Seperti apa kisah permusuhan kaum Quraisy terhadap Islam?

Ibnu Ishaq berkata, "Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam memperlihatkan Islam dengan terang-terangan kepada kaumnya, dan me-nampakkan perintah Allah kepadanya dengan terbuka, ketika itu orang-orang Quraisy tidak mengutuk beliau dan tidak memberikan reaksi -seperti disampaikan kepadaku-, hingga suatu saat beliau menyebut tuhan-tuhan mereka dan menghinanya.

Ketika beliau melakukan hal tersebut, kontan mereka memandang besar permasalahan beliau, menentangnya, dan sepakat menentangnya kecuali orang-orang yang dijaga Allah di antara mereka dengan Islam, namun mereka tidak banyak. Paman Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, Abu Thalib menaruh simpati kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, melindungi beliau, dan berdiri di pihak beliau. Sedang Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tetap tegar terhadap perintah Allah dan memperlihatkan perintah-Nya tanpa bisa dicegah oleh sesuatu apa pun. Ketika orang-orang Quraisy melihat bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tidak menggubris kecaman mereka kepada beliau dan melihat pamannya, Abu Thalib, menaruh simpati kepada beliau, melindungi beliau, dan tidak akan menyerahkan beliau kepada mereka, maka beberapa tokoh Quraisy di antaranya Utbah, Syaibah (keduanya anak Rabi’ah bin Abdu Syams bin Abdu Manaf bin Qushai bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luai bin Ghalib), Abu Sufyan bin Harb bin Umaiyyah bin Abdu Syams bin Abdu Manaf bin Qushai bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luai bin Ghalib bin Fihr (Ibnu Hisyam berkata bahwa nama asli Abu Sufyan adalah Shakhr), Abu Al-Bakhtari yang nama aslinya adalah Al-Ash bin Hisyam bin Al-Harts bin Asad bin Abdul Uzza bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luai (Ibnu Hisyam berkata, bahwa Abu Al-Bakhtari ialah Al-Ash bin Hasyim), Al-Aswad bin Al-Muththalib bin Asad bin Abdul Uzza bin Qushai bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luai, Abu Jahl yang nama aslinya adalah Amr Abu Al-Hakam bin Hisyam bin Al-Mughirah bin Abdullah bin Umar bin Makhzum bin Yaqadzah bin Murrah bin Ka’ab bin Luai, Al-Walid bin Al-Mughirah bin Abdullah bin Umar bin Makhzum bin Yaqadzah bin Murrah bin Ka’ab bin Luai, Nubaih, Munabbih (keduanya anak Al-Hajjaj bin Amir bin Hudzaifah bin Sa’ad bin Sahm bin Amr bin Hushaish bin Ka’ab bin Luai), dan Al-Ash bin Wail."