Skizofrenia dan segala tentangnya

Skizofrenia merupakan gangguan pada kejiwaan yang menurut Davison (2005), merupakan gangguan yang paling banyak dialami oleh beberapa orang jika dibandingkan dengan gangguan jiwa lainnya yang pada umumnya lebih menyerang orang-orang yang berada pada usia produktif dan dikatakan menjadi penyebab utama disabilitas pada kelompok usia 15-44 tahun. Gangguan kejiwaan Skizofrenia ini menyebabkan para penderitanya mengalami delusi, halusinasi, kekacauan berpikir sampai adanya perubahan perilaku pada penderitanya. Gejalan ini berupa kondisi dimana penderitanya mengalami kesulitan dalam membedakan mana yang realita dan mana yang bukan, kondisi ini merupakan gejala dari psikosis.

Namun, Skizofrenia dan psikosis merupakan dua gangguan yang berbeda, dimana psikosis hanya merupakan salah satu gejala dari beberapa gangguan mental. Jadi, psikosis itu bisa merupakan gejala dari Skizofrenia yang merupakan gangguannya. Skizofrenia juga dinyatakan sebagai gangguan jiwa dengan output kesembuhan yang kurang baik dan memiliki tingkat kekambuhan yang tinggi. Di samping itu sebagian besar penderita Skizofrenia ternyata juga menderita gangguan kejiwaan lainnya seperti depresi, gangguan kecemasan dan juga bisa dari efek penyalahgunaan NAPZA. Dengan kondisinya, penderita Skizofrenia sering kali dianggap dapat membahayakan keamanan orang lain bahkan dirinya sendiri dan juga sering kali dianggap sebagai aib keluarga sehingga diketahui, banyak pula penderita Skizofrenia yang mengalami pemasungan oleh keluarganya. Padahal ternyata hal tersebut juga bukan merupakan solusi yang baik dan tepat untuk menangani Skizofrenia. Justru hal tersebut akan sangat membatasi ruang gerak serta aktivitas sosial para penderitanya, dan akan menambah tekanan bagi penderitanya.

Skizofrenia ini sebenernya bisa muncul karena disebabkan oleh apa sih ? Pasti kalian juga penasaran kan ? Kira-kira apa yang jadi pemicu orang terkena Skizofrenia ?

Faktor-faktor penyebab Skizofrenia itu :

Yang pertama ada dari Faktor Biologis. Dan faktor-faktor yang termasuk kedalam faktor biologis itu antara lain ada :

  • Komplikasi kelahiran, yang mana sering terjadi pada bayi laki-laki dengan komplikasi saat dilahirkan dapat memicu adanya Skizofrenia, karena dengan adanya hipoksia perintal akan meningkatkan tingkat kerentanan terhadap Skizofrenia.
  • Infeksi, yang mana pada kondisi bila terpapar infeksi virus pada trisemester kedua dalam masa kehamilan juga dapat meningkatkan adanya kemungkinan mengalami Skizofrenia.
  • Hipotesis dopamine, dopamine dikatakan sebagai neurotransmitter pertama yang berkontribusi terhadap gejala Skizofrenia.
  • Hiipotesis serotonin, kondisi dimana suatu zat yang bersifat campuran antara agonis /antagonis menyebabkan keadaan psikosis berat pada orang normal.
  • Struktur otak, adanya perubahan pada jaringan otak dalam distribusi sel otak yang timbul pada masa prenatal, yang biasanya timbul pada trauma otak setelah lahir.

Yang kedua yaitu bisa juga karena faktor genetik. Skizofrenia diketahui bisa diturunkan dari sanak saudara baik itu orang tua, saudara kandung, anak yang kembar, bahkan sampai anggota keluarga besar. Jadi, kalau ada sanak saudara dengan record mengidap Skizofrenia, maka tingkat kemungkinan akan dialami juga oleh keluarga lebih tinggi.

Nah teman-teman, setelah mengetahui beberapa fakta tadi kita bisa menyimpulkan bahwa para penderita Skizofrenia mengalami gangguan ini karena faktor-faktor yang tidak dikehendaki dan tidak dapat dikendalikan. Dengan kata lain, bahwa para pengidap Skizofrenia ini tentunya tidak menghendaki dirinya untuk mengidap gangguan ini. Maka dari itu, setelah kita aware terhadap adanya Skizofrenia, baiknya yang kita lakukan adalah bukan menjauhi, mengasingkan, atau mengucilkan para penderitanya bahkan sampai melakukan pemasungan. Justru jika di lingkungan kita terdapat seseorang dengan Skizofrenia, maka yang harus kita lakukan adalah mendukung para penderitanya untuk survive dan tentunya memastikan para penderita tersebut mendapatkan penangnan yang tepat.