Seperti apa profil Sa'ad bin Abi Waqqash?

Sa’ad adalah salah satu sahabat Rasulullah yang pertama-tama masuk Islam. Beliau masuk Islam lewat ajakan Abu Bakar, sebagaimana Utsman, Thalhah, Abdurrahman bin Auf, dan Abu Ubaidah.

Sa’ad adalah putra Abu Waqqash, kuniyah Malik bin Wuhaib bin Abdi Manaf bin Zuhrah bin Kilab bin Murrah. Seperti Abdurrahman bin Auf, Sa’ad bertemu nasab dengan nasab Rasulullah pada Kilab bin Murrah dan satu kabilah dengan ibunda Rasulullah, sehingga Sa’ad pernah dipanggil Rasulullah dengan khal Rasulillah, paman [dari pihak ibu] Rasulullah.

Sa’ad ber-kuniyah dengan Abu Ishaq. Beliau masuk Islam ketika berumur 17 tahun. Beliau dijuluki sebagai mustajabud du’a, orang yang dikabulkan doanya. Sebagai seorang pemuda, Sa’ad dikenal mahir memanah. Pada waktu Perang Uhud, beliau memanah didampingi oleh Rasulullah—Sa’ad memanah dengan anak-anak panah yang diberikan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan semasa hidup Rasulullah, Sa’ad selalu mengikuti perang-perang yang diikuti oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Pada masa Umar, Sa’ad diangkat menjadi panglima pasukan untuk wilayah Irak. Di tangan Sa’ad-lah, setelah Allah menakdirkannya, Irak berhasil ditaklukkan oleh kaum muslimin. Bahkan, Sa’ad dikenal sebagai pendiri kota Kufah di Irak.

Kepiawaian Sa’ad dalam memimpin pasukan menaklukkan Irak membuat Umar memercayainya untuk memimpin usaha penaklukan Persia. Dan kepercayaan itu tidak salah: Persia takluk. Ibukota Persia dikuasai kaum muslimin dan perbendaharaan harta Kisra beralih ke tangan pemerintahan Islam.

Setelah non-aktif dari kegiatan militer, Sa’ad meninggalkan dunia pemerintahan. Beliau hidup dengan keluarga beliau. Ketika muncul fitnah pada masa pemerintahan Ali, Sa’ad bersama Hudzaifah bin Al Yaman dan Usamah bin Zaid tercatat sebagai sahabat-sahabat Rasulullah yang mengucilkan diri dari khalayak ramai. Mereka menghindar dari perselisihan yang terjadi di tubuh kaum muslimin. Sa’ad wafat pada tahun 55 H. Waktu itu, beliau berumur 82 tahun.