Sebab Lidah Berwarna Putih

Tak hanya berfungsi sebagai indra perasa, lidah juga bisa menunjukkan kondisi kesehatan Anda lewat warnanya.

Tahukah Anda bahwa lidah dapat menunjukkan kondisi kesehatan Anda? Ketika Anda menyikat gigi pada pagi hari atau malam hari sebelum tidur, julurkan lidah di depan cermin, lalu perhatikan warnanya. Jika Anda mendapati lidah berwarna putih, ada kondisi kesehatan tertentu yang ingin ditunjukkannya.

Peran utama lidah selain sebagai indra perasa adalah untuk membantu Anda menelan makanan selama pengunyahan. Selain itu, lidah juga berfungsi sebagai pembentuk ucapan.

Pada bagian lidah yang terlihat, jika dilihat lebih dekat maka Anda akan menemukan bahwa lidah memiliki tonjolan-tonjolan kecil (disebut sebagai papila) yang berfungsi sebagai perasa. Tonjolan-tonjolan ini terhubung dengan saraf, dan sensasi yang dirasakan akan dihantarakan ke otak sehingga Anda bisa merasakan rasa manis, pahit, asin, dan lain-lain. Papillae meliputi lidah bagian atas dan tersusun rapat, sehingga sebenarnya permukaaan lidah ini lebih luas daripada penampakannya.

Penyebab lidah putih yang tidak berbahaya

Lidah yang berwarna putih bisa terjadi karena papila pada permukaan lidah mengalami pertumbuhan berlebih dan disertai pembengkakan (hipertrofi papilla). Lapisan putih ini bisa muncul akibat sisa makanan, bakteri, dan sel-sel mati yang bersarang atau tersangkut di antara papila. Bakteri, jamur, kotoran, sisa makanan, dan sel-sel mati bisa terjebak di antara papillae yang membesar.

Adanya lidah putih memang bisa bikin khawatir, tapi biasanya tidak berbahaya dan bersifat sementara. Meski demikian, lidah berwarna putih juga bisa menjadi indikasi adanya beberapa kondisi gangguan kesehatan yang serius seperti infeksi hingga pra kanker. Oleh karena itu, jika Anda lidah Anda berwarna putih, penting juga untuk mengawasi gejala lain yang muncul.

Jika lidah berwarna putih adalah satu-satunya gejala, Anda tak perlu mengunjungi dokter. Namun, jika lidah putih tak juga hilang setelah dua minggu, lebih baik Anda memastikannya lewat pemeriksaan dokter dan laboratorium.

www.klikdokter.com