Soft Skill Competence, Attention to Detail


(Debie Shabastian Rosie) #1

Dikutip dari artikel Nielson Group, perhatian terhadap hal-hal detail adalah kemampuan untuk melihat dan memperhatikan hal-hal kecil, kemampuan untuk mengakui komponen prosedur atau objek, dan untuk membenarkan kesalahan disetiap individu dari prosedur. Untuk memberikan perhatian berarti focus terhadap setiap apa yang dilakukannya termasuk konsentrasi pada setiap pekerjaan.

Bagaimana kita mempersiapkan diri kita agar dapat memberikan perhatian kita terhadap hal-hal kecil? Kita harus melatih otak kita untuk bisa lebih focus dan kuat. Penelitian dari Emory University, lebih banyak kita kembali dari pikiran yang kemana-mana ke satu titik fokus, kuat pikiran kita untuk berkonsentrasi melakukan hal detail. Untuk memperhatikan hal detail, memang dibutuhkan konsentrasi di setiap hal yang dikerjakan. Sehingga nantinya daftar hal-hal kecil yang harus dikerjakan dapat selesai secara efektif dan efisien.

Selain konsentrasi dan fokus, kemampuan berorganisasi juga dibutuhkan. Kita mempunyai banyak tanggug jawab dan pekerjaan yang harus dikerjakan. Kita membutuhkan system yang bagus untuk mengerjakan setiap tugas-tugas. Dan kemampuan berorganisasi membawa kalian untuk menciptakan sebuah sistem itu. Contoh nya menggunakan kalender, perencanaan harian, beberapa aplikasi yang membantu mengkoordinir. Banyak dari kita tidak menggunakannya, tapi ini bisa sangat mambantu. Menjadi terorganisir merupakan jalan yang bagus untuk menunjukkan perhatianmu terhadap hal detail.

Ada banyak jalan dan cara mudah dan persiapan untuk mengembangkan ketajaman perhatian kita terhadap hal detail. Kemampuan manajemen waktu juga dibutuhkan disini. Manajemen waktu adalah hal krusial yang perlu diperhatikan saat mengerjakan hal-hal detail. Kefektifan manajemen waktu berdampak baik pada kemampuan berorganisasi. Sistem maanajemen waktu yang bagus adalah mengatur tujuan, memprioriaskan tujuan, membuat jadwal, dan membuat daftar.

Dilanjutkan dengan berpikir analisis adalah kemampuan yang dapat membantu kita dalam mempehatikan hal-hal detail. Daftar yang akan kita lakukan diperlukan cara berpikir yang analisis agar daftar itu runtut sesuai prioritas. Berpikir analitis membantumu untuk lebih focus dan konsentrasi

Mengapa perhatian terhadap hal-hal kecil perlu dilakukan? Sebab pekerjaan kita akan lebih bagus apabila kita berorientasi pada hal detail. Pekerjaan kita juga akan lebih efektif dan efisien untuk meminimalisir kegagalan. Seseorang juga akan menunjukkan kinerja yang lebih baik pada hal-hal dikerjakannya. Pentingnya perhatian terhadap detail pekerjaan juga akan menambah kepercayaan bahwa rencana dan proyek yang dikerjakan akan selesai sesuai jadwal, efektif, efisien, serta berkualitas. Dengan tidak hanya memperhatikan hal-hal besar tetapi juga hal-hal kecil kita akan menghindari kerusakan yang bisa menyebabkan betambahnya biaya dan perbaikan.

Tapi selebihnya, perhatian terhadap hal-hal kecil dapat membuka kreatifitas kita. Dengan membuat detail rencana kerja, mempertahankan jadwal dan rencana dalam ketepatan, kita dapat menstabilkan pekerjaan rutin yang memperbolehkan kita untuk berkonsentrasi pada hal kecil yang berdampak pada tujuan jangka panjang. Musuh terbesar dari bekerja secara detail adalah tekanan. Hindari diri kita dari bekerja secara berlebihan melebihi kemampuan kita yang menyita banyak waktu juga.

Berikut sebagai contoh bentuk perhatian terhadap detail: mengontrol kualitas produk sesuai prosedur, melakukan penelitian dan analisis kekuatan dan kelemahan, membuat daftar tugas untuk mengatur keuangan, menemukan kebutuhan pembeli berdasarkan penelitian marketing, mengulas dokumen dengan standar, mengidentifikasi kecenderungan positif dan negative dalam pemasaran dan target, menggunakan perangkat lunak untuk menyusun informasi yang dibutuhkan untuk laporan, persentasi atau dokumentasi, mengawasi proyek dan jadwal, menyiapkan teknisi yang berhubungan dengan perhitungan dan pengembangan.

Dan ini adalah cerita dari tokoh ternama tentang bentuk pentingnya memperhatikan hal detail. Ketika kita berbicara tentang obsesi dengan detail kepimimpinan suatu udaha, biasanya nama yang muncul dalam benak kita yakni Walt Disney. Disneyland taman dan wisata semua bertema “magic” petualangan dan atmosfer itu tetap mereka junjung tinggi. Keindahan detail ini kembali lagi pada penemu Disney Company, Walt Disney. Ia terinspirasi untuk membuat proyek bangunan taman hiburan anak-anak yang menyenangkan dan dikelola dengan baik. Berdasarkan keinginannya untuk menawarkan anak-anak nya sendiri dan anak-anak dari karyawan untuk berlibur bersama-sama dan mendapatkan pengalaman yang luar dari biasa. Disney dan tim kecilnya menghabiskan waktu lima tahun bekerja dengan penuh cinta untuk setiap detail dan special pelayanan. Maka tak heran jika kita dating ke Disneyland kita kan disambut dengan aroma yang atraktif, Karena Disney Company menggunakan sendiri pewangi beraroma garam laut di area bajak laut atau aroma popcorn dan vanilla di Main Street. Perincian dan nuansa yang dibuat taman hiburan Disneyland menjadi tempat yang paling sering dikunjungi dan masih berkembang secara global lebih dari lima puluh tahun. Semangat pendiri tetap menjadi budaya perusahaan dan rahasia kesuksesannya berlanjut. “Ini adalah sesuatu yang tidak akan selesai. Sesuatu yang dapat kita terus kembangkan dan tambahkan.” Kata Walt Disney

Berikutnya yakni contoh mencolok dari Steve Jobs. Kualitas dari kepemimpinan, gairah dan perhatian terhadap detail yang ia investasikan dalam setiap proyek yang ia kejar membuat keberhasilan perusahaannya masih lanjut sampai saat ini. Gundotra, partner kerja Steve Jobs mendapat gagasan dari sosok Steve Jobs “ Ini adalah pelajaran yang tidak terlupakan. CEO harus peduli tentang rincian. Bahkan nuansa pada hari Minggu”.

Referensi:
http://www.softskillsacademy.com/attention-to-detail/
http://www.businessphrases.net/attention-to-detail-skills/