Sahabat Memendam Cinta

IMG_20200726_115052|690x300-350
Zahra adalah gadis cantik yang memiliki 5 sahabat yaitu; caca, imel, santi, zoni, dan rio.
Mereka berenam memulai persahabatan sejak zaman SMA, sampai sekarang sangat kompak
walaupun sibuk dengan urusan pekerjaan masing-masing. Setiap akhir pekan mereka selalu berkumpul di rumah zahra untuk merayakan kebersamaannya.

Suatu ketika zoni berperilaku aneh, zahra pun terheran dengan perlakuannya dan
langsung bertanya kepada zoni.

“Ada apa kok kamu akhir-akhir ini sangat aneh?” tanya zahra.
“Aku anggak apa-apa kok, emangnya aneh kenapa zahra?” tanya balik zoni kepada zahra.
“Ya kamu sangat aneh tidak seperti biasanya, akhir-akhir ini kamu selalu menghindar saat
saya manggil kamu,” jawab zahra.
“ahh itu cuman, aku tak dengar,” ucap zoni yang gugup.

Keesokan harinya, zahra berangkat kerja dan tidak sengaja bertemu zoni di jalan. Zahra
pun menyapa zoni dan lagi zoni menghindar dihadapan zahra seakan zoni tidak melihatnya.

Zahra melihat tingkah laku zoni pun terheran dan ingin menemui caca, imel, santi, dan rio di
cafe untuk membahas tingkah laku zoni akhir-akhir ini setelah pulang dari kerja.
Sepulang kerja zahra segera menemui caca, imel, santi, dan rio yang sudah tiba awal di
cafe, sesampainya zahra di cafe langsung memulai pembicaraan dan memesan minuman untuk keempat sahabatnya.

“apa yang sebenarnya terjadi kepada zoni akhir-akhir ini?” tanya zahra mulai berbicara.
“apa yang dilakukan zoni?” tanya balik rio dan tersenyum.
“perasaan mu ajah tuh zahra, zoni tidak aneh kok akhir-akhir ini,” ucap caca dan tersenyum.
“ahh nggak tuh caca, saya yakin kalau zoni tuh aneh pas saya manggil zoni, kok zoni
seakan tidak lihat saya sih sudah jelas dihadapan saya,” kata zahra.
“Ohh zoni suka sama kamu,” ucap imel yang kecoplosan.

Mendengar ucapan imel, caca pun menginjak kaki imel karena sudah mengatakan yang
sebenarnya kepada zahra.
“aduuh aduuhh sakit…,” ucap imel yang sudah diinjak oleh caca.
“kamu kenapa imel?” tanya zahra kepada imel.
“ahh tidak apa-apa kok,” ucap imel.
“apa benar zoni suka sama saya imel?” tanya zahra kepada imel.
“ahh imel asal ngomong aja zahra jangan diambil hati masa sih sahabat sendiri punya
perasaan ke sahabat nya,” jawab imel yang ngeles.
“ohh iya kirain,” ucap zahra yang lega.
“jadi sikap zoni itu kenapa ya dari tadi kok kalian nggak jawab sih?” tanya zahra lagi.
“nggak ada apa-apa kok zahra mungkin zoni buru-buru,”jawab rio.
“iya kah, ow iy bisa jadi karena pas saya ketemu dia berangkat kerja,” ucap zahra.
“yuk kita pesan makanan dari tadi kita minum aja lapar nih,” ujar santi.

Mereka pun memesan makanan dan makan bersama, setelah itu zahra pamit duluan dan
segera pulang ke rumah meninggalkan caca, imel, santi, dan rio. Pulangnya zahra, caca
langsung memarahi imel yang sudah kecoplosan.
“ehh imel kok kamu jujur sih ke zahra?” tanya caca dengan suara marah.
“yaa maaf aku kecoplosan kebawa suasana, emang kamu nggak senang ya kalau kedua
sahabat kita ini jadian?” ucap imel.
“nggak gitu mel, kamu sudah tau zahra tuh tidak nyaman kalau sahabatnya sendiri jadi
pasangannya,” ujar caca.
“udah udah jangan ribut, aku punya ide mau dengerin nggak” ucap santi.
“ide apa tuh santi?” tanya rio.
“gimana kalau kita buat rencana akhir pekan tuk menyatukan zahra dan zoni dengan
suasana romantis di taman, setuju?” ucap santi.
“setuju!” ucap caca, imel, dan rio kompak dengan semangat.

Akhir pekan caca, imel, santi, dan rio berencana membuat pesta di taman mereka pun bersiap-siap menyiapkannya bersama.
Setelah selesai, mereka pun mengabari zoni dan zahra untuk menghadiri pesta yang sudah disiapkan untuknya.

Tiba saatnya malam minggu caca, imel, santi, dan rio lebih awal sampai di taman mereka
menyiapkan tempat untuk bersembunyi tidak jauh dari tempat zahra dan zoni nantinya.

Zoni telah sampai di taman kemudian zahra juga telah sampai ditaman, zahra sangat
terkesan melihat suasana romantis yang telah dibuat oleh caca, imel, santi, dan rio. Tiba-tiba
zahra melihat zoni sedang duduk dan langsung duduk disamping zoni.
“waahhh bagus sekali ya,” kata zahra memulai berbicara.
“ehh kamu zahra bikin aku kaget aja,” ucap zoni.
“zoni, kok kamu sering menghindar dari saya saat saya panggil kamu?” tanya zahra.
“aku nggak apa-apa kok cuman buru-buru aja,” ujar zoni.
“ohh gitu kirain saya ada salah kekamu,” ucap zahra.
“ngomong-ngomong caca, imel, santi, dan rio kemana ya dari tadi,” ujar zoni.
“iya nihh saya tidak melihatnya,” ucap zahra.

Caca, imel, santi, dan rio menunggu-nunggu pengakuan cinta zoni kepada zahra
Tapi mereka berdua tidak membahas itu malahan zahra dan zoni nunggu mereka. Santi pun
punya ide untuk zoni bisa mengatakan sebenarnya.
“caca kamu punya musik dansa nggak?” tanya santi.
“iya aku punya, emang buat apa santi?” ujar caca.
“entar, kamu liat aja dulu sini aku pinjam dulu hp mu ca,” ucap santi.
“rio kamu bawa speaker nggak?” tanya santi.
“ya aku bawa, tunggu ya aku ambil dulu di mobil,” ujar rio.
“oke cepat ya…,” ucap santi.
“imel bisa nggak siapin bunga yang ada di mobil kamu susun di keranjang,” ucap santi.
“boleh, aku siapin dulu ya,” ujar imel.
“mel tunggu, aku bantuin ya… pergi dulu santi,” ucap caca.
“nih… speakernya san,” ucap rio yang telah mengambil speaker di mobil.
“tolong nyalain bluetooth nya rio dan kerasin suaranya ya” ujar santi.
“oke santi, sudah…,” ucap rio.

Santi memulai rencananya memutar lagu dansa agar suasana romantis lebih terkesan,
zoni mendengar musik dansa dan tidak mengetahui kalau musik dansa itu diputar oleh santi.

Zoni pun mengajak zahra untuk berdansa dengannya dan zahra menerima ajakan zoni,
mereka berdua pun berdansa.

Zoni sangat menikmati gerakan dansa bersama zahra dan berfikir bahwa waktu ini
sangat pas untuk mengungkapkan rasa cinta nya ke zahra. Zoni pun mengatakannya bahwa ia menyukai sahabatnya yaitu zahra.

“ra, aku boleh jujur nggak?” kata zoni memulai berbicara.
“boleh dong, bilang aja kok kaku sih,” jawab zahra.
“janji ya, jangan marah,” ujar zoni.
“apaan sih, iya ngomong aja…,” jawab zahra.
“zahra sebenarnya aku tuh…,” ucap zoni yang terpotong.
“sebenarnya apaan sih?” tanya zahra.
“aku suka sama kamu zahra,” ucap zoni yang terbata-bata.
“kamu serius zoni?” tanya zahra.
“iya aku serius, sejak lama aku suka kamu tapi kamu anggap aku sahabatmu,” ucap zoni.
“beneran?” tanya zahra.
“iya zahra, apa kamu bisa membalas perasaan cinta ku ini zahra?” ujar zoni.
“hmm…,” jawab zahra dan melepaskan tangan zoni.

Zoni dan zahra berhenti berdansa dan melanjutkan percakapannya, santi pun
menghentikan musik dansa yang di putarnya kemudian, santi dan rio menyimak percakapan
zahra dan zoni.
“tapi kamu tak marahkan?” tanya zoni.
“iya, aku tak marah hanya saja merasa tidak nyaman bila sahabat sendiri menyukai
sahabatnya seperti kamu ungkapkan kepada saya,” jawab zahra.
“itulah alasan saya akhir-akhir ini sangat aneh didekat mu karena perasaan itu makin
muncul, jadi kesempatan ini saya mengungkapkannya,” ujar zoni.
“ohh ternyata itu alasannya,” ucap zahra yang tersenyum.
“kenapa tersenyum zahra? Lucu ya?” tanya zoni.
“ya lucu aja, kamu memendam rasa sejak lama, aku sangat kagum padamu dan memilih
waktu yang romantis ini untuk mengungkapkannya” ucap zahra tersenyum bahagia.
“apa kamu menerima cinta ku?” tanya zoni.
“ngomong-ngomong caca, imel, santi, dan rio kemana ya?” tanya zahra mencoba
mengalihkan pembicaraannya dengan zoni.
“nggak tahu nih, aku telfon dulu rio sempat mereka berempat masih di jalan,” ujar zoni.
Ponsel rio bergetar caca menyuruh rio untuk tidak mengangkatnya karena caca tahu
zoni yang menelfon.
“gimana dong ca?” tanya rio kebingungan.
“biarkan saja bergetar jangan angkat ya,” jawab caca pelan.
Zoni pun menelfon berulang-ulang rio tapi rio tidak mengangkatnya karena sengaja,
zoni menelfon caca, imel, dan santi mereka bertiga juga tidak mengangkat karena caca
yang meminta.
“aduuhh caca, imel, santi, dan rio kok mereka tidak angkat telfon ku,” ucap zoni.
“hmm jangan-jangan mereka batalin pesta yang mereka buat?” ujar zahra.
“bisa jadi tuh, tapi kok tidak ada kabar dari mereka?” ucap zoni.
“iya ya, zoni yuk kita pulang,” ujar zahra.
“kok pulang sih? Nanti aja kita tunggu kabar mereka aja ya,” ucap zoni yang memohon.
“hm,setengah jam lagi ya trus aku pulang aja bila mereka belum ada kabar,” ucap zahra.
“iya…, nanti aku antar pulang,” ujar zoni.

Santi pun tampak kebingungan karena zahra ingin pulang kalau mereka tidak kunjung
datang dihadapan zahra dan zoni, hal itu dapat membatalkan rencanya. Rio pun
memiliki ide agar mereka tak jadi pulang karena nunggu mereka.

“gimana kalau kita berempat datang dihadapan mereka seakan akan kita baru saja
tiba,” ucap rio.
“iya ya trus kalau zahra dan zoni tanya kita kemana aja, kita jawab apa?” tanya caca.
“hmm jawab aja kita kelamaan antri ngisi bensin,” jawab rio.
“yaa, yuk kita ke mobil,” ucap caca yang terburu buru.
“yukkk,” ucap rio, santi, imel kompak. Mereka pun ke mobil seolah menyalakan mesin dan turun segera. Zoni mendengar
mesin mobil dan menebak rio, santi, imel, dan caca yang datang.
“pasti mereka yang datang,” ucap zoni.
“iya kita liat aja,” ujar zahra.
Mereka pun sampai dihadapan zoni dan zahra, rio sambil menyapa.
“hy berdua, maaf sudah menunggu lama,” ucap rio menyapa zahra dan zoni.
“kalian kemana aja?” tanya zahra.
“biasa…, antri ngisi bensin,” jawab rio.
“waah kalian hebat juga ya merancang pesta romantis kayak gini,” ucap zahra.
“iya kapan lagi kita buat acara ginian, betul nggak?” ujar caca.
“ngomong-ngomong kalian buat pesta romantis ini buat apa?” tanya zahra.
“yaa emang salah yaa?, buat pesta romantis untuk persahabatan kita” jawab santi.
“yaa tidak salah,” ujar zahra.
“yukk kita mulai pesta nya,” ucap imel.
“yukk,” seruan zahra, zoni, caca, santi dan rio kompak rame.

Mereka pun seru-seruan, zoni pun mendekati zahra dan memegang tangannya serta
menyuruh caca, imel, santi dan rio mendengarkan isi hatinya yang akan dicurahkan kepada zahra.

“perhatian semua, saya ingin mencurahkan isi hati saya ke zahra malam ini,” ucap zoni.
“ciee ciee ada yang bentar lagi nih jadian,” ucap rio menggoda zahra dan zoni.
“iya nihh…, jangan-jangan zoni melamar zahra disini,” ujar imel.
“ouhh …,romantisnyaaa,” ucap santi dan caca.

Rio berlari mengambil bunga di mobil dan memberikan setiap tangkai bunga ke zoni
untuk diberikan ke zahra. Sesampai rio dihadapan zoni, rio langsung memberikan bunga itu ke zoni.

Zoni dan zahra tersenyum malu karena godaan mereka, zoni memulai pembicaraannya dengan zahra untuk mencurahkan isi hatinya.

“zahra, sekali lagi aku sangat mencintai mu. Maukah engkau menerima aku sebagai
pendamping hidup mu?” tanya zoni sangat romantis.

Zahra sangat malu dan bingung harus jawab apa.
Caca, imel, santi dan rio berteriak-
teriak kompak menyuruh zahra terima cinta dan lamaran zoni.

“terima…, terima…, terima…, ayolah zahra,” ucap Caca, imel, santi dan rio.

Zahra pun tersenyum dan menerima cinta dan lamaran zoni.
Zoni sangat senang karena
cintanya yang sejak lama sudah terbalaskan hingga ia menikah nanti.

“aku terima,” jawab zahra yang telah menerima lamaran zoni sambil tersenyum.
“makasih zahra aku janji akan setia dan menjadi imam yang baik untuk mu,” ucap zoni.
“aamiinn,” ucap zahra yang tersenyum.
“alhamdulillah sahabat kita zahra dan zoni segera menikah,” ucap rio.
“iya nihh siapa yang mau nyusul juga?” ujar caca.
“ahh dasar kalian dari tadi slalu aja godain zahra dan zoni,” ucap santi.
“sudah-sudah kita nyalain musik dansa untuk rayain lamaran zahra dan zoni,” ujar imel.
“yukk mulaiiiiii,” ucap rio.
“tunggu! kalian gimana sih kok nyalain musik dansa,” ucap caca.
“iya nih kita nggak punya pasangan,” ujar santi.
“yaa kalian nonton ajaa, saya dan imel berpasangan,” ucap rio.
“kok gitu cieee imel dan rio jangan-jangan nyusul juga nihh,” ujar santi.
“cieeeee,” ucap zoni, zahra, dan caca kompak menggoda imel dan rio.
“santi dari pada kita jadi obat nyamuk bagi mereka kita dansa juga yuk,” tanya caca.
“yuk caca nggak apa-apa kapan lagi kita dansa bersama hehe,” jawab santi tertawa.

Mereka pun berenam berdansa zoni dan zahra berpasangan, rio dan imel berpasangan,
dan pasangan paling fenomenal santi dan caca berdansa bersama hehe.
Mereka sangat senang dan bergembira pada malam itu karena rencana santi, caca, imel dan rio untuk menyatukan zahra dan zoni telah berhasil.
Sekian lama santi, caca, imel dan rio
mengetahui bahwa zoni mencintai zahra tetapi zoni tidak mempunyai nyali untuk
mengatakannya jadi dengan bantuan rencana tersebut berhasil, dan zoni berencana
akan menikahi zahra bulan depan.

SELESAI