Sinau maca mawi kaca, sinau maos mawi raos

image

Sinau maca mawi kaca (belajar membaca dengan cermin), sinau maos mawi raos (belajara membaca dengan rasa). Ungkapan tersebut merupakan salah satu inti ajaran R.M. Sosrokartono yang bermakna hati kita sesungguhnya juga berfungsi sebagai cermin untuk memantulkan perasaan orang lain. Sementara itu, belajar membaca dengan rasa adalah belajar menggunakan rasa untuk menemukan makna kehidupan dan kemanusiaan yang lebih luas.

Belajar membaca menggunakan cermin memiliki makna yang dalam. Artinya, bukan sekadar menggunakan pikiran, seperti anak kelas satu SD. Tetapi, sekaligus mengupas makna dari apa yang dipelajari serta membandingkannya dengan realitas yang terjadi di sekitarnya. Sedangkan membaca dengan rasa berarti belajar mengolah rasa untuk memahami diri sendiri, orang lain, serta alam semesta, baik yang kasat mata maupun yang tak kasat mata.

Dalam hidup keseharian, peribahasa ini layak diamalkan untuk menyadarkan bahwa menilai suatu tidaklah mudah. Misalnya, belum tentu orang kaya itu hidupnya bahagia. Belum tentu orang buta, batinnya juga buta. Jadi, untuk menilai diri sendiri perlu becermin pada orang lain. Untuk menilai orang lain, di samping menggunakan nalar dan rasa yang halus atau peka, juga jangan sampai terjebak oleh penampilan luarnya saja.