Sebagai fresh graduate lebih baik bekerja di start up atau di perusahaan besar?

Menjadi fresh graduate tentunya terdapat keinginan untuk melamar pekerjan di tempat-tempat terbaik. Namun karena belum adanya pengalaman bekerja, atau masih sedikit pengalaman bekerjanya, biasanya sulit untuk melamar pekerjaan di perusahaan-perusahaan besar walaupun lulusan sarjana. Hal ini membuat saya untuk mempertimbangkan bekerja di perushaan start up. Hal in saya tujukan untuk mencari pengalaman kerja dan melatih dan mengembangkan skill yang saya punya. Namun saya pun butuh penghasilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan saya, kalau saya bekerja di start up, kemungkinan gaji yang saya dapatkan belum bisa memenuhi kebutuhan saya. Baiknya bagaimana ya terkait kedua pilihan ini ?

5 Likes

Saya masih undergraduate. Tetapi, saya punya gambaran imajinasi yang mungkin bisa dibuat bahan perdebatan.

Sebagai fresh graduate, saya lebih memilih perusahaan besar sebagai target pekerjaan. Mengapa? Karena perusahaan besar punya sistem yang kompleks. Menurut saya, kita perlu menjalani proses hidup untuk mencari banyak referensi. Kita harus menjadi profesional dalam bidang, memahami skema sistem perusahaan yang berjalan, memahami etika dan emosional pribadi, hingga memecahkan beberapa masalah dalam sistem maupun bidang pribadi. Saya mencoba membayangkan betapa istimewanya ketika seseorang belajar dari sistem kompleks kemudian di waktu selanjutnya mampu membuat suatu perusahaan sekelas perusahaan tempatnya dulu bekerja.

Anda tahu Google? Larry Page pemilik Google pun dulunya bekerja di perusahaan besar Yahoo. Tidak menutup kemungkinan bahwa belajar dari perusahaan besar sangat dibutuhkan untuk berinovasi leboh lanjut.

Bagaimana dengan Start-Up. Itu juga bagus! Di sana, seseorang dapat mengetahui celah-celah sistem yang ingin dikembangkannya dengan Trial and Error-nya. tetapi, itu sangat membutuhkan waktu dan biaya yang besar. Apalagi, kalau bekerja di start-up, sistem yang berjalan masih sederhana. Patutnya, kita harus meniru sistem perusahaan yang memang kompleks.

Kembali ke tiap individu. Kalau saya lebih memilih bekerja di perusahaan.

2 Likes

Ketika masih fresh graduate tempo lalu, saya tidak sempat berpikir mana yang lebih baik antara keduanya, sih. Pertimbangan saya hanya satu waktu itu, karena baru lulus, saya ingin bisa bekerja di tempat yang sesuai minat dan bakat saya (sesuai jurusan juga). Saya berpikir setidaknya jika bisa bekerja di bidang yang sesuai passion, pengalaman bekerja yang menyenangkan akan didapat. Jadi, misal setelahnya memang muncul lagi persoalan gaji yang kurang mencukupi, kalau sudah ada pengalaman begitu maka sudah bisa mempertimbangkan ingin coba cari kerjaan di tempat lain atau tidak.

Intinya, jika baru ‘terjun’ dengan tujuan ingin cari pengalaman dahulu, menurut saya di mana pun tempatnya (asal tidak jauh dari bidang yang dikuasai) tidak masalah. Kalaupun memang ingin ke perusahaan besar, coba saja cari tahu apakah ada perusahaan besar yang menerima fresh graduate atau tidak, karena saya rasa beberapa juga ada yang menyediakan lowongan buat fresh graduate. Jadi, peluang selalu ada, yang penting tidak takut mencoba dan berusaha.

1 Like

Lahan bisnis sekarang ini semakin meningkat dan beragam. Bisnis start up pun banyak dilirik oleh sebagian masyarakat karena sistem kerja nya yang mungkin kekinian dan diisi oleh tim milenial. Namun memang tidak semua orang merasa tertarik bekerja di dunia start up karena memiliki beberapa pertimbangan. Dan salah satu nya masih mempertimbangkan untuk bekerja di perusahaan korporasi yang mungkin lebih menjanjikan.

Jika start up adalah perusahaan pemula yang sedang berupaya untuk bisa menjadi lebih besar, maka korporasi merupakan perusahaan besar yang telah mapan dan memiliki sistem serta berbagai aturan tersendiri yang dijalankan secara terstruktur. Tentu di keduanya memiliki kelebihannya masing-masing seperti mungkin dalam pengembangan bisnis lebih terdepan start up karena memiliki tim yang kreatif dan kekinian, namun perusahaan korporasi pun bisa dipandang karena namanya yang sudah lebih dulu dikenal di masyarakat dan memiliki karyawan yang lebih banyak dibanding start up. Adapun perbedaan bekerja di perusahaan start up dan krporasi di antaranya :

1. Budaya Kerja

Setiap perusahaan memiliki budaya kerja nya sendiri. Maka kamu perlu tahu dan mengerti budaya kerja dari perusahaan yang akan kamu pilih. Budaya kerja di start up biasanya memiliki ruang lingkup yang lebih kecil dibanding korporasi, dan biasanya startup dipenuhi oleh orang-orang fresh graduate yang memiliki ide-ide segar. Budaya kerja di start up pun bisa disebut tidak begitu formal. Sedangkan korporasi memiliki ruang lingkup yang lebih luas dengan tim karyawan yang lebih banyak juga. Budaya kerja nya pun terkenal sangat formal dengan segala sesuatu yang sudah terjadwal.

2. Waktu Kerja

Waktu bekerja di setiap perusahaan pun kadang berbeda-beda. Pun sama hal nya dengan start up dan korporasi. Start up biasanya memiliki jam kerja yang lebih longgar dan tidak mengikat. Sedangkan korporasi memiliki jam kerja yang sudah dijadwalkan dan terkesan mengikat.

3. Gaji

Tentu saja gaji pun memiliki nilai yang berbeda pada masing-masing perusahaan. Bekerja di start up mungkin bisa mendapatkan gaji yang tidak begitu besar dengan bekerja di korporasi, meskipun ada beberapa start up yang sudah berkembang yang memberikan gaji lebih besar bahkan dari perusahaan korporasi. Sedangkan perusahaan korporasi tentu memiliki pondasi yang kuat dengan nama nya yang sudah lebih dikenal banyak orang. Bekerja di koporasi memang memiliki banyak aturan, pun perihal gaji dan bonus.

4. Kesempatan Berkarir

Memilih tempat untuk bekerja pun dapat menjadi sebuah pertimbangan ntuk mengembangkan bakat dan kemampuan kita. Start up akan memberikan kamu kesempatan berkarir yang sangat luas dan bisa terus belajar hal-hal yang baru. Karena start up memiliki karyawan yang sedikit sehingga dapat memberikan kesempatan untuk berkembang lebih besar lagi. Sedangkan korporasi yang merupakan perusahaan yang stabil dengan keteraturannya masing-masing sehingga terkadang sulit untuk mengembangkan diri lebih lagi ketika bekerja di korporasi.

Menurut saya sih tidak ada yang salah dengan keduanya. Banyak orang bisa sukses dan menjadikan perusahaan kecil sebagai batu loncatan setelah ia cukup berpengalaman. Soal penghasilan cukup atau tidak saya rasa itu kembali pada kebutuhan dan ego masing-masing.

Ada juga orang yang lagsung dapat bekerja di perusahaan besar berbekal keberuntungan. Di sana orang-orang yang belum berpengalaman akan diberikan pekerjaan dari tingkatan yang paling mudah dikuasai.

Selain itu jenis pekerjaan dan jumlah penghasilan tidak bisa menjadi indikator keberhasilan seseorang. Terkadang gaji dan pekerjaan bagus ternyata membuat kita tertekan dan tidak nyaman. Sedangkan pekerjaan yang biasa saja justru membawa banyak manfaat buat hidup kita dan orang lain.

1 Like

Sepakat dengan opini @Muhammad_Ardani yaa mungkin karena kita masih sama-sama undergraduate kali yaa.

Menurut saya pribadi sih kalau ditanya saat ini jika nanti menjadi fresh graduate milih bekerja di start up atau perusahaan besar ? Pasti jawaban dan goals pertama adalah memilih perusahaan besar. Alasannya hampir sama dengan yang diutarakan kak Ardani sih yaaa.

Tapi bagi saya tidak menutup kemungkinan untuk memilih start up sebagai opsi pertama, karena saya rasa bekerja di start up akan lebih menantang. Kenapa menantang? Karena di start up kita pasti akan sering trial error untuk memilih strategi terbaik. Jadi ibarat kata kita akan lebih ditutuntut untuk kritis dan cekatan untuk membangun start up. Karena saya rasa tidak ada salahnya kita mencari pengalaman bekerja di start up. Toh pasti perusahaan besar juga akan mengutamakan pelamar yang memiliki pengalaman bekerja kan? Yaaa meskipun itu bukan point utama.

Point utama sih ini menurut saya jika ada pilihan tersebut, bekerja di start up atau perusahaan besar ?
Apapun itu menurut saya pekerjaan pertama kita adalah sebagai pengalaman, semakin banyak pengalaman kita semakin tinggi pula kualitas diri kita. Saya pernah mendengar jangan mudah resign dari sebuah pekerjaan, minimal mengabdi selama setahun dan usahakan telah naik jabatan. Karena sangat percuma jika hanya stuck saja tanpa ada peningkatan, hal tersebut akan berpengaruh di tempat kerjaan kita selamanya.

Bekerja di start up maupun perusahaan besar masing-masing memiliki tantangan yang berbeda-beda. Nah tantangan tersebutlah yang menjadi sumber pembelajaran untuk kita, untuk mengasah skill dan kemampuan yang kita miliki. Karena menurut saya kita jangan hanya menguasai satu skill saja, tapi alangkah baiknya juga bisa skill lainnya karena itulah nilai beda kita dengan orang lain.