Sentimental itu sehat ga sih?

baru

“Tuh lihat, pasti bapaknya kerja yang aneh-aneh, makanya mobilnya banyak”

Sahabat sering mendengar kalimat yang seperti itu? Itu merupkan sebuah perasaan sentimen terhadap orang lain. Perasaan sentimen bisa terjadi pada diri sendiri dan orang lain. Diawali dengan adanya rasa kurang percaya diri, lalu seseorang berubah pandangan terhadap dirinya sendiri maupunorang lain.

Percaya diri merupakan perasaan penting yang harus dimiliki oleh seseorang, orang dengan tingkat kepercayaan diri yang kuat , akan mengalahkan rasa kurang percaya diri salah satunya rasa sentimen. Dengan adanya rasa percaya diri seseorang akan yakin terhadap kemampuan diri sendiri dan menghargai diri sendiri.

Dikutip dari idntimes.com bahwa salah tanda bahwa seseorang mempunyai sikap sentimen adalah pemalu dan tidak suka bicara dengan orang yang tidak terlalu kenal. “Kamu aja deh yang ngomong, kamu kan temennya”, padahal dirinya punya kepentingan namun tidak berani bicara karena tidak terlalu kenal. Sikap seperti ini yang harusnya tidak kita miliki, ada pepatah mengatakan “malu bertanya sesat dijalan”, kalimat seperti itulah yang mempu menggambarkan salah satu sifat seorang sentimen.

Seseorang yang sentimen biasanya mudah kecewa namun tidak dapat menyimpan dendam. Karena saking seringnya sensitif dengan perlakuan orang lain, maka orang yang sentimen juga mudah merasakan kecewa, bisa dibilang masalahnya mungkin tidak terlalu berat, namun sering dibesar-besarkan karena efek punya rasa sentimentil yang terus berkembang. Hal ini wajar karena orang yang sentimentil cenderung punya sedikit teman karena sebagian temannya sudah merasa kurang cocok berteman dengannya. Hal ini berdampak pada pergaulan yang tidak luas yang akan dimilikinya.

Orang yang sentimentil tidak bisa menyimpan dendam oleh karena itu ia mudah memaafkan tapi susah melupakan, karena kesendiriannya akan menyebabkan ia ingat kembali saat-saat ia tersakiti oleh orang lain. Ini yang dimaksud dilema bagi orang tersebut, jika tidak memaafkan maka akan ditinggalkan, jika memaafkan ia masih terasa sakit hati. Kecenderungan-kecenderungan seperti ini yang akan melekat pada hatinya, jika sudah sering dipikirkan maka orang yang sentimentil lebih mudah sakit daripada orang yang punya sikap cuek.

Yang lebih mengejutkan lagi saat orang lain tidak bisa bersikap romantis , justru orang yang sentimentil malah jagonya. Kamu pernah kan liat acara televisi yang ada momen eliminasinya? Pasti pernah lihat kan orang-orang sampai nangisn lihat jagoannya tereliminasi. Orang-orang yang punya kecenderungan membawa perasaan alias baper. Nyatanya tak selalu perbuatan hormon yang mudah bereaksi karena terpancing secara emosional ini dikatagorikan sebagai highly sensitive . Karakter orang yang mudah bereaksi karena terpancing secara emosional ini serupa tapi tak sama dengan empati, karena orang dengan empati tinggi pun dikatakan sensitif terhadap energi-energi disekitarnya bedanya, ia lebih memfokuskan perhatian terhadap pengalaman dan perasaan orang lain atau dengan kata lain turut merasakan apa yang dikatakan orang lain. Disinilah orang yang sentimen terlihat romantis karena terbawa keadaan yang memaksa hormonnya beraksi.

Sifat sensitif diidentikan dengan orang yang pemalu atau inrovert tetapi menurut pengamatan Dr.Aron mengidentifikasikan saat ini orang-orang yang ekstrovert pun dapat menjadi orang yang sentimen.

Orang sentimen jauh lebih menghargai sesuatu yang bermakna , karena jarang menemukan suatu momen yang bermakna, maka orang sentimen lebih suka terhadap sesuatu yang sifatnya meninggalkan kenangan seperti berupa barang, lagu, lokasi dan masih banyak lagi. Untuk orang yang sentimental kenangan tersebut tidak dapat hilang begitu saja walaupun sudah lama terjadi dan saksinya sudah buluk karena terlalu lama disimpan. jika ia buang barang tersebut, takutnya saat ingin menggali kenangan lagi, tidak ada yang bisa jadi medianya. Maka dari itu si sentimental mencari rasa aman dari barang yang disimpan.

Apakah aman bergaul dengan orang sentimental?

Sebenarnya keprobadian ini tidak sepenuhnya salah. Setiap orang berhak sentimental asalkan pada batas kewajaran. Coba kalian bayangkan, kalau tidak punya sedikitpun rasa sentimental, sama saja kalian seperti robot, kaku, mau disuruh ini dan itu. Dengan adanya rasa sentimental hidup kita jadi lebih berwarna karena punya sifat lain walau tidak terlalu dominan. Misalkan kalian sudah terikat dengan guling favorit kalian, pasti tidak mau lepas kan? Itu salah satu contoh kecil dari sikap sentimental yang kita punya.

Kalau kita punya teman sentimental , kita harus lebih hati-hati menghadapinya karena si sentimental suka sensitif dan rapuh. Makanya coba bicarqa baik-baik saat si sentimental sedang tidak kumat. Ajak dia berpikir logis bukan dengan perasaan. Tapi ingat jangan langsung ke topik bicara ya, coba kalian ajak dia ingat kenangan yang dia suka, misalnya lagu sedih atau tiket nonton yang masih disimpan. Selama tidak mengganggu kehidupan dan jauh dari kesan obsesi sebenarnya sentimental itu bukan hal yang membahayakan,tidak masalah jika hanya sekedar sedih ketika melihat drama korea, wajar tuhan menciptakan air mata untuk menangis. Tapi yang paling penting , jika kita berteman dengan orang yang sentimental atau dikeluarga kita ada si sentimental cukup yakinkan dia kalau tanpa bertumpu pada suatu hal itupun dia bisa terus menjalankan hidup dan mengembangkannya.