Seberapa penting Viral Marketing pada startup?

Sebuah studi singkat tentang situs web http://www.forentrepreneurs.com mengungkapkan bahwa faktor yang sangat penting untuk keberhasilan di perusahaan startup adalah menemukan cara untuk memperoleh pelanggan dengan biaya rendah. Dalam Business Models , mereka menemukan model bisnis yang sempurna: Viral akuisisi pelanggan dengan monetisasi yang baik . Namun pertumbuhan viral ternyata menjadi tujuan yang sulit dipahami, dan hanya sejumlah kecil perusahaan benar-benar mencapai pertumbuhan viral dengan benar.

Viral marketing saat ini adalah promosi dari mulut ke mulut dalam format elektronik. Di mana viral marketing adalah strategi maketing yang berkaitan dengan menciptakan pesan online yang original dan cukup menghibur yang mendorong konsumen untuk menyampaikan pesan itu ke konsumen lainnya. Untuk kemudian konsumen menyebarkan pesan di dalam web seperti virus secara gratis tanpa membebani si pengiklan.

Viral marketing, lebih mengarah kepada konten dari pesan itu yang mengandung unsur marketing atau pemasaran. Jadi definisinya, viral marketing adalah metode penyebaran konten yang mengandung unsur pemasaran suatu produk baik barang/jasa yang memanfaatkan teknologi baik mobile (sms) ataupun internet.

Viral marketing adalah konsep marketing yang meniru kerja virus computer yang bias bekerja sendiri, menyebar dengan cepat dan secara otomatis menginfeksi jutaan komputer di seluruh dunia. Itulah sebabnya viral marketing juga dinamai dengan traffic virus. Bedanya jika virus komputer sangat merugikan bagi pihak yang terkena tapi viral marketing justru menguntungkan.

Inti dari “viral marketing” adalah strategi pemasaran yg dapat menyebabkan orang-orang membicarakan bisnis Anda di kalangan sosialisasi teman-teman mereka. Dalam dunia pemasaran offline, ini adalah semacam public relations atau network marketing, yaitu memanfaatkan asosiasi atau jaringan teman-teman untuk menyebarkan pesan pemasaran tentang bisnis anda.

A. Definisi

Viral adalah metode penyebaran konten dengan memanfaatkan teknologi, baik itu internet ataupun mobile. Viral sangat erat kaitannya dengan konten. Jadi jika suatu konten dirasa menarik dan bermanfaat untuk orang lain maka konten tersebut akan menyebar dengan sendirinya, baik melalui mobile maupun media internet.

Viral marketing, lebih mengarah kepada konten dari pesan itu yang mengandung unsur marketing atau pemasaran. Jadi definisinya, viral marketing adalah metode penyebaran konten yang mengandung unsur pemasaran suatu produk baik barang/jasa yang memanfaatkan teknologi baik mobile (sms) ataupun internet.

Bagaimana agar tersebar dengan cepat. Kuncinya adalah membuat sesuatu yang disukai banyak orang dan orang tersebut merasa mendapat makna atau terhibur dengan apa yang telah diterima, lalu dengan demikian mereka merasa patut menyebarkannya kepada yang lainnya.

Banyak orang menganggap bahwa viral marketing adalah MLM. Tidak! Viral Marketing bukan MLM, termasuk MLM ala internet, malahan sangat bertolak belakang. Dalam MLM seorang member harus membeli starter kit, wajib mengikuti seminar atau acaraacara yang dilangsungkan oleh perusahaan, dan harus menjual. Tidak demikian di program Viral Marketing. Ketiga alasan itulah yang menjadi perbedaannya yang paling nyata disamping perbedaan-perbedaan lainnya.

B. Lebih Jauh Tentang Viral Marketing

Dalam perkembangannya viral marketing adalah salah satu cara ampuh dalam mengembangkan e commerce. Karena viral marketing sendiri adalah pengembangan dari metode pemasaran “dari mulut ke mulut”. Unsur kepercayaan dan rasa ingin berbagi antar manusia lah yang bermain di sini.

Viral marketing bekerja seperti perkembangbiakan virus. Mulai dari satu, membelah diri, dan masing-masing belahan membelah diri, demikian seterusnya, sehingga menjadi berlipat ganda dan membentuk suatu kekuatan menarik minat yang dahsyat, dan penyebaran informasi tersebut dapat menjadi referensi yang sangat diperhitungkan bagi setiap calon konsumen. Hebatnya, viral marketing merupakan suatu teknik pemasaran yang berusaha membuat seseorang secara sukarela menyampaikan pesan pemasaran ke sesamanya, tanpa paksaan.

Di dunia maya, pesan viral yang menarik, lucu, dan bermanfaat, akan memberikan nilai positif kalau pesan itu dikirimkan oleh seorang teman. Karena, teman kita sendirilah yang lebih tahu kebutuhan kita daripada orang tidak dikenal yang mewakili sebuah produk atau brand. Kita pun tidak akan menganggap pesan yang dikirimkan itu sebagai sampah (spam).

Format viral sebetulnya bisa bermacam-macam. Dari yang paling sederhana, hanya berupa teks, hingga berupa aplikasi interaktif yang kompleks. Namun kuncinya tetaplah pada pesan yang disampaikan. Kalau itu hanya berupa teks biasa, namun oleh penerimanya dirasa bermanfaat, tentu akan lebih jauh mengena dibandingkan video atau multimedia yang rumit, tapi tidak memberikan pesan yang mengena.

Umumnya pengiriman viral dimaksudkan untuk mengenalkan penerima email atau SMS pada produk baru atau program baru dari suatu brand. Terkadang pesan disampaikan langsung, terkadang penerima e-mail diminta untuk masuk ke website tertentu untuk mengenal produk atau program baru itu lebih jauh. Bisa saja saat ia masuk ke website, ia pun diminta untuk menyebarkan informasi ini ke e-mail rekan-rekannya. Selanjutnya, rekanrekannya akan menerima email serupa seperti yang diterimanya, yang mengajak mereka untuk mengunjungi website tersebut.

Ada dua parameter utama yang mendorong bagaimana pertumbuhan Viral Marketing terjadi, Koefisien Viral, dan Viral Cycle Time.

Viral Koefisien (K)

Bayangkan Anda sedang memulai sebuah perusahaan baru yang berencana untuk mengakuisisi pelanggan melalui pertumbuhan virus. Anda memiliki beberapa teman yang Anda gunakan untuk menjadi pelanggan pertama Anda, dan mereka pada gilirannya mulai mengundang teman-teman untuk bergabung, dan teman-teman mulai mengundang teman-teman, dll

Hal pertama yang kita perlu menghitung adalah jumlah pelanggan baru yang setiap pelanggan yang ada dapat berhasil mengkonversi. Ini ternyata menjadi variabel yang sangat penting, dan dikenal sebagai Koefisien Viral . Rumus untuk menghitung koefisien virus ini cukup sederhana: kalikan jumlah undangan dengan tingkat konversi.

Viral Cycle Time

Antonio Rodriguez mendirikan Tabblo pada waktu yang sama ketika YouTube dibangun. Kedua situs menjadi viral, tapi Tabblo relatif rendah, YouTube meledak dan mengumpulkan pengguna pada tingkat yang belum pernah terlihat sebelumnya di Internet. Apa yang terjadi di sini?

Untuk menjawab pertanyaan ini, kita harus melihat Viral Cycle Time berikut:

Dalam contoh kasus YouTube, Viral Cycle Time nya sangat singkat: pengguna akan mengunjungi webnya, melihat video lucu, dan segera mengirim link ke teman-teman mereka. Tabblo, di sisi lain, memiliki waktu siklus lebih lama. Pengguna akan memposting beberapa foto di situs dan mengundang teman-teman mereka. Teman-teman mungkin melihat foto-foto di Tabblo, dan baru memutuskan bahwa mereka akan menggunakan situs pada saat mereka mengambil foto mereka atau ingin berbagi. Disinilah letak perbedaannya, siklus Tabblo lebih lama.

C. Kelebihan Viral Marketing

  1. Semua perusahaan mengadalkan hidupnya pada penjualan. Dalam arti luas, semua perusahaan mengandalkan pada strategi marketing. Viral Marketing adalah strategi marketing.

  2. Konsumen bisa mengajak atau merefrensikan teman-teman mereka untuk
    berbelanja. Itulah yang ditawarkan program Viral Marketing. Konsumen akan menjadi konsumen yang loyal.

  3. Perusahaan yang menjalankan program Viral Marketing akan dibela habishabisan oleh para konsumennya. Alasannya, perusahaan tersebut juga merupakan bagian dari para konsumen. Viral Marketing adalah konsep baru Franchise.

  4. Program Viral Marketing akan menghemat biaya promosi Anda. Alasannya, konsumenlah yang akan menjadi juru promosi, bahkan jadi tenaga penjual Anda, uniknya mereka tidak akan merasa sebagai karyawan, melainkan sebagai pemilik usaha juga. Sama seperti Anda, mereka akan dengan senang melakukannya.

  5. Program Viral Marketing tidak akan merugikana konsumen Anda, jadi tidak perlu merasa ada beban moral dalam menjalankannya.

  6. Anda tidak perlu lagi melakukan edukasi pasar atau positioning sedemikian rupa, sebab semuanya sudah ada dibenak konsumen. Konsumen sudah diap.

  7. Pengetahuan internet akan terus berkembang. Menggunakan program Viral Marketing artinya menyiapkan diri menghadapi perubahan lingkungan bisnis itu sendiri.

  8. Program Viral Marketing tidak meniadakan program marketing lainnya yang Anda lakukan selama ini, malah akan melengkapinya. Sekalipun seorang konsumen tidak ingin bergabung dalam program ini, mereka tetap akan menjadi konsumen Anda. Program ini akan berdiri ditempatnya yang unik.

D. Contoh Website

Contoh website yang sukses dalam menerapkan viral marketing adalah http://www.subservientchicken.com. Situs ini merupakan situs viral marketing yang sukses, yang dibuat oleh Burger King ketika mempromosikan chicken burger-nya. Dengan hit yang mencapai 40 juta dalam seminggu, bahkan topeng ayam yang polanya tersedia di situs ini juga sempat menjadi merchandise yang paling dicari!

Di sini, Anda akan melihat seseorang berpakaian kostum ayam yang menggelikan. Anda bisa mengetikkan berbagai perintah, dan Anda akan melihat video orang tersebut menuruti perintah Anda. Sangat interaktif dan menarik, nilai viral-nya adalah tersedia fitur tell a friend untuk mengirim e-mail kepada teman anda tentang kesan mengenai situs ini.

Bagaimana dengan Indonesia? Brand seperti Close Up yang merilis viral DJ Mouth dan kabarnya sempat menjadi buzz di kalangan anak muda serta promo undian berhadiah kalung berlian dari Fox, adalah beberapa contohnya. Untuk website sendiri saya belum menemukan contohnya di Indonesia, tapi banyak pebisnis e commerce yang memanfaatkan jejaring sosial seperti facebook sebagai sarana mempromosikan produknya. Pemanfaatannya bisa bermacam-macam seperti share link situs jual belinya atau mentag beberapa foto dari produk yang ia jual secara online yang sekaligus berfungsi sebagai katalog. Atau mungkin dengan memasang banner-banner dengan animasi flash yang menarik dan interaktif di beberapa situs yang kemudian diberi link ke situs yang diinginkan.

E. Penutup

Yang melandasi timbulnya viral marketing dalam e commerce adalah kepercayaan antar teman dan keinginan untuk saling berbagi tentang hal yang menarik. Hal ini ternyata mampu menjadi strategi pemasaran e commerce yang baik ketika viral marketing didukung oleh penggunaan social networking yang bias dibilang semakin gencar untuk media berbagi antar teman.

Namun, sekali lagi, viral hanyalah metode. Yang utama adalah konten kreatif di baliknya. Bisa saja Anda menerima e-mail viral dari teman Anda. Namun, saat Anda mengunjungi alamat website di e-mail tersebut, hasilnya ternyata mengecewakan. Bisa jadi Anda tidak mau lagi berkunjung ke website tersebut. Ibaratnya, kalau produk toko online A itu ternyata jelek, untuk apa lagi berbelanja di sana. Lalu, apa perlu produk yang jelek ini kita referensikan?

Ada sejumlah besar pelajaran yang menarik untuk belajar dari artikel ini:

  1. Anda tidak akan memiliki pertumbuhan viral benar, Kecuali Anda memiliki Koefisien Viral yang lebih besar dari 1.
  2. Faktor yang paling penting untuk meningkatkan pertumbuhan bukanlah Koefisien Viral, tapi Viral Siklus Waktu (ct) yang harus dibuat sesingkat mungkin.
  3. Daerah kedua yang paling penting adalah Viral Koefisien (K). Apa pun yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan jumlah undangan yang dikirim keluar, dan tingkat konversi, akan memiliki dampak yang signifikan pada pertumbuhan.

Selain pelajaran di atas yang berasal dari model, ada beberapa pengamatan penting lainnya:

  1. Viralitas bukanlah strategi pemasaran yang dapat dieksekusi oleh departemen pemasaran. Itu harus dibangun ke kanan produk Anda dari awal. Ini adalah fungsi yang perlu dipikirkan oleh desainer produk dan dikembangkan oleh para insinyur.
  2. Produk yang paling viral adalah mereka yang hanya bekerja jika mereka bersama. Misalnya, Skype hanya bekerja jika Anda punya teman lawan bicara di Skype. Jika Anda memiliki aplikasi hari ini, pikirkan bagaimana Anda dapat membuatnya sosial, di mana ia akan bekerja lebih baik dengan berbagi data dengan teman-teman / rekan kerja. Yang memberikan insentif yang besar bagi pelanggan untuk mengundang teman-teman mereka / rekan-rekan untuk menggunakan aplikasi ini.
  3. Untuk membuat Viral Siklus Waktu sesingkat mungkin, kita dapat menerapkan proses pemikiran yang sama yang kita gunakan dalam Membangun Penjualan dan Pemasaran, di mana kita melihat apa motivasi pelanggan dan reaksi negatif karena mereka mengalir melalui siklus virus.
  4. Pertimbangkan memanfaatkan platform viral seperti Facebook, yang telah dibangun di fitur sosial untuk memberitahu teman-teman apa aplikasi yang Anda gunakan. Beranda, dan update status memberikan cara yang bagus untuk teman-teman mereka melihat aplikasi Anda.

Referensi (diakses tanggal 18 November 2016)

[1] http://www.forentrepreneurs.com/lessons-learnt-viral-marketing/
[2] http://www.viral.web.id/artikel/pengenalan-viral-marketing-beberapa-kutipan.htm .
[3] http://www.virtual.co.id/blog/online-communications/apa-itu-viral-marketing/
[4] http://hildayulianovita.blogspot.com/2011/04/contoh-situs-website-viralmarketing.
html
[5] http://media-ide.bajingloncat.com/2006/10/15/mengenal-viral-lebih-dekat/

3 Likes

Pada sebuah perusahaan startup atau perusahaan baru, metode viral marketing sangat dibutuhkan, hal ini membantu perusahaan tersebut untuk memperkenalkan produknya secara lebih cepat kepada pasar.

Perusahaan startup sangat rentan dalam hal kebangkrutan, karena mayoritas dari perusahaan startup tersebut belum memiliki pengalaman dalam dunia bisnis. mereka sangat rentan terhadap persaingan dan juga manajemen perusahaan itu sendiri.

Viral marketing dimana sudah dijelaskan panjang lebar di atas memang menjadi salah satu motor penggerak periklanan bagi sebuah perusahaan startup. Untuk menciptakan sebuah viral marketing tentunya harus menggunakan strategi-strategi jitu agar pemasaran tersebut tepat sasaran dan dapat memberikan efek blow up bagi produk itu sendiri.