© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Satu Jiwa dalam Tubuh Berbeda – Itulah Sahabat

Periksalah kembali persahabatan yang pernah anda rajut. Apakah masih terbentang disana? Atau anda telah melupakan-nya jauh sebelum ini. Bekerja keras dan meniti jalan karier bukan berarti memisahkan anda dari persahabatan.

Beberapa orang mengatakan bahwa menjadi pemimpin itu berteman sepi; selalu mengerjakan apapun sendiri. Memang pohon yang menjulang tingi berdiri sendiri. Perdu yang rendah tumbuh bersemak-semak. Demikianlah hidup yang ingin anda jalani? Bukan.

Jangan kacaukan karier dengan kehidupan yang semestinya. Persahabatan merupakan bagian dari kehidupan anda. Binalah persahabatan. Anda akan merasakan betapa kayanya hidup anda. berbagi kesedihan pada sahabat, dapat mengurangi kesediahan. Berbagi kebahagiaan pada sahabat, memperkokoh kebahagiaan.

Orang bijak bilang bahwa sahabat adalah satu jiwa dalam tubuh yang berbeda. Dan sahabat anda yang terdekat adalah keluarga anda. Barangkali, itulah mengapa bersahabat meringankan baban anda, karena di dalam persahabatan tidak ada perhitungan.

Di sana anda belajar menghindari hal-hal yang tidak anda setujui, dan senantiasa mencari hal-hal yang anda sepakati. Itu juga mengapa persahabatan adalah kekuatan. Sebagaimana kata pepatah, hidup tanpa teman, mati pun sendiri.

Apa pelajaran yang anda dapatkan dari kisah persahabatan anda?

SUMBER :

Kebutuhan akan sahabat bisa mengalami pasang-surut sejalan dengan tahapan usia seseorang. Menurut teori psikososial Erikson, ketika remaja biasanya kita butuh teman untuk mendapat pengakuan dan jati diri. Menginjak dewasa, kebutuhan tersebut mulai menurun karena prioritas hidup saat itu adalah untuk membina keluarga dan mengejar karier. Barulah ketika menginjak usia 40an -disaat anak sudah cukup besar dan karier mantap, kebutuhan wanita akan sahabat kembali tinggi. Makna sahabat biasanya menjadi lebih penting disaat kita mengalami masalah atau memasuki fase kehidupan baru.