Siapakah Charles Osborne?


Charles Osborne , Pria yang Alami Cegukan Selama 68 Tahun Tanpa Henti. Charles Osborne yang mengalami cegukan selama 68 tahun. BANDUNG, AYOBANDUNG.COMCharles Osborne (1894-1991) mengalami cegukan tanpa henti selama kurang lebih 68 tahun, dari tahun 1922 hingga 5 Juni 1990.
Siapakah Charles Osborne ?

Serangan cegukan terpanjang
Charles Osborne (1894-1991) dari Anthon, Iowa, AS, mulai cegukan pada tahun 1922 ketika mencoba menimbang babi sebelum memotongnya.

Dia tidak dapat menemukan obatnya, dan terus cegukan hingga Februari 1990, total 68 tahun.

Selama beberapa dekade pertama, ia cegukan hingga 40 kali per menit, melambat menjadi 20 menit di tahun-tahun berikutnya.

Sementara Puccini menulis hanya dua belas opera selama masa hidup yang panjang, tiga di antaranya satu aktor dirancang untuk tampil bersama, ia harus mendapat peringkat hari ini sebagai komposer opera paling populer di dunia. La Boheme dan Tosca-nya lebih sering tampil di gedung opera utama daripada karya komposer lain, dan peringkat Madame Butterfly dan Manon Lescaut tidak jauh di belakang. Apa penjelasan untuk kesuksesan besar Puccini? Bagaimana operanya bekerja sebagai musik dan drama? Apa yang dia suka dengan orang sezaman seperti Verdi, Toscanini, dan Caruso? Charles Osborne, penulis Opera Lengkap Verdi yang sangat sukses dan Opera Lengkap Mozart, di sini menganalisis seluruh oeuvre Puccini, dari Tosca dan Turandot hingga Edgar, La Fanciulla del West, dan La Rondine yang jarang dilakukan. Pendekatan empat kali lipatnya, yang menghubungkan biografi dengan musik, analisis tekstual, dan dramatis, sangat berharga bagi Puccini, yang mengungkapkan banyak kontradiksi pribadinya dalam musiknya dan yang perinciannya dapat diapresiasi dengan mempelajari skor dan karakter. Bagi banyak pecinta Puccini di mana pun, panduan kehidupan dan karyanya ini dapat menjadi sumber referensi dan pendamping opera yang ideal.

Ada banyak mitos soal cegukan (hiccup) atau singultus. Konon, itu adalah pertanda bahwa anak kecil yang mengalaminya bakal cepat besar dan tinggi. Atau, jika terjadi pada orang dewasa, mungkin ada orang yang sedang memikirkan atau membicarakan mereka.

Mitos di Jepang lebih mengerikan lagi. Konon, jika seseorang cegukan lebih dari 100 kali, bisa berarti mereka akan meninggal dunia.

Namun, tentu saja semua mitos itu tidak benar dan tak didukung bukti ilmiah. Dari sisi medis, cegukan adalah keluarnya suara khas akibat menutupnya pita suara secara tiba-tiba yang dipicu oleh kontraksi pada diafragma. Kondisi tersebut bisa dialami bayi hingga orang dewasa. Durasinya pun bervariasi.
Charles Osborne menjadi pemegang rekor cegukan paling lama sepanjang sejarah dunia, yakni selama 68 tahun dan 11 hari. Namanya pun tercatat dalam Guinness Book of World Records .

Cegukannya berawal pada 13 Juni 1922. Kala itu, ia sedang menimbang babi yang akan disembelih.

“Babi itu seberat 350 pon (158,7 kg). Aku mengangkatnya dari timbangan dan terjatuh,” kata dia seperti dikutip dari situs Today I Found Out , Selasa (13/6/2018).

Kala itu, Osborne tak merasakan apapun. Namun, dokter yang belakangan memeriksanya mengatakan, ada kerusakan di otaknya yang memicu respons berupa cegukan, demikian menurut Dr. Terence Anthoney.

Awalnya, cegukan yang dialami Osborne terjadi rata-rata sekitar 40 kali per menit. Seiring usianya yang bertambah, durasinya melambat, sekitar 20 cegukan per menit.

Osborne pun belajar untuk menekan bunyi cegukannya, dengan cara mengatur penapasannya – sebuah teknik yang diajarkan kepadanya oleh para dokter di Mayo Clinic.

Tentu saja, cegukan berkepanjangan itu sangat mengganggu. Namun, yang mengagumkan, Osborne masih bisa menjaga kewarasannya.

Selama hidupnya, ia menikah dua kali. Osborne belum cegukan saat menikah untuk kali pertamanya. Pria itu juga menjadi ayah dari delapan anak.

Namun, karena cegukannya itu, belakangan Osborne harus makan makanan yang sudah dihaluskan dengan blender.

Sebab, sulit bagi makanan untuk mencapai lambungnya gara-gara cegukan.

Segala cara sudah dilakukan untuk menghentikan cegukannya. Dari minum air, menahan napas, hingga dikagetkan.

Suatu ketika, salah satu temannya menembakkan senapan dua barel tepat di belakangnya. “Saya ketakutan setengah mati,” kata Osborne, seperti dikutip dari People . “Namun, itu sama sekali tak menghentikan cegukan yang kualami.”

Cegukan tersebut akhirnya berhenti dengan sendirinya, secara misterius, 11 bulan jelang kematiannya pada tahun 1991.

Diperkirakan, Osborne mengeluarkan suara ‘hik, hik’ selama 430 juta kali.

Selain menjadi awal mula cegukan berkepanjangan yang dialami Charles Osborne, sejumlah kejadian bersejarah juga terjadi pada tanggal 13 Juni.

Pada 1886, Raja Ludwig II dari Bayern tenggelam di Danau Starnberg.

Pengumuman resmi pemerintah menyatakan bahwa Ludwig II sengaja bunuh diri dengan menenggelamkan dirinya. Tapi, hasil otopsi tidak menemukan air dalam paru-parunya, sehingga timbul teori-teori lain mengenai penyebab kematiannya, antara lain dibunuh oleh lawan politiknya atau meninggal karena serangan jantung.

Sementara, pada 1996, pesawat Garuda Indonesia Penerbangan 865 jatuh di Bandara Fukuoka. Sebanyak 272 selamat dan 3 orang tewas dalam insiden tersebut.

Ringkasan

https://www.liputan6.com/global/read/3558819/13-6-1922-pria-ini-cegukan-selama-68-tahun-bagaimana-nasibnya