Seberapa penting mempunyai kemampuan "membaca" seseorang?

sosial
softskill

(RafflyRizki) #1

Dalam kehidupan sehari-hari semua orang adalah pembaca pikiran. Karena tanpa kemampuan untuk mengetahui pikiran serta perasaan orang lain, kita semua tidak bisa menghadapi situasi yang terjadi di kehidupan sosial semudah apapun. Dengan membaca pikiran, kita dapat membuat perkiraan tentang tingkah laku seseorang kemudian kita membuat atau menentukan keputusan selanjutnya.

Dampak yang terjadi jika kita melakukan pembacaan yang tidak tepat, maka konflik bisa saja timbul akibat terjadinya kesalah pahaman.

Membaca pikiran menjadi alat untuk menciptakan dan menjaga keteraturan sosial, seperti membantu mengetahui kapan harus menyetujui sebuah komitmen dengan sosial di lingkup kita. Kemampuan ini sendiri muncul sejak manusia dilahirkan

Membaca bahasa tubuh adalah komponen inti dari membaca pikiran. Kita bisa mengetahui emosi dasar seseorang lewat bahasa tubuh. Menurut peneliti ditemukan bahwa ketika seseorang mengamati gerak tubuh orang lain, mereka dapat mengenali emosi sedih, marah, gembira, takut, dll.

Salah satu penanda bahwa kita da mengetahui apa yang dipikirakan orang lain adalah ekspresi wajah. Kita dapat membaca ekspresi wajah dari tanda-tanda seperti mata yang turun ketika sedih, terbuka lebar ketika takur, terlihat tidak focus ketika sedang berkhayal, menatap tajam penuh ketika cemburu dan menatap sekitarnya ketika tidak sabar.

Ada beberapa cara agar kita dapat menjadi seorang pembaca pikiran yang lebih baik. Tim dari Psychology Today telah merumuskan beberapa hal yang bisa membantu kita dalam membaca pikiran. Diantaranya adalah ;

  • Kenali orang lain.
    Ketika kita berinteraksi dengan seseorang selama kurang lebih sebulan, maka kita akan lebih mudah untuk mengenali apa yang dipikirkan dan di rasakannya. Hal tersebut dapat terjadi karena kita mampu mengartikan kata-kata dan tindakan orang lain dengan lebih tepat setelah mengamatinya dalam berbagai situasi.

  • Perhatikan bagian atas dari wajah.
    Beberapa orang pasti pernah menampakkan emosi palsu dan biasanya diungkapkan pada bagian bawah wajah seseorang, Sedangkan menurut Calin Prodan yaitu professor neurologi di University of Oklahoma Health Sciences Center, emosi utama bisa dilihat dari sebagian ketas wajah, biasanya daerah sekitar mata.

  • Tunjukkan ekspresi diri.
    Ekspresivitas emosi cenderung timbal balik. “Semakin kita ekspresif, maka semakin banya pula kita akan mendapat informasi mengenai kondisi emosional dari orang lain di sekitar kita”.

  • Bersikap santai.
    Seseorang cenderung menyamakan diri dengan lawan bicaranya melalui postur tubuh dan pola napas. Ketika anda merasa tegang, maka lawan bicara anda bisa saja secara tak sadar menjadi tegang pula dan akhirnya sulit untuk berbicara. Untuk mengatasi hal ini, sebaiknya ambil nafas panjang lalu tersenyumlah.
    William Ickes adalah seorang Professor di Departemen Psikologi di University of Texas di Arlington . Dia adalah seorang psikolog sosial yang dikenal dengan penelitiannya tentang fenomena ketepatan empatik atau yang biasa disebut membaca pikiran.