Seberapa besar pengaruh media elektronik dalam melakukan kampanye dogma-dogma yang dimiliki oleh partai politik ?

partai_politik
kampanye_politik

(Syam Sugha Ahli Tasawuf) #1

partai politik

Media elektronik, saat ini, merupakan pilihan utama partai politik dalam melakukan kampanye. Seberapa besar pengaruh media elektronik dalam melakukan kampanye dogma-dogma yang dimiliki oleh partai politik ?


(jesika) #2

Untuk saat ini menurut saya media elektronik berperan sangat besar terhadap masyarakat yang menggunakannya. Informasi semakin cepat sampai ke masyarakat namun belum tentu informasi tersebut benar. Ada yang berniat menjatuhkan, ada yang berniat untuk kampanye, dan lain-lain. Maka dari itu masyarakat harus pandai dalam memilah informasi yang diterima.


(Zahrah Yuan Nisaka) #3

Kampanye Partai politik peserta Pemilu adalah salah satu cara yang dilakukan untuk meyakinkan para pemilih bukan anggota Parpol untuk mendapatkan dukungan sebesar besarnya dengan menawarkan program-program Parpol melalui media massa diruang terbuka atau gedung pertemuan pada massa dan waktu yang telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum.

Arti penting dari kampanye merupakan kegiatan peserta pemilu untuk menarik dan meyakinkan pemilih dengan menawarkan visi, misi, dan program-programnya yang secara langsung maupun tidak langsung merupakan alat pendidikan politik partai kepada masyarakat sesuai dengan ideologi atau faham yang diusung partai tersebut. Bila dilihat secara pragmatis maka kampanye merupakan alat untuk mempersuai para calon pemilih untuk mau memilih dan mendukung partai serta para calegnya agar menduduki ruang kekuasaan yang lebih besar daripada partai lain. Karenanya kampanye politik semakin simetris dengan kegiatan iklan politik.

Iklan politik sendiri secara pragmatis adalah merupakan bentuk komunikasi yang dimaksudkan untuk memotivasi seseorang pemilih potensial dan mempromosikan partai atau caleg, untuk mempengaruhi pendapat publik, memenangkan dukungan publik untuk berpikir atau bertindak sesuai dengan keinginan partai dan para caleg pemasang iklan politik. Artinya secara hakiki iklan politik tidaklah berbeda jauh dengan iklan komersial biasa, yang berbeda justru pada “produk” yang ditawarkan. Iklan politik menyebarkan informasi tentang sesuatu yang belum ada produknya atau layanannya. Jika diibaratkan produk barang, iklan politik seperti menjual barang yang mau diproduksi dan baru direncanakan, lebih parah lagi barang tersebut bisa saja merupakan hal yang bersifat fiktif. Bila dikomparasikan lagi maka iklan politik mirip iklan pengembang perumahan, rumah belum jadi tapi sudah ditawarkan kepada para konsumen perumahan dengan berbagai janji fasilitas yang banyak.

Pada media iklan elektronik maka ada 3 jenis media utama yaitu media radio, televisi dan internet yang tentunya bersaing dalam karakter mereka masing-masing dalam penggunaannya sebagai media iklan. Radio sebagai media eletronik tertua memiliki beberapa kelebihan diantaranya adalah :

  1. Radio is personal medium dan bersifat auditif artinya radio merupakan media personal yang akrab dengan pendengar serta mampu menarik indera pendengar manusia serta mampu dinikmati sambil melakukan aktifitas lainnya.

  2. Radio telah tersegmentasi sehingga mudah dalam menetukan sasaran calon konsumen serta cepat dalam penyampaian pesannya

  3. Radio merupakan media intrusif yang membuat pendengar pasif tetap terekspose informasinya serta memiliki biaya rendah untuk beriklan.

Sementara kelemahan media radio sebagai media iklan adalah :

  1. Lack of pictures dan sekelebat saja; pengiklan tidak dapat mendemonstrasikan produknya di radio dan khalayak tidak memiliki kesempatan dan waktu untuk mencatat spesifikasi produk, alamat tempat penjualan produk dan sebagainya.

  2. Radio bersifat terbagi ; dalam suatu daerah mungkin memiliki 20 sampai dengan 30 stasiun radio yang menyebabkan pengiklan mengalami overlaping atau tumpang tindih dalam menjangkau pasarnya.

Untuk media televisi maka televisi merupakan “raja” dari media iklan sampai saat ini. Media ini paling banyak nilai angka belanja iklannya dan itu karena televisi memiliki keutamaan dalam penyamapian pesannya yang bersifat audio visual sehingga memancing dua indera manusia yaitu mata dan telinga sehingga berasa realitis dan hidup. Beberapa kelebihan lain dari televisi adalah :

  1. Satu pesan iklan di televisi mampu menjangkau khalayak luas sehingga harga mahal alam pembuatan iklan televisi terhapuskan

  2. At the moment of exposure, a television advertisement excludes competing advertising messages. Televisi memiliki pengaruh yang kuat untuk mempengaruhi khalayak karena khalayak sebagai “calon pembeli” lebih mempercayai televisi sebagai media rujukan dan mampu menjangkau khalayak dari berbagai kalangan umum tanpa kecuali.

Kekurangan televisi sebagai media iklan hanya terletak pada pesan yang bersifat selintas dan tidak flexibel dalam penayangan iklannya.

Generasi ke tiga media elektronik yang kemudian menjadi media iklan adalah internet. Media iklan internet dalam sekejap mampu menarik minat pengiklan dengan fakta yaitu hanya dalam tempo 5 tahun, internet berhasil merengkuh pengguna sebanyak 50 juta orang. Sementara televisi membutuhkan 13 tahun dan radio 38 tahun untuk mencapai jumlah tersebut fakta yang kedua menunjukkan bahwa rata-rata user internet melihat 610 iklan online perhari.

Keunggulan dari media iklan internet dibanding dengan media lain adalah :

  1. Mencapai high quality customers serta calon konsumen yang benar-benar terfokus (targetted customers).

  2. Jangkauan pencapaian khalayaknya mampu melintas batas benua dan negara dengan biaya yang relatif lebih murah

  3. Beroperasi selama 24/7 dan 31 hari.

  4. Lebih interaktif serta satu-satunya media iklan yang bisa diketahui dengan tepat jumlah eksposure calon konsumen yang dikenai pesannya

Dari penjelasan diatas, maka pengaruh media elektronik dalam melakkan kampanye partai politik sangatlah besar sekali, sehingga tidak salah kalau media elektronik, tertama media internet, mendapatkan fokus utama dari partai-partai politik yang ada.

Mungkin kita masih ingat, bagaimana media internet di Amerika, terutama Facebook, bisa merubah cara pandang pemilih akibat berita-berita hoax, yang disebarkan oleh negara lain, dapat merubah hasil pemilihan presiden antara Donald Trump dan Hillary Clinton. Sebesar itulah dampak atau pengaruh media elektronik dalam sebuah kampanye politik.

Referensi : Edwi Arief Sosiawan, Cyber campaign : Iklan politik media on line vs media konvensional (Refleksi pemilu legislatif 2009)