Sempat Berjaya, Situs Urbanesia Mati

Urbanesia.com atau yang biasa dikenal dengan Urbanesia adalah sebuah situs pencarian tempat-tempat di Jakarta. Situs yang berdiri pada tahun 2010 ini dengan cepat menarik perhatian masyarakat. Mulai dari tempat makan, jajanan, kesehatan sampai gaya hidup di Jakarta dapat ditemukan dalam situs ini. Ketika kita melakukan pencarian pada situs ini, kita akan mendapatkan informasi yang cukup lengkap tentang berbagai tempat yang ada di Jakarta. Misalnya, kita ingin mencari sebuah rumah makan Jawa di daerah tertentu, maka ketika salah satu hasil di klik, akan ditampilkan alamat lengkap, nomor telepon yang bisa dihubungi, dan foto dari tempat makan tersebut. Ditambah lagi terdapat ulasan-ulasan dari orang yang pernah mengunjungi tempat makan itu. Selain itu, terdapat fitur peta yang mempermudah kita mencari lokasinya.

Namun, dibalik kelebihan-kelebihan fitur urbanesia tersebut, ada hal-hal yang mengganjal yakni situs Urbanesia sangat “berat” ketika dibuka. Bahkan untuk masuk pada halaman Home saja memerlukan waktu yang lumayan lama. Hal ini sedikit demi sedikit membuat popularitas Urbanesia menurun.

Selain itu, Urbanesia yang menawarkan berbagai pengalaman dan ulasan tentang berbagai tempat menarik di Jakarta lambat laun tidak dapat melihat penambahan adopsi dan traksi mereka. Hal ini kemudian membuat perkembangan Urbanesia menjadi menurun.

Dengan berbagai masalah yang tersebut ditambah pada tahun 2014, CTO Urbanesia yakni Batista Harahap mengundurkan diri karena dia merasa telah gagal dalam beberapa hal penting bagi perkembangan Urbanesia, Urbanesiapun semakin meredup dan tidak tertolong. Akhirnya, pada akhir 2014 situs Urbanesia sudah tidak dapat dibuka lagi alias force close.

Menurut sumber yang saya baca https://id.techinasia.com/website-urbanesia-down dituliskan pada sebuah wawancara dengan Tech in Asia pada bulan Juli lalu, Natali Ardianto – mantan co-founder Urbanesia menyebutkan alasan dirinya keluar dari Urbanesia adalah karena ia tidak melihat potensi pertumbuhan website ini. Ia menambahkan:
“Kompas sebenarnya mengakuisisi Urbanesia pada tahun keempat, tapi kini sudah mati karena tidak ada orang lain yang tersisa di tim.”

Salah satu penyebab utama gagalnya sebuah startup adalah :
1. Visi yang tidak jelas
Visi merupakan hal yang terpenting dalam sebuah bisnis, karena itulah yang akan menunjukkan mau kemana arah bisnis Anda nantinya.
2. Kurangnya Memanfaatkan Peluang
Jika seseorang ingin berhasil, apalagi berhasil sebagai startup entrepreneur, mereka harus bisa secara cerdik menangkap dan memanfaatkan peluang, kemudian mengambil keputusan yang tepat agar memenangkan persaingan di pasar.Dengan kreativitas berarti seseorang bisa secara bersama-sama menciptakan atau menangkap peluang dan memaksimalkan resources lain yang bisa mendukung agar peluang-peluang dan kreativitas itu menjadi berhasil.Dan agar peluang-peluang dan kreativitas itu berhasil dibutuhkan komunikasi yang baik.
3. Mudah Menyerah
Ketika mereka merasa seperti semuanya gagal, mereka menyerah dalam berbisnis dengan alasan mungkin lebih baik tidak kehilangan terlalu banyak uang. Mereka takut gagal dan memilih untuk mengakhiri semuanya daripada menyebabkan kekacauan yang lebih besar.
4. Tidak memiliki tim development yang kuat
Salah satu penyebab tutupnya Urbanesia juga karena tidak ada tim yang tersisa di Urbanesia. Karena dengan memiliki tim yang kuat maka akan meningkatkan produktivitas baik bagi diri sendiri maupun organisasi. Sama halnya dalam dunia bisnis, pengusaha tidak akan sukses dengan hasil kerjanya sendiri, pasti ada pihak lain baik itu rekan bisnis maupun anggota dalam perusahaan yang membentuk kerjasama tim yang baik. Oleh karena itu kerjasama merupakan kunci awal dalam mencapai kesuksesan. Kerjasama dalam tim yang kuat juga memicu berbagai upaya individu agar dapat bekerja secara efektif, produktif, dan efisiensi yang diartikan pencapaian kerja yang hemat, tidak boros sehingga menimbulkan keadaan menguntungkan baik dari segi waktu, biaya, maupun tenaga.

Mungkin diantara penyebab-penyebab inilah yang menjadikan tutupnya Urbanesia, padahal Urbanesia sendiri merupakan pemain penting di ranah startup Indonesia. Startup yang didirikan pada tahun 2008 ini merupakan salah satu pemain awal di era mulai bertumbuhnya ekosistem startup di Indonesia. Sungguh sangat disayangkan dengan tutupnya Urbanesia.

Mereka juga terlalu fokus kepada merchant dibandingkan pembeli, padahal yang terpenting disini adalah pembeli. Kepuasa pembeli lah yang akan membuat usaha tersebut semakin berkembang.

Mereka juga terlalu fokus kepada merchant dibandingkan pembeli, padahal yang terpenting disini adalah pembeli. Kepuasan pembeli lah yang akan membuat usaha tersebut semakin berkembang.

Permasalahan klasik Urbanesia adalah ketidakmampuannya mendatangkan pendapatan. Meskipun sempat menjadi situs direktori terdepan di tanah air dan pada masa jayanya bisa mendatangkan traffic hingga lebih dari satu juta kunjungan per bulannya, Urbanesia tetap kesulitan menggantungkan nasibnya ke pemasang iklan. Itu dia kenapa layanan direktori serupa, termasuk mobile directory uzur macam Domikado (yang akhirnya ditutup dan pivot), tidak ada yang bertahan lama di Indonesia. Menurut data SimilarWeb, traffic Urbanesia terjun bebas dalam enam bulan terakhir dan diestimasikan hanya dikunjungi oleh 20 ribu orang sepanjang bulan September 2014.

Sumber : https://dailysocial.id/post/urbanesia-belum-mati

Belajar dari Urbanesia juga, dapat dilihat bahwa kemudahan dan kecepatan mendapat kan informasi yang diinginkan menjadi salah satu hal mutlak yang dapat menarik minat pengguna. Ketika minat sudah berdatangan, perlu adanya pengelolaan terus-menerus sehingga mampu “menjaga” kepuasan pengguna. Dan dengan kepuasan pengguna yang terus dijaga, pendapatan perusahaanpun akan senantiasa mengikuti di belakangnya tanpa harus di cari-cari lagi.

Urbanesia.com atau biasa cukup disebut dengan Urbanesia, merupakan sebuah situs bergenre lifestyle yang menghadirkan tempat makan, jajan, kesehatan maupun gaya hidup yang berada di Jakarta. Situs yang berdiri pada bulan Oktober 2010 ini, dengan cepat mampu menarik perhatian berbagai kalangan di dunia maya.Sempat bingung juga dengan tampilan situs yang waktu itu masih kaku, dan penuh dijejali berbagai display tempat makan dari beberapa tempat di Jakarta. Karena sebelumnya hanya menganggap Urbanesia sama dengan berbagai situs komunitas jual beli yang banyak beredar di internet. Namun, ternyata beda, karena di Urbanesia seorang pengguna (yang telah registrasi) dapat saling memberitahu atau merekomendasi berbagai tempat hiburan, rumah makan atau lainnya. Selain itu juga, bagi pemilik usaha dapat mempromokan produk atau tempat di Urbanesia dengan syarat dan ketentuan yang mudah dipahami. Khusus untuk orang yang ingin mencari sebuah alamat di Urbanesia dapat menemukannya dengan lengkap, karena didukung oleh puluhan ribu tempat atau pelaku di berbagai bidang yang tersedia. Sebagai ilustrasi, saat saya ingin mencari sebuah rumah makan Padang, maka tinggal memasukkan kata kuncinya beserta nama areal yang dikehendaki.
Sumber : http://www.kompasiana.com/roelly87/urbanesia-referensi-situs-mencari-beragam-tempat-di-jakarta_550d6c25a33311221e2e3ab3

Tidak semua produk yang gagal itu adalah produk yang tidak menarik maupun tidak bermutu, meskipun urbanesia adalah situs yang sempat populer.