga saat ini Grab memiliki lebih dari 930.000 mitra pengemudi dan telah diunduh lebih dari 45 juta perangkat. Dengan rentang waktu sekitar 6 tahun lebih Grab mendapatkan investasi dengan total US$2,5 milyar yang pada saat itu menjadi rekor investasi tunggal terbesar di ASEAN. Dengan demikian, apakah Grab dapat dikategorikan sebagai produk startup yang sukses?

Dalam mengukur kesuksesan suatu startup, terdapat 3 kategori utama yang dapat diukur:

Ukuran Finansial
Hingga saat ini, modal total Grab terhitung lebih dari US$1 milyar. Grab juga didaulat menjadi startup teknologi dan perusahaan mobile internet dengan pendanaan terbaik di Asia Tenggara. Grab mungkin tidak memiliki keuntungan secara riil dari transaksi setiap harinya, bahkan dari data transaksi GrabTaxi Singapore pada tahun 2015, kerugian Grab yang disebabkan oleh biaya operasional meningkat dari US$119,000 menjadi US$1.99 juta. Berbeda dengan GrabCar yang sedikit lebih menguntungkan karena Grab tidak perlu berbagi keuntungan dengan perusahaan taksi yang menjadi mitranya. Tetapi dengan banyaknya investasi modal yang masuk, Grab mampu survive dengan modal yang dimilikinya untuk mengembangkan terus berinovasi untuk semakin mengembangkan investasinya di berbagai layanan seperti mengembangkan GrabPay, hingga berinvestasi pada kemampuan data science dan machine learning untuk mendukung pertumbuhan Grab dan memungkinkan peningkatan-peningkatan seperti predictive demand and driver dan user targeting.

Ukuran Penerimaan Pengguna
Di Indonesia, Grab memiliki basis pengguna sebanyak 8,6 juta sedikit dibawah pesaingnya yaitu Go-Jek yang memiliki basis pengguna sebanyak 8,8 juta. Namun dari data yang di dapat, sekitar 4 juta pengguna Go-Jek juga menggunakan Grab. Grab juga menjadi salah satu perusahaan penyedia layanan transportasi terbesar se Asia. Semakin besar perusahaan dan penggunanya, maka saham akan semakin meningkat. Dengan perdagangan saham ini lah salah satu yang memberikan keuntungan dan modal lebih besar untuk memonopoli pasar lebih jauh.

Ukuran Bisnis
Belum ada data otentik yang membahas mengenai CAC dan LTV Grab. Namun, dari pengamatan saya, banyak sekali iklan-iklan Grab yang saya termukan melalui media televisi, youtube, hingga di berbagai aplikasi maupun website tertentu. Tentu saja biaya yang dikeluarkan Grab untuk keperluan iklan cukup banyak, namun sebanding dengan banyaknya pengguna aktif yang mengunduh aplikasi Grab.

Dengan uraian diatas, manurut saya Grab sudah dapat dikategorikan sebagai sebuah produk startup yang berhasil karena dengan peningkatan pengguna dan investasi modal yang didapatkan selama ini. Grab juga menjadi salah satu perusahaan penyedia layanan transportasi terbesar se Asia.

Referensi

http://tekno.liputan6.com/read/3155394/persaingan-sengit-go-jek-grab-dan-uber-siapa-pemenangnya
https://www.grab.com/id/press/business/grab-umumkan-pendanaan-ekuitas-sebesar-us750-juta-tingkatkan-total-posisi-modal-hingga-lebih-dari-us1-miliar/
https://www.techinasia.com/grabs-2015-financial-numbers-revealed-rivalry-uber

Kesuksesan grab dapat dilihat dari beberapa tolak ukur sebabagai berikut :

  1. Produk dapat memenuhi kebutuhan pelanggan
    Dalam hal ini, Grab dapat memenuhi kebutuhan pelanggan dalam moda transportasi. Selain itu Grab di Indonesia juga berhasil memberikan menjawab kebutuhan pelanggan akan kemudahan dalam memperoleh makanan dan mengantar barang.

  2. Keterlibatan Pengguna
    Dalam mengelolah start up penting untuk mengetahui jumlah pendaftar, pengguna dan yang paling penting bagaimana seorang user dapat bertahan menggunakan produk tersebut atau loyalitas user. Pada 2017 lalu Grab memperoleh jumlah transaksi 2,5 juta setiap harinya dan telah diunduh diunduh lebih dari 45 juta perangkat. Dalam kasus ini Grab telah berhasil memperoleh banyak pendaftar dan pengguna setiap harinya. Jumlah pengguna Grab jika dibandingkan dengan pesainganya cukup unik, Grab memiliki pengguna 8,6 juta sedangkan Gojek memiliki pengguna 8,8 juta tetapi terdapat 4 juta pengguna yang menggunakan keduanya, menariknya 15,8% pengguna Go-jek menggunakan uber dan 16.9% pengguna Grab menggunaka uber. Dalam hal ini artinya lebih dari 60% pengguna Grab tidak selalu menggunakan Grab.

  3. Memperoleh Keuntungan dan Pertumbuhan
    Dalam hal ini sulit mengetahui apakah semua ojek online di Indonesia dapat dikatakan sukses. Jika dipikirkan dengan logika mereka mampu memberikan harga yang rendah, diskon yang sering, dan mampu memberikan keuntungan kepada para driver, dari sanalah mulai dipirkirkan apakah ojek online, terutama Grab sendiri telah untung? Pada tahun 2018 ini Grab memiliki driver mitra yang terus bertambah tetapi pesanan tak seindah dulu dikarenakan semakin banyaknya pesaing dan konflik dengan ojek konvesional. Kini Grab menaikan potongan tarif kepada mitranya menjadi 20%. Meskipun begitu pertumbuhan Grab di Indonesia dapat dikatakan subur karena mampu menjapai 2 kali lipat pertumbuhan di Singapura dan 4 kali lipat pertumbuhan di Malaysia.

Jika dlilihat dari beberapa tolak ukur tersebut, Grab belum bisa dikatakan sukses besar tetapi ia berkembang dan merangkak naik. Terus memberikan diskon, harga yang murah, dan iklan yang terus menerus dapat disimpulkan bahwa Grab sendiri melakukan “pembakaran uang” untuk memperoleh pengguna yang dapat royak sehingga kedepanya dapat memberikan value, tidak hanya user pendaftar tetapi tidak menggunakan. Grab juga kini tengah dihadapkan dengan kepuasan pelanggan, pelanggan mulai merasa terganggu dengan adanya beberapa diskon yang tidak dibutuhkan pelanggan, atau iklan yang belum lama memperoleh kritikan dari warga dunia maya. Hal-hal tersebut juga harus diperhatikan, karena reputasi dan kepuasan pelanggan juga merupakan ukuran kesuksesan suatu start up.

Referensi

https://peluangdananalisisbisnis.wordpress.com/2017/01/17/analisis-sumber-pendapatan-perusahaan-ojek-online-di-indonesia-part-3/

https://www.grab.com/id/press/business/grab-rayakan-ulang-tahun-ke-5-dan-pencapaian-signifikan-pengguna/

https://www.huffingtonpost.com/young-entrepreneur-council/12-success-metrics-your-s_b_3728052.html

Selama tahun 2017 Grab telah hadir di lebih dari 100 kota di Indonesia dan telah menjadi bagian dari lebih dari 1 milliar perjalanan di seluruh Asia Tenggara.

Dalam segi aplikasi Grab juga terus berinovasi untuk memberikan kemudahan kepada para mitra nya. Fasilitas yang tersedia di aplikasi Grab Driver terus bertambah sepanjang tahun 2017, seperti GrabNow yang mempermudah mitra untuk mendapatkan pesanan, laporan pendapatan mitra, top up GrabPay lewat pengemudi dan masih banyak lagi. Inovasi ini akan terus bertambah ditahun 2018.

Bukan hanya fasilitas di aplikasi saja, tapi Grab juga fokus memberikan keuntungan – keuntungan yang dapat dinikmati para mitra driver, seperti BPJS Ketenagakerjaan, Servis Mobil & Motor dari Shop & Driver dan SiTepat, Harga spesial makan di Texas Chicken & Warteg Wahyoo dan banyak keuntungan lainnya. Sebagai bentuk komitmen Grab kepada mitra driver, keuntungan – keuntungan untuk mitra ini pun akan terus bertambah ditahun 2018.