Siapa saja Pihak yang Berkontribusi dalam Cool Japan Strategy?

Cool Japan

Cool Japan merupakan sebuah istilah yang digunakan dalam mendefinisikan budaya populer yang dimiliki Jepang.

Siapa saja Pihak yang Berkontribusi dalam Cool Japan Strategy ?

1 Like

Pihak yang Berkontribusi dalam Cool Japan Strategy


Terdapat banyak pihak yang berkontribusi dalam Cool Japan Strategy , mulai dari pihak yang merancang rencana bagaimana Cool Japan Strategy dilaksanakan untuk bisa mencapai target yang diinginkan oleh pemerintah Jepang, hingga berbagai pihak yang ikut berkontribusi dalam melaksanakan Cool Japan Strategy . Cool Japan Strategy tidak hanya dilaksanakan oleh satu kementerian saja namun juga beberapa kementerian dan pihak swasta juga ikut andil dalam pelaksanaan Cool Japan Strategy . Ministry of Economy, Technology and Industry (METI) mencoba untuk menerapkan kebijakan industri konten, sedangkan Ministry of Foreign Affairs (MOFA) memanfaatkan produk budaya Cool Japan untuk memperluas diplomasi publiknya, sementara Ministry of Land, Infrastructure, Transportation and Tourism (MLIT) menggunakannya untuk menarik wisatawan dari luar negeri. (Matsui, 2014, p. 92)

Tahun 2012 METI menjadi pihak yang mempublikasikan bagaimana Cool Japan Strategy dapat mencapai tujuan METI itu sendiri maupun tujuan dari pemerintah Jepang. Tujuan utama dari METI dalam Cool Japan Strategy adalah untuk meningkatkan PDB Jepang sehingga METI berfokus pada kegiatan ekspor konten Jepang yang dapat memberikan keuntungan ekonomi. METI merilis dokumen resminya terkait dengan rencananya dalam melaksanakan Cool Japan Strategy pada tanggal 12 Januari 2012. Bagi METI sendiri dengan mempromosikan Cool Japan Strategy akan menjadi nilai tambah dalam menciptakan industri pertumbuhan baru. METI percaya bahwa budaya Jepang dapat membantu serta membangun Jepang secara ekonomi. Selain itu dengan melalui Cool Japan Strategy pemerintah akan memperoleh keuntungan ekonomi yang berasal dari permintaan luar negeri terhadap produk Cool Japan dan juga akan menciptakan lapangan kerja di tingkat lokal dan menarik lebih banyak wisatawan asing. (METI, 2012)


Gambar diatas merupakan gambaran METI mengenai alur Cool Japan Strategy akan dilaksanakan hingga mencapai hasil yang diinginkannya. Berdasarkan gambar tersebut, bahwa METI akan menyebarkan mode, anime, makanan, serta kekhasan yang ada disetiap wilayah di Jepang yang merupakan kebudyaan populer maupun tradisonal Jepang ke luar negeri. Upaya tersebut akan memberikan pengaruh yang akan dirasakan di luar negeri dan serta Jepang sendiri. Dari ekspor budaya tersebut, Jepang tidak hanya akan mendapatkan pendapatan ekonomi yang berasal dari penjualan produk budaya popular saja, namun secara tidak langusng Jepang akan terkenal di berbagai negara yang kemudian akan meningkatkan ketertarikan masyarakat asing terhadap negara Jepang dan selanjutnya akan meningkatnya keinginan mereka untuk mengunjungi Jepang untuk mendapatkan pengalaman yang nyata dari kebudayaan Jepang.

Tidak hanya METI, ditahun 2014 Cabinet Office merilis deklarasi mengenai misi Cool Japan Strategy . Kemudian di tahun 2015 Cool Japan Strategy Promotion Council merilis dokumen resmi “ Cool Japan Strategy Public- 36 Private Collaboration Initiative” yang merupakan wujud dukungannya terhadap Cool Japan . Dukungan rencana pelaksanaan Cool Japan Strategy yang dirilis oleh Cool Japan Strategy Promotion Council menekankan pada kerjasama dengan beberapa pihak dalam mengimplementasikan Cool Japan Strategy . Kementerian dan pihak swasta dilibatkan oleh pemerintah untuk memiliki andil dalam pelaksanaan Cool Japan Strategy . Platform ini terdiri dari 12 kementerian, 5 lembaga publik, 45 entitas swasta yang berurusan dengan konten, makanan, pariwisata, produsen, distributor, dll. (Cabinet Office Intellectual Property Headquarters, 2015)

Pembentukan Platform kemitraan publik-swasta Cool Japan ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi antara sektor publik dan swasta dan di antara industri yang berbeda di bidang Cool Japan dan secara efektif mempromosikan inisiatif Cool Japan ( Cool Japan Strategy Promotion Council, 2015) Tidak disebutkan secara jelas mengenai kementerian yang termasuk dalam Platform kemitraan publik-swasta Cool Japan , namun didalam dokumen resmi Cool Japan Strategy Public-Private Collaboration Initiative dapat dilihat beberapa aktor berasal dari kementerian diantaranya (Cabinet Office, 2015):

  1. MOFA ( Ministry of Foreign Affairs ): Melaksanakan transfer budaya Jepang dll. di misi diplomatik luar negeri dll.

  2. METI ( Ministry of Economy, Technology and Industry ): Memberikan dukungan ekspor konten dll

  3. MLIT ( Ministry of Land, Infrastructure, Transportation and Tourism ): Melakukan penyebaran informasi dll untuk mempromosikan perjalanan ke Jepang.

  4. MAFF ( Ministry of Agriculture, Forestry and Fishries ): Difusi masakan Jepang dan budaya makanan dll.

  5. MIC ( Ministry of Internasl Affairs and Communication ): Mendukung penyebaran konten siaran di luar negeri, dll.

  6. MOF ( Ministry of Finance ): Distribusi daya tarik alkohol yang diproduksi di Jepang dll.

  7. MEXT ( Ministry of Education, Culture, Sport, Science and Technology ): Promosi seni budaya dan penyebaran ke luar negeri dll. Pihak yang berkontribusi dalam melancarkan Cool Japan Strategy ni juga dapat dilihat melalui gambar berikut ini

Pihak-pihak di atas diharapkan dapat berperan untuk mencapai tujuan dari pelaksanaan Cool Japan Strategy , dimana salah satu tujuannya adalah meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan asing di Jepang. Cool Japan Relationship Link ini terbagi kedalam enam ruang yaitu contents (konten), dining (makanan), culture (budaya), sightseeing (pemandangan), support (dukungan) dan government office (pemerintah).

Pihak-pihak yang memiliki kontribusi dalam pelaksanaan Cool Japan Strategy ini adalah untuk membantu pemerintah dalam mengembangkan semua potensi yang dimiliki Jepang pada sektor industri kreatif, baik dalam upaya untuk membentuk citra positif, alat pendorong perekonomian negara maupun sebagai media untuk meningkatkan kunjungan wisatawan asing di Jepang. Melalui jaringan yang ada, diharapkan Cool Japan Strategy yang di jalankan oleh pemerintah Jepang dapat terorganisisr dan tersampaikan kepada masyarakat global, sehingga pemerintah dapat mencapai tujuannya