Stewart Butterfield : CEO dari Salah Satu Aplikasi Bisnis dengan Pertumbuhan Tercepat

Biografi, Stewart Butterfield


Pekerjaan
Co-founder and CEO, Slack

Afiliasi lainnya
• Yahoo! Inc.
• University of Cambridge
• University Of Victoria
• LudiCorp Research and Development Ltd.
• Wantoo Networks Incorporated

Tempat dan Tanggal Lahir
Lund, British Columbia, Kanada, 21 Maret 1973

Kewarganegaraan
Kanada

Pendidikan
Bachelor of Arts, University of Victoria
Master of Philosophy, University of Cambridge

Total Kekayaan
US$ 1,9 Billion Dollar - 26,2 Trilliun Rupiah (2016)

Peringkat berdasarkan Forbes
• 6 The Most Fascinating Career Breakthroughs (2015)

Riwayat Hidup

________________________________________

Stewart Butterfield lahir pada tanggal 21 Maret tahun 1973 dengan nama Dharma Jeremy Butterfield di sebuah desa nelayan kecil bernama Lund di British Columbia. Orang tuanya tidak memiliki air yang mengalir di rumah mereka sampai ia berusia 3 tahun.

Ketika ia berusia 5 tahun, keluarganya pindah ke Victoria. Beberapa tahun kemudian, orang tuanya membelikan ia komputer dan ia mulai tertarik pada dunia komputer. Ketika ia masih anak - anak, ia sudah mulai belajar membuat kode program. Pada saat berusia 12 tahun, ia mengganti namanya menjadi Daniel Stewart Butterfield. Ketika masuk ke jenjang perguruan tinggi, ia mencari uang dengan membuat website.

Pada tahun 1996, Butterfield meraih gelar sarjana seni di bidang filosofi dari University of Victoria. Kemudian pada tahun 1998, ia meraih gelar master di bidang filosofi dari University of Cambridge.
Pada tahun 2000, Butterfield membuat sebuah kontes yang dinamakan “5k Competition” yang mengharuskan pesertanya untuk membuat website dengan ukuran di bawah 5 kb. Kontes tersebut diikuti oleh banyak peserta dari seluruh dunia sampai tahun 2002.

Pada tahun 2002, ia menikah dengan Caterina Fake yang merupakan rekan bisnisnya di Ludicorp dan Flickr.

Pada tahun 2007, mereka dikaruniai seorang putri dan pada tahun 2008 mereka bercerai.

Riwayat Karir

________________________________________ Pada tahun 2000, Butterfield bekerja di startup Gradfinder.com milik temannya yaitu Jason Classon. Pada saat itu, internet mulai dikenal secara luas oleh banyak orang.

Meskipun sedang berada dalam masa kejayaannya, Butterfield dan Classon menjual Gradfinder .com. Setelah menjual startup mereka, Classon bekerja di perusahaan yang membeli Gradfinder.com yaitu Highwired sedangkan Butterfield kembali bekerja sebagai desainer web.

Pada tahun 2001, Classon, Butterfield, dan Caterina Fake bergabung dengan Ludicorp yang merupakan startup dengan tujuan membuat game online berjudul Neverending. Tetapi karena adanya peristiwa 9/11, perusahaan tersebut tidak dapat menghasilkan keuntungan dan kemudian ditutup pada tahun 2004.

Pada tahun 2004 ketika sedang berada di sebuah hotel di New York, Butterfield mengalami keracunan makanan yang mengilhaminya untuk membuat sebuah perusahaan baru yaitu Flickr, yang membuat situs berbagi foto secara online dengan orang lain. Kemudian Flickr dijual kepada Yahoo pada tahun 2005.

Setelah menjual Flickr kepada Yahoo, ia bekerja di Yahoo sebagai general manager Flickr dan direktur senior manajemen proyek. Ia meninggalkan Yahoo bersama istrinya pada tahun 2008.

Pada tahun 2009, Butterfield mendirikan Tiny Speck yang memproduksi game online berjudul Glitch pada tahun 2011. Seperti game Neverending, Glitch pun juga tidak dapat meraih keuntungan dan kemudian ditutup pada tahun 2012.

Pada akhir tahun 2012, Butterfield membuat aplikasi Slack dengan berdasarkan aplikasi yang ia buat untuk berkomunikasi dengan timnya yang berada di Amerika Serikat ketika pengembangan game Glitch dan memungkinkan penggunanya membuat kanal untuk berkomunikasi secara langsung.

Pada Agustus 2013, Slack merilis versi pratinjaunya dan kemudian langsung meraih kesuksesan. Aplikasi ini tetap berjalan sampai versi go-to-market nya dirilis pada Februari 2014. Berbagai macam perusahaan yang berhgerak di bidang internet, media, dan periklanan pun mendaftar untuk menjadi pelanggan Slack dan Butterfield memperoleh kesuksesan karena strateginya dalam menghasilkan umpan balik dari pelanggan yang menjadi fokus dari Slack.

Saat ini, Slack merupakan salah satu dari aplikasi internet yang berkembang dengan sangat cepat. Dalam waktu kurang dari 2 tahun, Slack tumbuh dengan lebih dari 1,1 juta pengguna aktif, lebih dari 300000 kursi yang dibayar, lebih dari 180 karyawan, dan pendapatan rutin per tahun senilai 25 juta dolar

Fakta-fakta

________________________________________ 1. Ketika lahir, Butterfield memiliki nama Dharma.
  1. Butterfield mendapat ide untuk mendirikan Flickr ketika sedang keracunan makanan.

  2. Surat pengunduran diri Butterfield dari Yahoo terinspirasi dari situs berita satire The Onion.

  3. Pada awalnya, Slack merupakan alat komunikasi internal tim yang dipimpin oleh Butterfield ketika pengembangan game Glitch.

  4. Butterfield memiliki seorang anak perempuan yang memiliki nama unik yaitu Sonnet Beatrice.

  5. Butterfield mendapat gelar calon miliarder karena memiliki harta senilai 650 juta dolar. Lebih banyak dari hartanya ketika menjual Flickr pada tahun 2005 yaitu 22 juta dolar.

  6. Butterfield tidak merasa puas dengan produk perusahaannya sendiri.

  7. Pada tahun 2000, Butterfield membuat sebuah kontes yang dinamakan “5k Competition” yang mengharuskan pesertanya untuk membuat website dengan ukuran di bawah 5 kb. Kontes tersebut diikuti oleh banyak peserta dari seluruh dunia sampai tahun 2002.

  8. Pada masanya, Flickr merupakan perusahaan yang besar tetapi Slack lebih besar dari Flickr karena sekarang ada 10 kali lebih banyak orang yang online.

Quotes

________________________________________ _Part of my job is to be optimistic. We’re always optimistic._ **Stewart Butterfield**

Best #1 design tip: close eyes; take breath; clear mind; open eyes. Now pretend youre a human being who has to read/use/do this. Simple. Stewart Butterfield

Sell the innovation, not the product. Stewart Butterfield

What motivates me is just to do a really, really good job at something. If I were a better musician, I probably would’ve ended up as one. Stewart Butterfield

[details=Referensi]https://static-ssl.businessinsider.com/image/55e601d39dd7cc25008b76e0-2405-1804/stewart%20001%20111.jpg
https://en.wikipedia.org/wiki/Stewart_Butterfield
http://www.bloomberg.com/research/stocks/private/person.asp?personId=29202813&privcapId=98185698&previousCapId=316675142&previousTitle=Wantoo%20Networks%20Incorporated
https://www.britannica.com/biography/Stewart-Butterfield
http://www.forbes.com/sites/susanadams/2015/12/22/the-most-fascinating-career-breakthroughs-of-2015/
http://www.businessinsider.co.id/amazing-life-of-slack-ceo-stewart-butterfield-2015-9/?r=US&IR=T#4L07gLyx8YYSDOvC.97
http://www.the5k.org/about.php
https://id.wikipedia.org/wiki/Flickr
http://www.entrepreneur.wiki/Stewart_Butterfield
https://en.wikipedia.org/wiki/Slack_(software)
https://techvibes.com/2015/01/07/facts-stewart-butterfield-slack-2015-01-07
https://www.brainyquote.com/quotes/authors/s/stewart_butterfield.html[/details]

Stewart Butterfield adalah seorang pria kelahiran berkebangsaan Kanada kelahiran tahun 1973. Menempuh pendidikan tinggi di University of Victoria, Stewart berhasil menamatkan pendidikannya di bidang filosofi pada tahun 1996. Selang 2 tahun kemudian Stewart pun berhasil memperoleh gelar master untuk jurusan yang sama dari University of Cambridge.

Pada tahun 2002, Stewart bersama kedua rekannya Caterine Fake dan Jason Classon, sepakat untuk mulai merintis sebuah startup bernama Ludicorp. Kala itu Ludicorp menargetkan pengembangan game online dengan konsep mulitplayer yang rencananya akan diberinama Game Neverending.

Meski impian untuk menciptakan game online yang hebat kandas, namun rupanya Stewart bersama timnya di Ludicorp berhasil mengembangkan Flickr. Awalnya Flickr dikembangkan dengan konsep chat room agar para penggunanya bisa berbagi foto secara real time. Namun pada perjalanannya, ternyata Flickr justru berhasil dengan konsep mengunggah foto atau video yang praktis dan malah menghilangkan fitur chat room yang semula menjadi andalannya.

Pada bulan Maret 2005, Fake dan Butterfield menjual Flickr ke Yahoo hampir setahun setelah peluncuran itu, dilaporkan senilai lebih dari $ 30 juta. Butterfield tetap bekerja dengan perusahaan, dan menjabat sebagai Direktur Manajemen Produk. Namun, pada 13 Juni 2008 Stewart akhirnya mengirimkan surat pengunduran dirinya.

Pada bulan April 2009, ia dilaporkan akan meninggalkan posisinya di Flickr untuk memulai secara diam-diam perusahaan game sosial baru dengan entrepreneur muda lainnya, Cal Henderson. Setelah hengkang dari kepemimpinannya, Stewart kemudian berkarya bersama perusahaan barunya yang bernama Tiny Speck.

Berusaha mewujudkan mimpi untuk merilis game online, Stewart dan Tiny Speck akhirnya berhasil merilis game online yang besar dengan nama Glitch. Namun sayangnya kiprah Glitch di dunia online justru harus terhenti karena kegagalannya dalam meraih hati para penggemar game online.

Kegagalan demi kegagalan yang dialami oleh Stewart tak membuatnya patah semangat untuk berkarya di bidang teknologi. Selain memanfaatkan situs peninggalan Glitch untuk dialihfungsikan menjadi situs Creative Common License, Tiny Speck akhirnya meluncurkan sebuah perangkat komunikasi dengan sistem pesan instan. Perangkat tersebut kemudian dikenal dengan nama Slack.

Tak disangka ternyata Slack yang resmi diluncurkan pada awal Agustus 2014 mampu meraih popularitas yang sangat hebat. Bahkan di minggu pertama peluncurannya, Slack mampu memikat hati 120.000 pengguna terdaftar. Keuntungan awal yang mencapai nilai US$ 1 juta terus meningkat secara drastis hingga menyentuh angka US$ 60 juta hingga akhir tahun 2014.

Penghargaan yang diterima Stewart Butterfield :

  1. Pada tahun 2005, Butterfield dinobatkan sebagai salah satu dari 50 Pemimpin Bisnis Top versi Businessweek dalam kategori pengusaha. Dia juga disebut sebut dalam MIT Technology Review TR35 sebagai salah satu dari 35 inovator di dunia di bawah usia 35.

  2. Ia telah dinominasikan untuk Chrysler Design Award, dan merupakan pembicara yang sering tampil dalam perbincangan dan diskusi tentang desain dan teknologi di acara-acara profesional dan akademik di seluruh Eropa dan Amerika Utara.

  3. Pada tahun 2006, ia diangkat ke Time 100, daftar Time Magazine yang berisi 100 yang paling orang berpengaruh di dunia. Pada tahun yang sama, ia muncul di sampul majalah Newsweek.

  4. Pada bulan November 2008, Butterfield menerima Legacy Distinguished Alumni Award dari University of Victoria.

Quotes :

“Every customer interaction is a marketing opportunity. If you go above and beyond on the customer service side, people are much more likely to recommend you.” – Stewart Butterfield

Sumber :


Daniel Stewart Butterfield adalah seorang pengusaha Kanada dan pengusaha keturunan Polandia, yang dikenal sebagai pendiri situs berbagi foto Flickr ( 2004 ) dan aplikasi olah pesan Slack ( 2009 ). Buttefield lahir di Lund, British Columbia, Kanada pada tanggal 21 Maret Tahun 1973.

Orang tua Butterfield, yang tinggal disebuah komune di sebuah desa nelayan kecil di British Columbia, Kanada menamakan putra mereka Dharma Jeremy Butterfield. Namun, saat berusia 12 tahun, dia mengubah namanya menjadi Daniel Stewart Butterfield. Pada tahun 1978 keluarganya tersebut meninggalkan kehidupan komunal dan pindah ke Victoria, ibu kota provinsi tersebut. Dalam beberapa tahun akhirnya orang tua Butterfield membelikannya sebuah komputer dan Butterfield menjadi tenggelam dalam dunia teknologi tersebut. Ia menjadi lulusan dari universitas-universitas ternama. Dia mendapatkan gelar B.A. dalam filsafat (1996) dari Universitas Victoria dan gelar master (1998) dalam filsafat dari Universitas Cambridge, dengan penekanan pada filsafat biologi, sains kognitif, dan filsafat pikiran.

Pada tahun 2000, Butterfield bekerja dengan seorang teman untuk membangun sebuah startup bernama Gradfinder.com. Setelah akuisisi Gradfinder.com, ia bekerja sebagai perancang web. Butterfield juga menciptakan sebuah kontes yang disebut kompetisi 5K yang berpusat di sekitar orang-orang yang merancang situs web di bawah 5 kilobyte.

Meskipun ekonomi naik-turun, Butterfield dan Classon mampu menjual Gradfinder.com untuk apa yang disebut Butterfield sebagai “keuntungan yang sehat.” Setelah akuisisi, Classon pergi bekerja untuk Highwired, yang mengakuisisi Gradfinder.com. Sementara itu, Butterfield kembali bekerja sebagai perancang web.

Classon, Butterfield, dan istrinya, Caterina Fake, mendirikan sebuah startup bernama Ludicorp, dengan tujuan membangun game online multiplayer secara besar-besaran. Tapi ini terjadi tepat setelah 9/11 dan setelah meledaknya popularitas teknologi, sehingga perusahaan tidak dapat mengumpulkan uang.

Butterfield mendapat ide untuk usaha berikutnya, Flickr, saat itu ia sedang sakit karena keracunan makanan di sebuah hotel di New York. Tim Butterfield telah menciptakan hal ini dimana kita dapat berbagi foto dengan orang-orang. Kemudian, dia menyadari bahwa itu tidak berjalan dengan baik karena Anda hanya bisa berbagi foto saat Anda berdua sedang online. Flickr membuat beberapa perubahan dan pada akhirnya dijual ke Yahoo.

Saat meninggalkan Yahoo dan Flickr, Butterfield ingin membuat game multi-pemain yang mulai dia kerjakan bersama Ludicorp. Jadi dia mengumpulkan beberapa rekan sejawatnya dari Flickr dan Ludicorp untuk menemukan sebuah startup bernama Tiny Speck, yang membangun sebuah game bernama Glitch. Akan tetapi Tiny Speck membuat beberapa pilihan teknis yang salah pada permainan Glitch tersebut. Ia mengatakan bahwa permainan tersebut terlalu aneh bagi kebanyakan orang.

Dimasa masa sulitnya tersebut dari beberapa kegagalan yang telah ia alami, akhirnya Butterfield menemukan poros yang sempurna yaitu alat komunikasi yang dia dan timnya telah bentuk untuk obrolan. Produknya tersebut dikenal bernama Slack. Slack sendiri merupakan sebuah platform yang ditujukan untuk berkomunikasi tim. Sekarang, Slack adalah salah satu aplikasi dengan pertumbuhan tercepat di internet. Kurang dari dua tahun Slack tumbuh menjadi lebih dari 25 juta pengguna aktif setiap hari, 370.000 + kursi berbayar, 230+ karyawan, dan $ 35 jut a pendapatan tahunan.

Beberapa kali kegagalan ia tempuh didalam hidupnya, tidak membuatnya menyerah meraih apa yang ia inginkan. Ia terus dan terus mengerjakan apa yang membuat dirinya hidup. Tentunya ia memiliki semangat juang hidup yang tinggi hingga pada akhirnya ia dapat meraih kesuksesan dengan Slack.

Untuk mencapai kesuksesan kita memerlukan sebuah kegagalan agar kita dapat mengetahui dimana letak kesalahan yang telah kita lakukan. Kegagalan membuat Butterfield mencari jalan yang terbaik untuk hidupnya dan semangatnya pun untuk tidak menyerah ketika dihadapkan dalam situasi yang tidak menyenangkan, dia tetap menjalaninya dan mencari jalan keluarnya.

Beberapa penghargaan dan kehormatan yang didapatkan oleh Daniel Stewart Butterfield :

  1. Pada tahun 2005, Butterfield dinobatkan sebagai salah satu pemimpin “Top 50” Businessweek dalam kategori pengusaha. Pada tahun yang sama, ia juga disebut dalam TR35, sebuah daftar yang disusun oleh MIT dalam publikasi MIT Technology Review, sebagai salah satu dari 35 inovator teratas di dunia berusia di bawah 35 tahun.

  2. Pada tahun 2006, ia diangkat dalam “Time 100”, daftar majalah Time dari 100 orang paling berpengaruh di dunia, dan juga muncul di sampul majalah Newsweek.

  3. Pada bulan November 2008, Butterfield menerima “Legacy Distinguished Alumni Award” dari University of Victoria.

  4. Pada tahun 2015, Stewart dinobatkan sebagai Innovator Teknologi Wall Street Journal untuk tahun 2015, dianugerahi TechCrunch’s Founder of the Year Crunchie, dan termasuk dalam daftar Pendirian Baru Vanity Fair, Advertising Age’s Creative 50, dan Details 'Digital Mavericks.

Quotes:
I’m going to make more money than i need in any outcome” - Stewart Butterfield

The outward expression of empathy is courtesy” - Stewart Butterfield

Every costumer interaction is a marketing opportunity. If you go above and beyond on the costumer service side, people are much more likely to recommend you” - Stewart butterfield

Source :


https://www.linkedin.com/in/butterfield/?ppe=1