Setujukah kamu dengan statement: "Bebas ngapain aja asal tidak merugikan orang lain"?

Kata-kata bebas ngapain aja asal tidak merugikan orang lain menurutku popularitasnya hampir menyamai ungkapan YOLO (you only live once) di kalangan anak muda. Intinya sih, seseorang sebetulnya bebas mau melakukan apa saja dan memilih gaya hidup seperti apa, asalkan dia tidak merugikan orang lain. Hal pertama yang aku pikirkan ketika mendengar statement ini adalah: bagaimana kalau tidak merugikan orang lain tapi merugikan diri sendiri? Aku berpikir begitu karena dari pengalaman, biasanya statement ini digunakan untuk mendukung kebebasan seseorang dalam melakukan sesuatu, yang meskipun dipandang negatif (atau distigmakan negatif) tapi sebetulnya tidak merugikan orang lain. Contoh sederhananya adalah mengkonsumsi minuman keras, terlibat dalam pergaulan bebas dan masih banyak lagi.

Nah kalau menurutmu bagaimana? Apakah kamu setuju dengan statement ini?

1 Like

Di jaman sekarang ini, pernyataan “Bebas ngapain aja asal tidak merugikan orang lain” sudah cukup baik sih, mengingat keegoisan sudah menjadi hal yang umum di masyarakat.

Coba liat, berapa banyak lingkungan hidup (hutan, laut) yang rusak gara-gara keserakahan manusia. Berapa banyak masyarakat sudah tidak peduli lagi mana yang benar dan salah karena yang ada dipikirannya hanya ada perhitungan untung dan rugi bagi dirinya sendiri. Berapa banyak kasus-kasus kejahatan yang terdengar di media massa karena nafsu manusia itu sendiri. So kalau dilihat dari sisi ini sih sah-sah aja dengan pernyataan “Bebas ngapain aja asal tidak merugikan orang lain”. Mungkin yang bikin pernyataan itu sudah muak dan bosan melihat tingkah masyarakat yang tidak peduli lagi apakah tindakannya merugikan orang lain atau tidak.

Tetapi kalau dilihat dari sisi yang lain, ya bisa juga jadinya ngga baik. Ambil contoh mengkonsumsi minuman keras, lalu mabuk di rumahnya sendiri. Ngga ada orang lain yang dirugikan kan ? Beda lagi kalau mabuknya di tempat umum, pastinya ya merugikan orang lain. Banyak kasus perkelahian di bar karena pengaruh minuman keras kan ? Kalau kasus kaya gitu, walaupun terlihat yang dirugikan hanya dirinya sendiri, tetapi ujung-ujungnya juga merugikan orang lain, keluarganya misalnya.

Kalau pergaulan bebas, ya jelas aja merugikan orang lain. Ada ngga orang tua yang setuju anaknya melakukan pergaulan bebas? Kalau orang tuanya ngga setuju, ya berarti mereka yang melakukan pergaulan bebas sudah merugikan orang lain dong. Kecuali ketika melakukan pergaulan bebas sudah mendapatkan ijin dari kedua keluarga, baru bisa dikatakan tidak merugikan orang lain.

Lalu ambil contoh lain misalnya mahasiswa yang kerjaannya nongkrong terus dan ngga belajar. Apa benar tindakan itu hanya merugikan diri sendiri tetapi tidak merugikan orang lain ? Bagaimana dengan orangtuanya yang sudah bekerja keras demi anaknya agar bisa kuliah, sedangkan anaknya tidak belajar sungguh-sungguh ? Apakah tindakan itu ngga merugikan orangtuanya?

Jadi bagi saya, pernyataan “Bebas ngapain aja asal tidak mergikan orang lain” merupakan pernyataan yang sangat-sangat ambigu. Semua harus dilihat case by case-nya.

Pertanyaannya ada ngga sih perbuatan negatif yang tidak merugikan orang lain ?

1 Like