Sebuah harapan dan usaha

Jangan hanya mengandalkan harapan,untuk menjadi sukses.tapi harus ada usaha,yang dilakukan untuk mewujudkannya.

Semua kesuksesan tidak datang secara instan.Selalu ada ujian di dalamnya.Ujian yang dilalui tidaklah mudah, jatuh bangun menghampiri hingga kerap membuat putus asa. Rasanya ingin berhenti dan memilih untuk berharap sesuatu yang indah akan datang dengan sendirinya.

Anda ingin mengetahui siapa diri Anda? Jangan bertanya. Beraksilah!” - Thomas Jefferson rangkaian kata dari Thomas Jefferson bisa membantu kita dalam memotivasi diri bahwa jika kita ingin mengetahui diri kita sendiri bukan dari apa yang kita ucapkan tapi,dari apa yang kita lakukan.

Saat kita hanya berharap tanpa ada usaha yang dilakukan,maka orang bisa menilai bahwa kita adalah orang yang mudah putus asa.bisa kita ambil contoh dalam kehidupan sehari-hari,seperti saat kita mengandalkan harapan bahwa kita ingin mendapatkan nilai tinggi saat ujian tapi tidak ada usaha,maka secara tidak langsung kita menunjukkan keputusasaan dalam diri kita sendiri.

Ketika kita mengalami kegagalan,kita harus bangkit dan meyakini diri kita sendiri bahwa itu adalah awal dari kesuksesan.jangan hanya menunggu keajaiban untuk datang menghampiri dan mengatakan padamu bahwa kamu telah sukses tanpa melalui rintangan apapun.

“Kelemahan terbesar kita adalah bersandar pada kepasrahan. Jalan yang paling jelas menuju kesuksesan adalah selalu mencoba setidaknya satu kali lagi.” - Thomas A. Edison. kata dari Thomas A. Edison,membuat kita mengerti bahwa tidak ada kesuksesan tanpa sebuah kegagalan.Semua orang pasti pernah mengalami kegagalan.Dan cara mereka mengatasi kegagalan itu selalu dengan bersikap optimistis. Habiskan jatah gagalmu, teruslah berusaha, jangan mudah menyerah. Jadikan kegagalan sebagai motivasi untuk terus maju.

Yakinlah setiap usaha itu selalu ada doa dan ridha dari allah swt. Dan orang tua.
Dari Abdullah bin ’Amru radhiallahu ‘anhuma , ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

رِضَى الرَّبِّ فِي رِضَى الوَالِدِ، وَسَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَالِدِ

Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua ” (Hasan. at-Tirmidzi : 1899, HR. al-Hakim : 7249, ath-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabiir : 14368, al-Bazzar : 2394).

“Jika engkau tertimpa suatu musibah, maka janganlah engkau katakan : ‘Seandainya aku lakukan demikian dan demikian.’ Akan tetapi hendaklah kau katakan : ‘Ini sudah jadi takdir Allah. Setiap apa yang telah dia kehendaki pasti terjadi.’ Karena perkataan law (seandainya) dapat membuka pintu setan.” (HR Muslim).

2 Likes