Sarang wabah dikeramaian

Wabah virus tengah melunjak nya menyebar dari tangan ke tangan yang lain yang sedang asik di tengah keramaian. Sorak histeris terdengar dari setiap penjuru dunia. Hingga di buatlah kebijakan dari pemerintah atas keadaaan yang menimpa dunia. Namun masih saja ada yang tidak peduli dengan apa yang sedang terjadi sekarang
Nam saya “Ridho “sudah berminggu minggu saya dirumah, hari hari saya terasa sumpek dan tanpa arah. Ingin keluar rumah tapi dimarahi ayah. Kerjaan ku hanya makan dan tidur , sangat membosankan
Pada suatu hari aku berniat berjumpa sahabatku yang bernama “ Yasin “, aku menceritakan kebosanan ku dirumah.
“Sudah hampir 3 minggu aku dirumah terus” Ujarku.
“ Oh iya aku ada janji malam ini sama temanku “ Jawab yasin dengan semangatnya
“Kemana? “ Tanyaku
“Bersantai sambil minum kopi di cafe” Jawabnya
“Bukankah semua cafe sudah diberi peringatan agar segera tutup” Tanyaku
“Masih ada cafe rahasia tempat ku bersantai “ Jawabnya
Kemudian saya diam seribu bahasa, nafsu saya ingin tapi hati menolak, saya pun coba meminta pendapat ayah sekaligus meminta izin kepadanya
“Ayah , kata yasin ada cafe yang masih buka dan aku ingin pergi kesana” Ujarku
“Jangan “Tegas jawab ayahku
Aku pun kembali ke hadapan yasin dan aku bilang kepadanya dengan berbisik
“Yaudah sin, kamu jemput aku jam 12 malam.Aku sudah bosan dirumah terus”Ujarku
“Oke aku akan datang “ Jawabnya
Ketika yasin pulang ke rumahnya, dan datang lagi jam 12 malam ,dia membawa saya ke cafe tersebut dan ternyata cafe nya tutup. Tetapi yang saya herankan kenapa kesini kalau tutup. Saya pun mengikuti kemana yasin berjalan. Ternyata cafe itu memang buka dan isinya sangat ramai, dengan menutup garasi nya untuk mengakal-akali satpol PP apabila ada rajia.
“Aku tak habis pikir” Ujarku
“Hehehe” yasin ketawa dengan sombongnya
Tidak lama saya di cafe tersebut, saya pulang ketika adzan subuh berkumandang,. Dihadapan saya, ada ayah yang sedang berdiri dan siap untuk memukul saya dengan kabel yang dipegang nya untuk memberi pelajaran kepada saya karena sudah melanggar dua perintah ayah, yang pertama keluar rumah yang kedua pulang larut malam.
Setelah saya diberi pelajaran dan saya mendapat nasihat dari ayah saya, ternyata yang saya lakukan sangat salah dan membahayakan diri serta keluarga. Saya pun menyesali perbuatan saya tersebut.
Ke esokan harinya yasin bersama teman saya yang bernama “udin” datang kerumah saya dan mengajak saya
“Mari dho kita ke cafe itu lagi, sumpek nih! “ Kata yasin
“Kalian saja” jawabku
“Ah lemah ni ridho, dengan corona saja takut” Ujar udin
“Bukannya begitu” kataku
“Ah sudah lah” Serentak memotong perkataanku
“Sementara ini kalau tidak penting penting amat jangan lah kalian keluar rumah, apalagi ditempat keramaian begitu “ tanggapku
“Bodoh amat lah! Intinya kita jaga kebersihan “ Jawab yasin
Kemudian mereka pergi dari rumah saya dan meninggalkan kata yang menyakiti hati saya, tak lama mereka pergi, saya pun pergi bertemu satpol PP memberitahukan padanya.
“Permisi pak” kata saya
“Silahkan mau bicara apa” jawabnya
“Saya mau melaporkan, ada cafe di tepi sungai,tepatnya di ujung “Jalan mawar” yang masih buka, dengan menutup garasi “ Ujarku
“Baik Terima kasih laporannya “Jawabnya
Malam itu,saya pergi ke cafe tersebut dan melihat teman-teman saya dan warga di usir dan disuruh pulang , saya tertawa bahagia bercampur dengan tidak tega melihat teman saya di marah. Mereka pun menghampiri saya .
“Woi dho, pasti kau yang sudah melaporkan kami di cafe itu ya” Kata yasin (sedang marah)
“Iya hehehe” Jawabku
“Wah kamu egois, itukan tempat satu-satunya yang buka” Kata udin (sambil menepuk badan saya)
“Yang egois itu aku atau kalian sih, itu kan kebijakan terbaru dari pemerintah. Makanya tadi aku suruh jangan kesana, demi diri kalian dan orang yang kalian cintai. “ Ujarku
Mereka terdiam spontan setelah mendengar ucapan saya
#LombaCeritaMini #2.0 #dictiocommunity #EgoismediSekitarKita #CeritaDiRumahAja #DiRumahAja