Seberapa Besar Habits dalam Menentukan Kesuksesan Seseorang?

kesuksesan

They are glass half full people – while still being practical and down-to-earth. They have an ability to find the good.

“Mereka adalah orang-orang yang memenuhi separuh gelas, saat mengerjakan hal-hal yang praktis dan rendah hati. Mereka memiliki kemampuan untuk menemukan kabaikan”. Itulah penafsiran pada judul essay kali ini, yang dikutip dari buku “Mahamantra: Essence of Leadership” salah satu dari daftar “Fifty Habits of Highly Successful People”.

Habits atau kebiasaan adalah segala sesuatu yang dilakukan dengan sendirinya, tanpa perlu berfikir. Habits atau kebiasaan menjadi faktor kesuksesan banyak orang. Mengapa ?. Yang membedakan seseorang menjadi seorang ahli di bidang nya adalah habits, pernahkah kita mendengar sebuah ungkapan “BISA karena biasa, TIDAK bisa karena tidak terbiasa”. Karena kebiasaan merupakan hal-hal yang paling mudah dilakukan oleh otak kita, semua hal-hal yang biasa kita lakukan sudah tersimpan dalam memori otak kita, sehingga kita tidak perlu berpikir untuk mengerjakan sesuatu. Dengan sendirinya otak kita akan memanggil ingatan yang telah disimpan dan menjalankan nya lagi menjadi sebuah kebiasaan. Contohnya bagi mahasiswa baru menemukan ruang kuliah merupakan kesulitan yang wajar, karena mereka belum terbiasa dan masih perlu beradaptasi dengan lingkungan nya, namun lama-kelamaan dengan sendirinya akan terbiasa bahkan tidak perlu mencari lagi ruang kuliah untuk hari ini dimana, karena otak sudah terbiasa dengan yang kita lakukan setiap hari, dan otak sudah menyimpan nya dalam memori. Begitulah proses dari terciptanya suatu habit atau kebiasaan, semakin sering kita melakukan sesuatu semakin cepat juga respon otak, dan akan menjadi sebuah kebiasaan. Seseorang yang memiliki banyak habits baik dalam dirinya akan lebih sukses daripada seseorang yang sedikit memiliki habits yang baik, yang lebih bahaya lagi tidak memiliki habits yang baik sama sekali. Faktor yang menentukan apakah kita memiliki habits atau tidak hanya 2 hal, yaitu practice (latihan) dan repetition (pengulangan), yang tentu saja dilakukan dalam rentang waktu tertentu. Practice atau latihan berfungsi untuk menentukan apakah yang kita lakukan sudah tepat atau belum, sementara repetition atau pengulangan untuk menyempurnakannya. Practice makes right, repetition makes perfect.
Pada kali ini kebiasaan yang ditekan kan yaitu pada sifat atau kepribadian. Sifat menjadi identitas seseorang, semakin baik sifat nya maka semakin baik orang tersebut dimata orang lain. Setiap orang memiliki sifat yang berbeda-beda, baik itu sifat baik maupun sifat buruk. Sifat kebanyakan ditentukan oleh faktor keluarga dan lingkungan. Untuk merubah sifat seseorang sangatlah sulit, terutama yang memiliki lingkungan yang kurang mendukung untuk membantu perubahan sifat tersebut. Sifat buruk seseorang dapat dirubah dengan habit atau kebiasaan yang baik, dengan memiliki kebiasaan yang baik secara perlahan sifat seseorang akan terbentuk dengan sendirinya. Hal semacam inilah yang biasa dilakukan oleh orang-orang sukses, mereka melakukan kegiatan-kegiatan yang positif, menerapkan nya dalam kehidupan sehari-hari hingga menjadi suatu kebiasaan yang dapat membawanya kepada kesuksesan , sehingga kegiatan tersebut menjadi kegiatan rutin yang biasa dilakukan tanpa perlu proses yang lama, serta memangkas energi, dan menjadi sifat baik mereka. Semua kegiatan sehari-hari kita merupakan contoh dari habits atau kebiasaan.

Banyak cara untuk membiasakan hal-hal yang baik untuk kepribadian kita. Salah satunya yaitu membiasakan sifat-sifat yang sederhana seperti kejujuran dan tanggung jawab. Kebiasaan ini akan mudah dilakukan ketika kita di usia kecil karena pada waktu itu memori otak kita akan mudah menyimpan hal-hal baru. Usia dini merupakan masa emas seorang manusia untuk meraih hal-hal yang sederhana tapi akan penting di masa depan. Seperti yang sudah disebutkan tadi yaitu kejujuran merupakan kunci utama untuk membangun kepribadian di masa depan. Kejujuran sangatlah mudah dan sederhana untuk dijadikan habit karena semua agama yang ada meyakini bahwa bohong itu dilarang, maka dari itu kita diajari dari lingkungan keluarga untuk membiasakan kejujuran. Dari sisi orang tua sangat penting ikut ambil untuk menciptakan habit tersebut melalui pendidikan dini yang diajarkan orang tua di rumah. Kebaikan memang sangat penting di kehidupan ini seperti saling membantu, tanggung jawab, dan kejujuran. Semua kebaikan ini jika dijadikan habit atau kebiasaan akan membangun sebuah karakter seorang pemimpin yang diperlukan pada masa sekarang. Habit yang bagus memang sangat diperlukan untuk setiap pribadi manusia karena dari habit akan muncul sifat-sifat pribadi yang baik untuk masa depan bangsa. Mungkin dari habit juga akan muncul generasi emas yang akan membawa bangsa Indonesia menuju masa depan yang lebih cerah.

Salah satu tokoh terkenal yaitu Bapak B.J Habibie memiliki habit atau kebiasaan yang baik, beliau selalu menyempatkan membaca dan menulis di setiap kesibukan nya. Beliau selalu menyempatkan untuk melakukan kebiasaan-kebiasaan yang baik. Karena beliau yakin, semuanya berawal dari kebiasaan. Kebiasaan membuat segalanya menjadi mudah, melatih diri kita untuk merespon dengan cepat suatu perintah/kegiatan yang akan biasa kita lakukan, hingga kita menjadi ahli di dalamnya.

Daftar pustaka :

  1. http://www.biografiku.com/2009/01/biografi-bj-habibie.html
  2. http://www.marcandangel.com/2012/07/02/30-traits-happy-people-have-in-common/
  3. http://www.alimsyahwana.com/2014/02/how-to-master-your-habits.html