Segalanya Didasarkan Oleh Cinta

IMG-20200501-WA0016

Cinta adalah perasaan yang nyata, yang dimiliki setiap makhluk yang ada di dunia ini. Tak hanya manusia, tetapi hewan dan tumbuhan pun memiliki dan membutuhkan cinta.

Pada manusia cinta merupakan kasih sayang pada Tuhan, diri, sesama, serta lingkungan. Salah satu contoh, seseorang yang peduli lingkungan dengan cara tidak membuang sampah sembarang.

Pada hewan, cinta pun juga dimiliki oleh mereka. Salah satu contoh, setiap induk akan terus menjaga anak-anak mereka dengan cara mereka sendiri hingga yakin bahwa anak mereka mampu untuk hidup mandiri.

Pada tumbuhan, mereka pun juga memiliki cinta namun dengan cara yang unik dan berbeda. Salah satu contoh, tumbuhan beracun akan mengeluarkan bau tak sedap sebagai tanda pada hewan atau mungkin manusia untuk tidak memakannya.

Contoh-contoh tersebut hanya sebagian kecil wujud cinta. Makna cinta sendiripun sangat besar dan luas. Cinta diciptakan dengan tujuan sebagai oasis dalam gurun pasir. Memberikan kebaikkan, kehangatan, kepedulian, tak cuma pada diri ataupun sesama namun pada makhluk di sekitar.

Cinta ada sebagai anugerah Tuhan yang diberikan kepada makhluk-Nya. Memberikan kekuatan dan ketegaran pada diri. Anugerah yang ada pun merupakan bentuk cinta Tuhan pada makhluk-Nya.

Dunia ini penuh dengan cinta. Dasar dari kehidupan merupakan cinta. Tanpa cinta, apakah hidup ini akan damai?

Tuhan memberikan cinta karena berharap jika makhluk-Nya dapat saling mengasihi, terutama bagi manusia. Manusia yang merupakan makhluk paling sempurna diharapkan dapat memahami bahwa dunia ini memerlukan cinta.

Dengan adanya cinta, berharap manusia dapat memberikan pengaruh positif terhadap makhluk serta lingkungan di sekitarnya. Tak hanya memikirkan diri sendiri serta kelompok, tetapi juga memikirkan dampak masa depan bila rasa cinta itu pudar.

Apabila yang dilakukan adalah hal yang positif, maka hal positiflah yang akan datang. Namun sebaliknya, jika hal negatif yang dilakukan, maka itulah yang akan didapatkan.

Seperti sebuah pepatah mengatakan, “Apa yang kita tanam adalah apa yang kita tuai dikemudian hari. Apa yang kamu tabur, itulah yang akan kamu tuai.”

Namun sebagai manusia yang diberikan akal oleh Tuhan, apakah hal tersebut hanya berdampak pada diri sendiri? Tentu saja tidak. Tindakan serta perilaku yang tercipta akan mempengaruhi bagaimana kehidupan di masa yang akan datang.

Sebagai contoh, banyak orang menangis, menderita karena keegoisan sesamanya. Sehingga harus berakhir dengan miris, tanpa pernah merasakan manisnya kehidupan.

Manusia yang membuang sampah sembarang, tak memiliki rasa sayang serta simpati terhadap hewan, tumbuhan, dan lingkungan. Memberikan dampak besar yang sulit untuk di selesaikan.

Hewan yang memakan sampah karena banyak yang berserakan, juga yang kesulitan bergerak karena melilit tubuhnya. Tumbuhan yang mati karena tumpukan sampah menutupinya, juga terumbu karang yang tak mendapatkan sinar matahari.

Bumi kita sedang kritis, bumi kita sedang menangis. Mengetahui bahwa dirinya telah terkikis, banyak, oleh perubahan dinamis.

Tak perlu harus menjadi seseorang yang besar, yang berpengaruh pada negeri, yang dapat memberikan sejarah baru. Namun dengan diri kita saat ini, lakukan lah hal kecil namun dengan cinta sepenuh hati.

Bantulah bumi ini menjadi lebih baik. Berikan cinta sepenuh hati kepada Tuhan, diri, sesama, makhluk hidup serta lingkungan sekitar.

Dengan cinta, kita berikan yang terbaik bagi dunia ini. Agar anak cucu kita kelak dapat merasakan kekayaan alam yang sama seperti yang kita rasakan saat ini.

115 Likes