Satpol PP Memukul Suami-Istri: Salah Siapa?

Belakangan ini terdapat kejadian viral dimana beredar sebuah rekaman video yang berisi oknum Satpol PP yang memukul pasangan suami istri. Kejadian tersebut diketahui berada di sebuah warung kopi di Panciro, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan pada Rabu, 14 Juli 2021. Kronologi kejadian tersebut adalah saat tim Satpol PP melaksanakan penertiban terkait adanya PPKM Darurat. Saat berpatroli, petugas mendengar suara musik yang keras dari sebuah warung kopi. Petugas kemudian masuk ke kafe itu untuk mencari pemilik dan meninjau izin operasinya. Setelah beradu mulut, seorang oknum Satpol PP memukul pemilik warung kopi bernama Nurhalim alias Ivan Van Houten dan kemudian berlanjut ke istrinya yang disebutkan tengah hamil delapan bulan.

Menindak lanjuti kejadian tersebut, Sekretaris Satuan Polisi Pramong Praja atau Satpol PP Gowa Mardani Hamdan resmi dicopot oleh Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan. Namun, ternyata kasus ini berbuntut panjang. Nurhalim dan Riana dilaporkan oleh ormas Brigade Muslim Indonesia (BMI) ke Mapolres Gowa pada Kamis (22/7/2021) atas dugaan kehamilan palsu karena hasil USG yang negatif. BMI menilai pasangan tersebut berbohong demi mendapatkan belas kasihan. Terbukti memang rekaman video tersebut menyulut kemarahan netizen terhadap Satpol PP.

Nah menurut Youdics, apakah dari kasus ini hanya oknum Satpol PP tersebut yang salah? Apakah pasangan suami-istri tersebut berbohong demi mendapatkan ”double standard” atau agar mendapatkan belas kasihan agar tidak mendapatkan sanksi dari petugas? Yang pasti kejadian ini telah mengundang kemarahan netizen kepada Satpol PP atas klaim kehamilan yang ternyata bisa saja bohong. Yuk sampaikan pendapat kalian!

Sumber

Lesmana, A. S. (2021, 18 Juli). Arogan saat Razia PPKM Darurat, Pejabat Satpol PP yang Pukul Ibu Hamil Kini Nganggur. Diakses pada 26 Juli 2021, dari Arogan saat Razia PPKM Darurat, Pejabat Satpol PP yang Pukul Ibu Hamil Kini Nganggur

Zulfadli, S. & Haq, A. (2021, 21 Juli). Kasus Oknum Satpol PP Gowa Pukul Ibu Hamil Berbuntut Panjang, Korban Dilaporkan ke Polisi. Diakses pada 26 Juli 2021, dari Kasus Oknum Satpol PP Gowa Pukul Ibu Hamil Berbuntut Panjang, Korban Dilaporkan ke Polisi - Halaman all - Tribunnews.com

Sumber Gambar: https://newsmedia.co.id/viral-oknum-satpol-pp-kabupaten-gowa-pukul-ibu-hamil-saat-razia-ppkm-darurat/

1 Like

Kalau menurut aku, kejadian di atas bukan 100% kesalahan satpol PP, tetapi juga dengan pasangan suami istri tersebut. Satpol PP ada benarnya, yaitu ingin menertibkan lingkungan terkait adanya PPKM darurat dengan tegas, tetapi mereka tidak seharusnya dan tidak berhak untuk sampai melakukan kekerasan terhadap pasangan tersebut. Menurut aku teguran saja sudah cukup, kalau memang tidak mau dengar, satpol PP berhak untuk membawa mereka ke jalur hukum. Nah pasangan tersebut ya juga salah, karena mereka masih egois, tidak mau tertib dan tidak mau diajak kerjasama untuk patuh terhadap kebijakan yang sudah diberlakukan, terlebih lagi mereka berbohong atas kehamilan sang istri suntuk mendapatkan belas kasihan.

Kasus penganiayaan yang dilakukan oknum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), memang menjadi perhatian public karena lumayan meresahkan. Tapi setelah mendapatkan berita konfirmasi kasus ini, menurut ku satpol PP tidak sepenuhnya bersalah. Memang benar menertibkan pedangang salama ppkm itu penting demi kepentingan bersama, tapi sebenarnya sekesal apapun seharusnya satpol PP tidak bertindak kasar. Dan untuk pasangan suami istri tersebut juga salah karena menipu dengan cara tersebut supaya mendapatkan belas kasihan lebih, padahal mereka tau kalo mereka juga salah karena tidak mau bekerja sama untuk melakukan peraturan yang ada.