Seberapa penting kehadiran (Presence) pemimpin?

leadership

(Vivian Dzikriany Azis) #1

Sebagai mahasiswa, kita dituntut untuk terus meningkatkan soft skill kita. Soft skill ini dapat memudahkan diri kita dalam pekerjaan yang nantinya akan kita jalani di masa mendatang. Bahkan, untuk menjadi seorang pemimpin pun tak jauh-jauh dari pembelajaran mengenai kemampuan dalam soft skill.

Untuk sukses dalam bidang pekerjaan, kita tidak boleh hanya mengandalkan kemampuan akademik kita, melainkan harus tetap belajar banyak mengenai interaksi sosial antara satu orang dengan orang lainnya.

Soft skill, atau yang biasa disebut dengan keterampilan non-teknis, memiliki banyak sekali kriteria. Menjadi seorang pemimpin tidak melulu harus jago dalam berkomunikasi, bersosialisasi, memimpin, memberi arahan, dan ahli dalam membuat rencana. Masih banyak hal sepele yang justru sering dilupakan, namun sangat penting untuk membentuk karakter kepemimpinan itu sendiri. Salah satu contohnya adalah sebuah presensi.

Apa itu presensi? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), presensi merupakan kata lain dari kehadiran, yang memiliki arti sebagai orang atau sekumpulan orang yang berada di suatu tempat tertentu.

Tidak tahu apakah kehadiran tersebut memiliki tujuan, atau justru hanya sekedar hadir di tempat. Sebab, presensi bukan berarti hanya sekedar hadir untuk menjadi pusat perhatian bagi semua orang, melainkan kita bisa lebih baik dalam mengobservasi suatu masalah. Anda dapat belajar dari peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekitar Anda dan mengambil hikmahnya.

Selain itu, Anda juga dapat melihat langsung atau memberi umpan balik pada orang-orang yang ada di sekitar Anda. Sebab terkadang, tanpa adanya sebuah kehadiran, kita sendiri akan sangat mudah melewatkan banyak hal. Misalnya seperti masalah yang tidak terselesaikan, informasi yang penting, atau bahkan mungkin kesempatan bagus yang akan datang kepada kita.

Kita semua tentunya tidak ingin melewatkan semua hal yang penting tersebut, bukan? Apalagi jika hal itu disebabkan karena ketidak-hadiran kita pada suatu momen. Oleh sebab itu, presensi merupakan hal yang sangat penting bagi semua orang. Terutama jika Anda ingin memiliki karakter sebagai seorang pemimpin, presensi merupakan hal yang wajib Anda miliki untuk mencapai hal itu.

Mengapa hal ini sangatlah penting?

Ibaratkan saja jika Anda adalah seorang pemimpin dalam sebuah proyek. Anda yang memimpin dan mengendalikan semua interaksi dan kelangsungan proyek yang ada dalam tim Anda. Namun pada suatu hari, muncullah sebuah permasalahan yang sangat sulit untuk dipecahkan, terutama jika tidak dipecahkan secara bersama-sama.

Disinilah keutamaan kehadiran Anda. Andalah yang akan memimpin kelangsungan diskusi, mencari akar permasalahan, memberikan solusi yang baik beserta pencegahan-pencegahannya. Andalah yang menampung segala aspirasi dan pikiran anggota tim Anda, menggabungkannya, serta mengambil keputusan akhir untuk mencapai tujuan bersama tim Anda.

Namun tanpa kehadiran Anda, semua masalah-masalah yang muncul akan tertunda dan justru dapat menyebabkan banyak permasalahan baru yang lebih rumit dari sebelumnya.

Di dalam lingkup pendidikan, pekerjaan, dan terutama perkuliahan bagi mahasiswa, presensi merupakan hal krusial yang dapat menentukan apa yang akan terjadi pada masa mendatang.

Contohnya, jika Anda adalah seorang mahasiswa dan menyepelekan presensi, Anda akan terancam tidak bisa mengikuti ujian akhir. Maka dari itu, untuk meminimalisir hal tersebut Anda perlu memastikan bahwa jadwal Anda tidak bertubrukan dengan jadwal lain. Dan yang utama adalah Anda harus selalu mengusahakan diri Anda untuk datang tepat waktu. Sehingga kehadiran Anda bukan sekedar kehadiran yang tidak bernilai.

Ada sebuah kisah yang perlu kita teladani dari Kepala Negara Republik Indonesia yang pertama, Ir. Soekarno. Beliau adalah salah satu tokoh besar dunia yang selalu menjunjung tinggi sebuah kehadiran.

Beliau akan selalu berusaha hadir meskipun banyak sekali ancaman yang ada untuk mencegah kehadirannya pada suatu momen. Pada waktu itu, Presiden Ir. Soekarno diminta untuk memberikan sebuah pidato di depan seluruh rakyat Indonesia dalam peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Sayangnya, beberapa hari sebelum acara itu dimulai, Beliau sempat mengalami stroke ringan yang diakibatkan oleh terjadinya penyempitan pembuluh darah dalam otak Beliau. Mulailah beredarnya berbagai macam isu bahwa Ir.Soekarno tidak akan hadir untuk memberikan pidato, bahkan isu itu mengatakan Beliau sedang mengalami koma, yang tidak memungkinkan Beliau untuk hadir di tempat.

Namun, tidak ada yang menduga bahwa pada akhirnya Ir. Soekarno tetap datang pada acara peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan Indonesia tersebut. Beliau datang di Istana Merdeka dengan tongkat komandonya untuk melakukan sebuah pidato. Menurut saya, kisah ini merupakan kisah yang cukup menginspirasi. Mengapa? Saya mengerti bahwa jika seseorang dapat berhalangan hadir karena sakit atau gangguan kesehatan lainnya.

Namun, yang perlu digarisbawahi di sini adalah niat untuk tetap hadir dan tidak ingin melewatkan momen tersebut sebagai bentuk tanggung jawab Beliau sebagai seorang pemimpin.

Sumber referensi: