Sebenarnya kita berjuang berkompetisi sama orang lain atau diri sendiri?

musuh

Kemenangan sejati bukanlah kemenangan atas orang lain. Namun, kemenangan atas diri sendiri. Berpacu di jalur keberhasilan diri adalah pertandingan untuk mengalahkan rasa ketakutan, keengganan, keangkuhan, dan semua beban yang menambat diri di tempat start.

Jerih payah untuk mengalahkan orang lain sama sekali tak berguna. Motivasi tak semestinya lahir dari rasa iri, dengki atau dendam. Keberhasilan sejati memberikan kebahagiaan yang sejati, yang tak mungkin diraih lewat niat yang ternoda.

Pelari yang berlari untuk mengalahkan pelari yang lain, akan tertinggal karena sibuk mengintip laju lawan-lawannya. Pelari yang berlari untuk memecahkan recordnya sendiri tak peduli apakah pelari lain akan menyusulnya atau tidak. Tak peduli dimana dan siapa lawan-lawannya. Ia mencurahkan seluruh perhatian dan kemampuan diri untuk memberikan yang terbaik.

Ia bertading dengan dirinya sendiri, bukan melawan orang lain. Karenanya, ia tak perlu bermain curang. Keinginan untuk mengalahkan orang lain adalah awal dari kekalahan diri sendiri.

Apa pesan moral yang dapat disimpulkan?

SUMBER :
http://www.inspirasidaily.com/musuh-terbesar-adalah-diri-sendiri/

Dalam hidup bermasyarakat, kita dididik untuk saling peduli. Kepekaan diri sudah terasah sejak dini agar kita tahu kesusahan apa yang sedang orang lain rasai. Namun, kepekaan itu seringkali berubah jadi rasa ingin tahu yang berlebihan. Khususnya dalam hal pencapaian, kita jadi lebih perhatian pada apa yang orang lain sudah dapatkan.

Dan akhirnya, pencapaian-pencapaian itulah yang jadi ukuran kita untuk menilai seseorang. Apakah dia pintar, kaya, cantik, atau tampan? Bahkan, hal itu pula yang membuat kita jadi mudah membanding-bandingkan. Seakan prestasi dan pencapaian adalah hal penting yang harus selalu diumbar dan dibicarakan.