Sisi gelap bulan yang belum pernah terungkap

Bulan merupakan salah satu objek luar angkasa yang tidak melakukan rotasi, namun hanya melakukan revolusi terhadap bumi sehingga sisi bulan yang menghadap bumi selalu sama. Pada permukaannya yang selalu kita lihat seakan terlihat wajah seorang pria yang tersenyum (The Man in the Moon). Fenomena “wajah pria” ini tentu saja hanya ilusi, dibentuk oleh bercak-bercak gelap atau maria–dataran halus yang terbentuk akibat hasil benturan dengan batuan-batuan angkasa. Namun bagaimanakah bentuk sisi lain dari bulan? Ada yang pernah melihatnya?

Mungkin berita ini bisa menjawab pertanyaan sobat diskusi mengenai sisi ‘gelap’ bulan,

Ketika kita mengamati Bulan di malam hari, kita akan mendapati wajah Bulan yang selalu sama itu-itu saja, lalu apa itu sisi gelap Bulan? Sayangnya, sisi gelap Bulan adalah istilah yang keliru, karena yang benar adalah sisi jauh Bulan.

Sisi jauh Bulan (far side of the Moon) adalah wajah Bulan yang secara permanen membelakangi dan tidak terlihat dari Bumi. Hal ini terjadi karena Bulan mengalami penguncian gravitasi oleh Bumi. Kala rotasi dan revolusi Bulan yang sama (29,5 hari) membuat hanya satu wajahnya saja yang menghadap Bumi.

Sisi jauh Bulan ini pertama kali difoto oleh Luna 3 milik Uni Soviet pada tahun 1959, dan pertama kali dilihat langsung oleh manusia pada misi Apollo 8 Amerika Serikat tahun 1968. Sisi jauh Bulan memiliki permukaan yang tidak rata dengan banyak kawah tabrakan, dan memiliki sedikit mare. Sampai saat ini, belum ada penjelajahan darat dilakukan di sisi jauh Bulan.

Tidak adanya misi penjelajahan ke sisi jauh Bulan ini disebabkan oleh karena jika berada di sana, sinyal komunikasi dari Bumi bisa “terblokir.” Karena membelakangi Bumi secara terus menerus, sinyal yang dikirim dari sisi jauh Bulan tidak akan tiba ke Bumi. Dengan begitu, sejauh ini misi yang ke Bulan hanya mengirimkan wahana antariksanya ke wajah Bulan yang terlihat dari Bumi.

Alasan kelirunya istilah sisi gelap Bulan untuk sisi jauh Bulan ini adalah, sisi jauh Bulan tidak melulu gelap gulita. Contohnya seperti pada saat fase Bulan Baru (New Moon) atau saat Gerhana Matahari Total, posisi Bulan yang berada di antara Matahari dan Bumi membuat sisi jauhnya yang akan tersinari Matahari, bukan sisi yang selama ini kita lihat dari Bumi.

Namun begitu, tidak salah juga menyebut sisi gelap Bulan untuk sisi yang tidak tersinari Matahari. Misalnya ketika saat fase Bulan Separuh, yang saat itu dari Bumi kita melihat separuh wajah Bulan tersinari Matahari dan separuhnya lagi gelap karena membelakangi Matahari.

Sumber : http://www.infoastronomy.org/2016/04/sisi-gelap-bulan-tidak-pernah-ada.html#ixzz5BPygN8Fz